Sabtu, 24 Desember 2022

Makan Siang di Hotel Loccal Collection, "Santorini" nya Labuan Bajo

Setelah Live on Board selama dua hari di kapal, kami harus kembali ke daratan. hehe. Makan malam berakhir sekitar jam 7 malam dan kami  langsung menuju tempat penginapan. Kami memilih untuk menginap di Hotel Komodo Lodge karena lokasinya yang strategis. Kami berada di sini selama satu malam sebelum akhirnya esok hari kembali ke Jakarta.

KOMODO LODGE


Komodo Lodge ini ada di Jalan Mutiara, Kampung Ujung, Labuan Bajo, Flores, NTT, Indonesia. Lokasinya yang strategis, membuat banyak wistawan senang menginap di hotel ini. Dari luar hotel ini tampak biasa saja tapi setelah masuk ke dalam hotelnya bersih dan cukup besar. Kamarnya juga nyaman. Lokasi hotel ini tidak jauh dari pusat kota Labuan Bajo dan bisa berjalan kaki dari Pelabuhan Labuan Bajo. Hotel ini dekat juga dengan pusat perbelanjaan atau makanan. Jadi, jika tiba-tiba merasa lapar ada KFC yang jadi favorit wisatawan sana. hehehe. Harga per malam hotel ini sekitar Rp400.000.

Gambar: https://thekomodolodge.com


    

Setelah sarapan kami memutuskan untuk jalan-jalan sebentar mengelilingi kota kecil Labuan Bajo ini. Tenyata penduduk di sekitar sini mayoritas muslim. Jadi, kita tidak perlu khawatir makan di Labuan Bajo. Cuaca yang pas untuk berjalan-jalan pagi hari di sini dan tak lupa mengabadikan momen selama di sini. Kota ini memang kecil, jadi hanya butuh sepuluh menit saja untuk kembali lagi ke hotel. 😁 Kata penduduk di sini, selama covid-19 penginapan di sini sepi sekali bahkan ada yang hampir bangkrut. Alhamdulillah, saat saya di sana, suasananya sudah kembali bergairah. Penginapan-penginapan tampak penuh. Semoga perekonomian pariwisata kita kembali bangkit ya! Amin.

Setelah berjalan sebentar, kami harus bersiap meninggalkan penginapan untuk kembali ke Jakarta. Namun, sebelum itu kita menyempatkan ke pusat oleh-oleh di Komodo Excotic dan kemudian lanjut makan siang di salah satu hotel unik dan hits di Labuan Bajo, Hotel Loccal Collection.

Hotel Loccal Collection


Wisatawan yang datang ke Labuan Bajo kebanyakan singgah ke Hotel Loccal Collection untuk melihat keunikan dan keindahan Labuan Bajo dari hotel ini. Hotel ini memang sengaja dibangun dengan konsep Santorini Yunani. Seperti yang dilihat dari media sosial bahwa hotel ini terlihat mirip Santori. Nuansa putih dan biru menambah keunikan dari hotel ini. 

Mengusung desain dan konsep yang menarik dan tampak sempurna, hotel ini benar-benar dimanjakan dengan pemandangan laut Labuan Bajo yang menawan. Kita juga bisa menikmati matahari terbit dan terbenam yang indah di hotel ini bahkan sambil berenang. Pemandangan alam Nusa Tenggara Timur sungguh membuat mata saya terkagum. Jika kalian ingin menikmati  keindahan Labuan Bajo setiap saat bisa dicoba untuk menginap di sini ya.  Ada banyak spot foto yang menarik dan cantik selama berada di hotel ini. Selain ada nuansa khas NTT kita juga akan mendapati nuansa tropis yang indah, seperti julukannya, Santorini Labuan Bajo. 






Hotel ini dekat dari Komodo International Airport, sekitar 3 kilometer atau  kurang lebih 10 menit saja. FYI, Labuan Bajo ini kecil dan tidak macet jadi kemana-mana cepat. Loccal Collection Hotel ini terletak di Jalan Raya Binongko, Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Harga menginap di hotel inipun bervariatif ya bergantung budget kita dan tipe kamar yang dipilih. Harganya dibandrol mulai dari Rp1.500.000 bahkan mencapai Rp12.000.000. 😁


Berhubung kami tidak menginap di sini, kita perlu membeli voucher Rp100.000/orang (minimal pembelian makanan/minuman) untuk bisa menikmati fasilitas restoran dan beberapa spot foto yang menarik. Hotel ini juga menyajikan makanan yang lumayan enak ya teman-teman. Foto-foto dan menu makanannya kita bisa cek di websitenya ya: https://loccalcollection.com/restaurant-dining/.

Sambil menunggu makanan datang, kita juga bisa bergantian untuk foto-foto di sana ya. Cari teman yang bisa membuatmu tampak mewah saat foto di sana ya, jangan sampai ngeblur. haha. Labuan bajo saat lihat di sini kombinasi dari warna gradasi lautan yang cantik, langit biru yang menawan, pulau-pulau yang hijau, dan kapal-kapal berlayar. Dan, Memang sebagus itu... 💝


    

Pesawat kami berangkat pada pukul 3 sore dan dengan berat hati kami harus kembali pulang. Liburan 3 hari 2 malam di Labuan Bajo ini sangat menyenangkan. Alhamdulillah bisa melihat keindahan lain dari Indonesia. Jika menambah satu hari lagi rasanya akan tereksplor semua. Mungkin, di lain waktu dan kesempatan ya.

Total pengeluaran kami selama di sini kurang lebih 6,5 jutaan ya, sudah termasuk tiket pesawat dan live on board, di luar makan di Hotel Collection, dan oleh-oleh. ✈🚤

Terima kasih sudah membaca cerita perjalanan saya sampai akhir ya. Sampai bertemu di trip selanjutnya!😎


Baca Juga:

Continue reading Makan Siang di Hotel Loccal Collection, "Santorini" nya Labuan Bajo

Selasa, 20 Desember 2022

Akhirnya Bertemu Komodo di Taman Nasional Komodo dan Snorkeling di Pink Beach, NTT [Part 3]

Setelah berhasil trekking ke Pulau Padar, selanjutnya kami bergegas menuju Taman Nasional Komodo dan ke Pantai Pink (Pink Beach). Kami trekking ke Pulau Padar masih cukup pagi, sekitar jam 6 dan belum sempat sarapan. hehe. Sembari sarapan di atas kapal menuju Taman Nasional Komodo, kami disuguhkan pulau-pulau cantik yang memukau mata serta air laut yang biru. Bagi saya setiap pulau itu memiliki nuansa dan ciri khas yang berbeda termasuk NTT ini. Pulau-pulau hijau dengan air laut biru yang indah.

TAMAN NASIONAL KOMODO


Dilansir dari Indonesiabaik.id bahwa Taman Nasional Komodo adalah salah satu dari 21 Taman Nasional Model yang ada di Indonesia dan merupakan salah satu dari lima taman nasional yang ditetapkan pertama kali di Indonesia. Taman Nasional Komodo ini didirikan pada 1980 yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sumber: indonesiabaik.id

Kami tiba di Taman Nasional Komodo ini sekitar jam 10.30 WITA. Cuaca sudah cukup terik. Kami hanya mengambil super short track. Ada 4 jenis trek yang tersedia yaitu, Short Track, Medium, Track, Long Track, dan Adventure Track. Short track ini hanya berjarak sekitar 800 meter pp dan kita sudah bisa menemukan komodo. Selama di Taman ini kami ditemani oleh Tim Ranger di sana ya, jadi aman. Ranger itu pemandu sekaligus pawang untuk binatang-binatang di sana khususnya, komodo.

   

Sempat ada kabar bahwa Pemerintah menaikan tiket masuk Taman Nasional Komodo namun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah resmi menunda kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo sebesar Rp3,75 juta hingga 1 Januari 2023. Dilansir dari detik.com bahwa  harga tiket masuk Taman ini per November 2022, bagi WNI untuk hari Senin-Sabtu sebesar Rp5.000 per orang per hari, untuk Minggu dan libur nasional Rp7.500/orang/hari. Harga tiket masuk bagi wisatawan mancanegara sebesar Rp150.000 per orang per hari (Senin-Sabtu) atau Rp225.000 untuk Minggu dan hari libur nasional. Untuk rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 10 orang) pada hari biasa Rp 3.000 untuk pelajar WNI dan Rp 100.000 untuk pelajar WNA. Untuk hari libur Rp 4.500 untuk pelajar WNI dan Rp 150.000 untuk pelajar WNA.

Sebelum memulai track kami sudah menemukan satu komodo yang sedang rebahan santai. Komodo itu tidak terlihat karena warna kulitnya hampir sama dengan warna pohon di sekitarnya. Saya pikir bukan komodo, untung dikasih tahu. hehe. Saatnya berfoto bersama komodo. Nah untuk foto dengan mereka itu harus hati-hati ya, tidak boleh berisik, dan membuat gerakan yang tiba-tiba karena itu bisa mengganggu tidur si komodo. Saya sebenarnya sedikit takut untuk foto di belakang komodo yang cukup besar itu. Untungnya tim Ranger memberikan sedikit tips dan pose yang bagus saat berfoto bersama komodo. 😁



Sambil berjalan menyusuri track, tim Ranger mulai bercerita tentang Taman Nasional Komodo ini. Taman Komodo memang sudah menjadi tempat utama habitat komodo. Jadi, para komodo dikembangbiakan di Taman ini. Taman ini tidak hanya dihuni oleh para komodo saja tapi ada flora dan hewan lain seperti, rusa, kijang, kalajengking, ular, burung, dan sejenisnya. Berbeda dengan hewan reptil lainnya komodo ini berburunya pada siang hari dan malam hari tidur. Waktu tidurnya mulai dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Pada malam hari komodo ini mencari lubang untuk tidur.  Menurut tim Ranger di sana bahwa tidak semua wisatawan dapat melihat komodo di sini. Terkadang komodo sedang bersembunyi atau sedang mencari mangsa. Kami beruntung sekali bisa melihat beberapa komodo saat di sana. Bahkan katanya ada yang sudah sampai di sana tapi tidak melihat satu ekor komodopun. Sedih ya. 🥲 Ah senangnya saya bisa melihat hewan langka yang dilindungi ini dari dekat. 


Rusa dan Kijang di Taman Komodo

Setelah kurang lebih satu jam berbincang dan  mengelilingi Taman Nasional Komodo, kami harus kembali ke kapal untuk makan siang dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pink Beach untuk snorkeling. ☺️


SNORKELING DI PANTAI PINK (PINK BEACH)


Setelah santap siang kami bergegas menuju Pantai Pink atau Beach Pink menggunakan kapal motor. Pink Beach terletak di Pulau Komodo, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Pink Beach ini adalah salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur yang sangat unik dan menarik. Di sepanjang kawasan pantai ini, kami melihat pasirnya berwarna pink atau merah muda. Sebenarnya, warna pink ini timbul karena banyaknya terumbu karang tergerus air kemudian bercampur dengan pasir. Warna pink pada pasir Pink Beach, konon berasal dari hewan berukuran mikroskopis (Foraminifera) yang memberikan warna merah pada terumbu karang. Hasilnya adalah pantai indah dan unik berwarna pink atau merah muda yang memesona. [1] Pantai ini cantik banget kombinasi warna merah muda, biru laut, dan pulau-pulau hijau yang memanjakan mata. MasyaAllah.





Kami tiba pada tengah hari, sekitar jam 12 siang. Kebayang kan ya panasnya? Tapi sesampai di sana tidak sepanas yang dibayangkan. Menyusuri pantai ini dengan berjalan kaki sambil mencari tempat berteduh. Mungkin karena siang hari ya jadi tidak banyak dijumpai wisatawan lain di sana. Hanya kami dan beberapa wisatawan asing. Siapa juga yang mau snorkeling tengah hari ya? Tapi itulah sensasinya lho. hahaha Sebelum snorkeling jangan lupa memakai sunblock ya. Snorkeling di pantai ini menyenangkan karena airnya tidak keruh jadi kami dapat melihat pemandangan bawah laut yang indah dengan terumbu karang yang terawat dan beberapa ikan-ikan lucu yang santai berenang. Tak hanya menikmati pemandangan pantai dan snorkeling, wisatawan bisa juga diving untuk melihat keindahan bawah laut pantai ini. Pantai ini cukup tenang sehingga pas untuk melakukan aktivitas bawah laut.





Bagaimana cara menuju ke sini jika tidak Live on Board? Dari Labuan Bajo, kamu akan berlayar dari Dermaga Loh Liang, Pulau Komodo menuju Pink Beach. Kamu hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam dari pelabuhan Kota Labuan Bajo menggunakan kapal. Tiket masuk ke Pink Beach ini hanya Rp10.000 sedangkan untuk wisatawan mancanegara dibandrol seharga Rp50.000.

Jika sudah sampai di sini jangan lupa foto-foto ya! Ada banyak spot foto instagramable yang dapat dieksplor dari Pink Beach.


Setelah hampir tiga jam bermain air dan pasir di Pink Beach kami harus mengakhiri Live on Board selama 2 Hari 1 Malam ini. Kami akan menuju kota Labuan Bajo untuk pulang ke Bandung esok hari. Namun, sebelum berakhir di dermaga sore hari nanti, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Manta Point.

MANTA POINT


Manta Point adalah tempat wisata menarik di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kami dapat menikmati liburan air laut lepas sembari snorkeling atau diving dan bercengkrama dengan satwa air langka. Di sini menjadi tempat favorit Ikan pari manta. Dari permukaan sangat mudah menyaksikan Manta yang sedang makan plankton. [1

Beberapa dari kami (tim laki-laki) akhirnya memutuskan untuk menyelam/snorkeling ke titik tersebut dan bertemu dengan Manta! Kapan lagi coba ya? Namun tetap harus hati-hati ya. Kami para wanita cukup melihat sosok Manta dari atas kapal. Mantanya itu gede banget ternyata. Duh, senangnya melihat Manta yang sedang berenang dengan asyik. 😍


Dokumentasi Kang Indra, Indonesian Traveler

Sudah masuk sore hari menjelang magrib. Saatnya kembali ke dataran alias kota Labuan Bajo. Selama perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan matahari terbenam yang memukau mata. Indah banget! 

Menyenangkan sekali bisa Live on Board selama 2 hari 1 malam. Terima kasih untuk Kakak-kakak atau Abang-abang kapal phinisi Latansa. Pelayanan yang memuaskan, makanan yang enak, dan tim yang ramah! See you soon! ðŸ˜Ž




Sesampai di daratan Labuan Bajo kami makan malam di Taman Laut Handayani Seafood Restaurant Labuan Bajo. Harganya bervariatif ya, menurut saya tidak terlalu mahal. Restoran ini menjual aneka seafood yang segar, mulai dari udang, ikan, cumi, kerang, kepiting, dan lainnya. Rasanya juga enak serta didukung dengan pemandangan malam yang indah kota Labuan Bajo yang kecil ini. Lokasi restoran ini berada di Ir. Soekarno Hatta No.9 Puncak Waringin, Labuan Bajo, Indonesia.


Lalu, bagaimana hari terakhir kami di Labuan Bajo? Simak terus ya cerita saya dan tim di Labuan Bajo. 


Baca Juga:
Continue reading Akhirnya Bertemu Komodo di Taman Nasional Komodo dan Snorkeling di Pink Beach, NTT [Part 3]

Jumat, 09 September 2022

Menjelajahi Pulau Padar Komodo Nan Eksotis [Part 2]

Hai! Lanjut ke hari kedua saya selama di Labuan Bajo ya. Destinasi pagi hari ini adalah menikmati matahari terbit di Pulau Padar. Pulau Padar dikenal sebagai surganya Labuan Bajo. Kita akan disuguhkan pemandangan indah Pulau Padar dengan gugusan bukit hijau dan pantai pasir putih yang terhampar mengelilingi pulau. Sangat cocok sekali untuk penikmat alam. Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Keindahan Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada di dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Gili Motang. 

Jika menggunakan kapal langsung dari Dermaga Labuan Bajo ke Pulau Padar dapat ditempuh sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan. Tapi perjalanan kami tidak selama itu karena Live on Board (LOB) jadi kapal kami sudah menepi mendekati lokasi Pulau Padar. Butuh waktu sekitar 15 menit saja. Waktu pada gawai saya sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Seharusnya kami bisa berangkat lebih pagi untuk melihat matahari terbit. Namun, karena kami terlena oleh perjalanan hari pertama membuat kami bangun lebih siang dari jam yang ditentukan.😀

Trekking ke Pulau Padar 


Satu spot terbaik menikmati keindahan Pulau Padar yaitu saat sampai di puncak bukit. Namun untuk menuju kesana dibutuhkan perjuangan juga. Setidaknya kita harus trekking kurang lebih 45 menit sampai satu jam lamanya lho. Menurut artikel pada Tribun-Timur.com untuk menikmati keindahan Pulau Padar, kita harus menaiki 818 anak tangga. (saya tidak hitung dan ternyata sebanyak itu 🙀) dan kita harus mendaki sejauh kurang lebih 400 meter. Selama mendaki ke Pulau ini harus membawa bekal makanan dan persediaan air minum yang cukup ya karena medan yang cukup jauh dan tidak ada pedagang di sekitarnya. Bagi yang belum pernah trekking atau mendaki puncak sebaiknya lebih banyak persiapan fisik. Tapi selama mendaki kita masih bisa istirahat sejenak di bawah rindang pohon sekitar bukit. Lelahnya akan terbayar kok! Dijamin. Gunakan alas kaki yang nyaman, topi, dan kacamata hitam selama trekking ke Pulau Padar. 

Baru mendaki sekitar lebih dari 200 anak tangga, kita sudah bisa melihat hamparan Pantai Pink atau Pink Beach yang ada di sisi kiri pulau Padar. Mulut saya sepertinya tidak berhenti mengucap rasa kagum atas segala ciptaan-Nya. Waktu yang pas mendaki sepertinya pada jam 5 pagi, mendekati matahari terbit. Pada saat kami mendaki matahari sudah mulai menampakkan jingganya. Mulai terasa terik padahal masih sekitar jam 7 pagi. Jangan lupa pakai sunscreen ya! Selain menghindari kulit yang jadi eksotis juga menghidari paparan matahari yang terik langsung mengenai kulit. Pada jam-jam kami mendaki belum terlihat banyak orang, jadi pas banget untuk trekking santai dan mengabadikan foto-foto terindah. 

Sebelum sampai pada puncak bukit Padar, ada satu spot foto yang juga tidak kalah cantik. Tapi harus berhati-hati ya karena banyak bebatuan dan cukup curam. Jangan memaksakan diri jika dirasa tidak berani. 





Saat sampai di bukit tertinggi Pulau Padar, pemandangan yang eksotis menghampar bukit dan pantai di sekitarnya. Takjub dan rasa lelah terbayarkan oleh pemandangan yang disajikan Tuhan. Saya sempat merekam beberapa perjalanan singkat selama mendaki bukit ini. Sayangnya, sampai di atas baterai kamera mirroless saya habis. 😭 Untungnya, kamera gawai sudah bisa menandingi kualitas kamera. Selama di atas, penuhi memori gawaimu dengan foto-foto keren ya. Lumayan kan untuk ganti profile picture sosial media. hehe Tak lupa saya dan tim berfoto pemandangan indah Pulau Padar dengan bendera Indonesia. Merdeka! 

#WonderfulIndonesia




Setelah cukup lama beristirahat di atas bukit Pulau Padar, kami memutuskan untuk segera turun karena masih ada destinasi lainnya yang harus kami jelajahi. Saat turun pun tidak semudah yang dibayangkan karena tetap melewati beberapa jalan yang cukup curam dan penuh bebatuan. Tetap harus waspada ya. Walau sulit digapai tapi terbayar sama pemandangan nan eksotis dari Pulau Padar. Seperti lukisan tapi nyata adanya! Satu kata, untuk Pulau Padar, MasyaAllah 💗 Alhamdulillah bisa sampai di sini.  



baca juga:

Continue reading Menjelajahi Pulau Padar Komodo Nan Eksotis [Part 2]

Selasa, 02 Agustus 2022

Liburan ke Labuan Bajo. Harus Ke Sini, Indah Banget! [Part 1]

Setelah kondisi Covid-19 yang sudah mereda akhirnya saya dan geng promo hunter kembali berdiskusi untuk menentukan destinasi liburan selanjutnya. Kali ini jatuh pada Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Awalnya ingin ke Derawan atau Raja Ampat tapi karena kondisi kantong, pesawat, dan akomodasi yang masih sulit selama pandemi, jadi kami memilih Labuan Bajo yang lebih dekat. Rasanya rindu melakukan perjalanan setelah dua tahun lebih #dirumah aja.😁Kami memilih melakukan trip 3 hari 2 malam untuk mengeksplor keindahan Labuan Bajo. Berbeda dari liburan ala laut dan pantai biasanya, kali ini kami berkeliling pulau-pulau di Labuan Bajo menggunakan kapal, Live on Board (LOB), alias menginap di kapal. 😊


Labuan Bajo merupakan surga tersembunyi yang ada di Indonesia bagian timur. Banyak wisatawan domestik dan asing yang ingin berkunjung ke tempat indah ini. Desa ini terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota yang dikelilingi oleh indahnya lautan, kini menjadi populer dikalangan pelancong. 

Tidak seperti Bali atau Lombok, untuk trip ke Labuan Bajo ini sebaiknya menggunakan jasa tour and travel ya. Kenapa? Jika ingin santai dan terorganisasi dengan baik, sebaiknya menggunakan tour karena masih sulitnya akses transportasi. Bisa ikut open trip atau jika memiliki teman lebih dari 10 orang, bisa private trip. Tapi jika ingin mencoba berpetualang, silakan melakukan perjalanan tanpa guide. Kali ini saya kembali menggunakan jasa travelnya Kang Indra (Indonesian Traveler), yang beberapa tahun lalu kami bersama saat trip ke Thailand. 

Awalnya kami akan berangkat sekitar bulan Maret 2022 tapi karena kondisi cuaca dan arus yang kurang bagus di sana, akhirnya kami memilih mengganti jadwal menjadi Juni 2022. Kami sengaja mengambil hari kerja dan harpitnas supaya lebih nyaman dan tidak terlalu ramai. 😉

Kemana saja selama di Labuan Bajo 3 hari 2 malam? Lalu apa saja yang harus disiapkan selama perjalanan ke sana? Yuk, disimak!



PERJALANAN JAKARTA KE LABUAN BAJO


Pada hari rabu kami berangkat menggunakan maskapai Batik Air dari Jakarta menuju Labuan Bajo sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di sana pukul 12.10 WITA. Waktu yang ditempuh 3 jam 40 menit dengan perbedaan waktu satu jam antara Jakarta dan Labuan Bajo. Kami tidak dapat pesawat yang langsung, jadi harus transit dulu di Denpasar selama 40 menit. Tidak ganti pesawat dan menurunkan bagasi, hanya pindah tempat duduk saja. Kali ini dapat di kursi nomor tengah. Saat penerbangan CGK-DPS dapatnya di kursi belakang. Jadi terihat kalau banyak yang liburan. hehe sepertinya sudah mulai sumpek nih ya guys

Alhamdulillah, selama perjalanan aman dan selamat. Lumayan juga duduk cukup lama di pesawat. Walau butuh waktu lama di perjalanan, maskapai Batik Air menyediakan flight entertainment, berisi film-film, video, musik, dan beberapa permainan. Walau film-filmnya kurang update tapi lumayan menghilangkan kebosanan kalau tidak bisa tidur. Tapi, harus bawa earphone atau headset sendiri ya karena tidak disediakan oleh maskapai. 

Oh ya, karena kami semua sudah vaksin booster maka persyaratan tes PCR atau rapid antigen tidak diperlukan. Jika belum booster atau vaksin ke-3, harus melakukan tes covid-19 terlebih dahulu ya! biar libur aman dan nyaman.




BERLAYAR BERSAMA KAPAL PHINISI LATANSA


Dari bandara Komodo kami dijemput dan langsung menuju ke pelabuhan tempat kapal Latansa berlabuh. Sebelum sampai di dermaga, kami disugguhkan oleh pemandangan khas pulau Nusa Tenggara Timur. Kami menyempatkan untuk foto-foto terlebih dahulu. Begitu turun dari mobil penjemputan, terasa sekali matahari menyengat. Tapi tidak apa-apa masih terbayar sama keindahan pertama Labuan Bajo. MasyaAllah indahnya, karena masih bisa melihat pemandangan laut, pulau-pulau, dan kapal-kapal yang sedang berlayar. 

Diujung kota ini ada ada dermaga di mana semua kapal-kapal trip ataupun nelayan berlabuh. Untuk menuju kapal ini, dari dermaga kami semua harus naik sebuah motor boat kecil. Motor boat ini nanti yang akan menjadi kendaraan kami bolak-balik dari kapal ke pulau-pulau yang lain.



Saat pertama kali melihat kapalnya, wah, kapalnya bagus, bersih, dan nyaman. Dikapal ini tersedia 4 kamar yang dilengkapi dengan AC di setiap kamar. Ada toilet di setiap kamar tapi disediakan juga 1 buah toilet umum. Tiga kamar di bawah dan satu kamar di atas. Satu kamar ada yang bisa diisi oleh 4 orang, sisanya dua orang. Ada dua ruang bersantai, ruang depan yang menghadap lautan, ruang belakang sekaligus tempat makan, serta sundeck di bagian atas.

Kami memesan satu kapal langsung karena kapasitas dari kapal tersebut bisa menampung hingga 14 orang. Awalnya akan berangkat sekitar 14 orang, tapi karena jadwal bos-bos saya yang lain bentrok akhirnya kami berangkat menggunakan kapal yang sama tapi dengan personil 10 orang. 

Kapal ini juga memiliki banyak kru. Ada sekitar 6 orang. Mereka punya jobdesk masing-masing. Termasuk pemandu lokal Labuan Bajo, Bang Marsel yang menemani kami selama trip. Karena travel kami berasal dari Bandung, jadi kami masih perlu menyewa guide lokal supaya lebih aman dan kalau ada yang mau ditanyakan seputar Labuan Bajo lebih afdol.



Saat tiba di kapal kami disugguhkan welcome drink yang seger banget! Maklum, cuaca saat itu panas terik. Kami bersantai sejenak sambil melepas lelah. Setelah duduk bersantai di dek kapal, kami siap untuk trip pertama ke Pulau Kelor. Karena tim sudah memutuskan untuk mengenakan baju putih di hari pertama, mari ganti baju! hehee Sambil menuju Pulau Kelor, kami makan siang di kapal dan rasa makanannya enak. Masih sesuai dengan lidah kami. Chefnya favorit deh! Lokasi tempat makan di kapal ini ada di belakang. Makannya jadi tambah selera karena ditemani suara deburan ombak dan pemandangan yang indah.🌊🌄


Kapal ini sangat nyaman bagi saya. Selain tempat tidur yang nyaman juga memiliki kamar mandi yang cukup bersih. Enaknya, kapal ini memiliki dua dek yang bisa dinikmati bersama di saat ingin bersantai sejenak menikmati deburan ombak dan angin laut. 😉 Kru kapalnya juga baik. Jadi tambah menyenangkan perjalanan selama di kapal.

Jika bosan duduk bersantai, bisa juga menikmati angin laut sambil bernyanyi lho. Iya, di kapal ini disediakan pengeras suara dan mikrofon untuk bernyanyi. Walaupun suara saya serak-serak banjir, tapi lumayanlah menyalurkan bakat terpendam, jago lipsinc hahaa 



DAY 1 -- TREKKING DAN SNORKELING DI PULAU KELOR


Perjalanan kami dari Labuan Bajo menuju Pulau Kelor ditempuh sekitar satu jam. Bila menggunakan speedboat akan lebih cepat, hanya 30 menit saja. Pulau Kelor ini berlokasi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pulau Kelor juga dikenal sebagai sebagai pulau Persinggahan. Sebab banyak wisatawan yang berlayar lalu singgah di Pulau ini setelah menulusuri Pulau Rinca, Pulau Padar  dan Pulau Komodo. Pulau Kelor berdekatan dengan pulau-pulau tersebut. Pulau Kelor adalah pulau yang masih jarang untuk disinggahi. Padahal pesona yang disuguhkan tidak kalah dengan pulau yang lainnya. Mungkin, karena jalan/trek menuju bukit di Pulau ini masih belum sebagus yang lain. 




Untuk sampai ke bukit ini setidaknya membutuhkan waktu 10-20 menit dan harus ditempuh penuh perjuangan karena medannya memiliki elevasi sekitar 45 derajat. Kita harus mendaki bukit cukup terjal dan bebatuan yang cukup banyak. Ada beberapa rerumputan yang membuat jalannya menjadi licin. Lalu, sisi kanan dan kiri bukit ini tidak tersedia pagar pembatas. Jadi kita harus ekstra hati hati. Untuk trekking menuju Pulau ini harus mengenakan sepatu yang tidak licin atau sendal gunung. Bagi yang tidak pernah mendaki sebaiknya tidak usah atau harus hati-hati mengingat medannya cukup susah. Saran saya, sebelum pergi ke Labuan Bajo minimal olahraga dulu ya, jalan atau lari. Supaya kaki dan badannya tidak kaget. hehee Karena selama di sana akan banyak mendaki bukit. Oh ya, bawa minum selama trekking, karena akan terasa dehidrasi ditambah juga cuaca cukup panas.

Lelah mendaki terbayarkan oleh pemandangan yang sangat indah. Dari puncak, kita bisa melihat keindahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Pemandangan dengan langit biru, pantai berpasir putih, ombak kecil yang berpadu dengan jernihnya air laut,  lautan biru bergradasi yang indah, dan pulau-pulau hijau yang mengitarinya. Pulau Kelor ini cocok bagi para pelancong yang ingin menenangkan diri sejenak. Duduk di atas bebatuan di puncak sambil melihat keindahan laut yang tenang. Sebagai informasi bahwa dari 10 orang hanya 5 orang saja yang berhasil naik ke atas bukit. 😁 

Jika merasa tidak sanggup untuk melakukan trek menuju bukit, jangan khawatir karena di pinggiran pantai kalian bisa menemukan warung-warung kecil. Sambil menunggu teman/kerabat yang sedang trekking, kalian bisa duduk bersantai di pinggir pantai sambil minum es kelapa muda dan melihat pemandangan yang memanjakan mata.



Pulau ini dikenal dengan pulau yang romantis konon karena susananya indah dan tenang. Cocok nih bagi yang ingin dilamar atau melamar kekasihnya.😍😎 Kalau sore menjelang malam sepertinya indah banget. Sekadar menikmati matahari terbenam dan duduk-duduk santai. Jangan lupa foto-foto di sini. Bagus banget!

Setelah lelah trekking ke bukit Pulau Kelor, kegiatan kami selanjutnya adalah snorkeling. Cuacanya juga sudah mulai teduh dan cocok untuk snorkeling. Pulau Kelor ini selain dikenal dengan lanskapnya yang indah, juga terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang masih alami. Air laut yang jernih, tenang, dan terumbu karang yang masih alami. Jika tidak ingin snorkeling juga bisa berenang di sini. Airnya tenang. Selain berenang dan snorkeling, Pulau Kelor ini juga cocok banget buat free diving

Jadi, sebelum kami snorkeling di pantai atau lautan di Labuan Bajo di sini dulu karena katanya pulau ini aman untuk pemula yang belum memiliki pengalaman snorkeling atau sudah lama tidak bersnorkeling. Snorkling di sini saya dapat melihat pemandangan bawah laut dengan ikan yang berwarna-warni dan terumbu karangnya yang juga indah.


Bagaimana dengan alat snorkeling? biasanya paket tour sudah menyediakan alat tersebut. Tapi saya memutuskan untuk membeli alat snorkeling. Di samping karena kondisi corona yang masih belum stabil, biar aman juga. Alat snorkeling yang saya beli tidak terlalu mahal, masih di bawah Rp100.000. Mengingat saya senang berkelana ke pantai, jadi tidak akan rugi kalau akhirnya beli. Oh iya, tiket masuk ke Pulai Kelor ini masih FREE alias GRATIS. Ayo segera ke sini kalau lagi ke Labuan Bajo!





DAY 1 -- MELIHAT SUNSET DI PULAU KALONG


Sesuai dengan namanya Pulau Kalong adalah pulau yang dikelilingi hutan bakau tempat ribuan kalong atau kelelawar bersarang. Dilansir dari https://portal.manggaraibaratkab.go.id/ lokasi Pulau Kalong terletak di antara gugusan pulau-pulau lainnya dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, tepatnya diantara Pulau Rinca dan Pulau Papagarang. Kita akan melihat ribuan kalong, sekawanan kelelawar terbang mencari makan. Pulau kalong dapat ditempuh sekitar 35 menit dengan speedboat dari kota Labuan Bajo. Waktu yang kapal saya tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Pulau Kelor menuju sekitar Pulau Padar.

Alhamdulillah, kami tiba pada waktunya. Kami sudah bersiap di dek kapal depan dan ada juga yang di atas. Sepanjang perjalanan menuju Pulau Kalong kami sudah dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa. Matahari terbenam yang memancarkan cahaya jingga dan melihat kalong-kalong berterbangan. Hari itu, tak hanya melihat kalong, kami juga melihat sekelompok burung elang yang beterbangan bebas ke sana ke mari. Saya tak berhenti mengucap syukur. Kapal kami berhenti di Pulau Kalong sekitar 20 menit bersama kapal-kapal lain yang melakukan jalur trip yang sama. Lembayung senja hari ini sangat memukau mata saya. MasyaAllah. Jangan lupa mengabadikan momen berharga ini. 😍


Awalnya kapal kami akan berdiam di sekitar Pulau Kalong, tapi kata kapten kapal, ombak dan arus kurang bagus di daerah ini, akhirnya kami memutuskan pindah ke sekitar Pulau Padar. Trip hari kedua kami memang akan ke Padar maka lebih baik tinggal di daerah sana. Seusai melihat senja hari itu, koki kapal kami sudah menyiapkan makan malam istimewa. Kami makan malam bersama dan bercengkerama singkat sambil menikmati perjalanan malam menuju tempat singgah kapal di daerah Pulau Padar sebelum akhirnya kembali ke alam mimpi. 






Ini perjalanan hari pertama saya nan singkat selama di Labuan Bajo. Perjalanan hari pertama ini sangat dinikmati karena tidak mabuk laut. yeay! (Padahal kalau nyebrang feri Sumatera-Jawa aja suka pusing). haha Lalu, didukung juga oleh sinyal telepon yang hilang timbul atau malahan tidak ada sinyal sama sekali. Jadi akan sulit untuk posting foto liburan di hari yang sama, tapi bagi saya liburannya jadi lebih tenang tanpa diganggu kerjaan. Benar-benar healing😎 Kalau saya tim #latepost!  kalau kamu apa?

Berikut beberapa tips dari saya tentang persiapan trip ke Labuan Bajo:
  1. Cari waktu terbaik pergi ke Labuan Bajo. Pilih waktu yang kondisi alamnya masih dalam kategori aman berlayar.
  2. Mempersiapkan budget juga, karena untuk sampai sini bukanlah destinasi yang ramah kantong.
  3. Pilih waktu lama selama berwisata. Apakah liburan selama 3 hari 2 malam atau 4 hari 3 malam, karena ini bergantung pada budget kalian.
  4. Jika menggunakan jasa tour, pilih travel yang aman dan bersahabat. Jika memilih untuk one day trip menggunakan speedboat pastikan akomodasi dan transportasi sudah ada, serta kondisi keuangan juga cukup, termasuk yang traveling yang tanpa paket tour.
  5. Pilih harga tiket transportasi dan akomodasi terbaik. Jika ada tiket pesawat promo dan waktunya pas sama kaluan. Langsung pesan. Lebih baik memesan tiket pesawat jauh-jauh hari ya.
  6. Mempersiapkan dokumen kesehatan yang diperlukan. Untuk penerbangan domestik yang baru melakukan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Bagi yang baru vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.
  7. Mempersiapkan tubuh dalam kondisi sehat karena akan banyak melakukan trekking.
  8. Memilih pakaian yang nyaman dan adem. Labuan Bajo cukup panas sehingga memerlukan pakaian yang tipis. Lebih baik menyiapkan 2-3 buah atasan dalam satu hari, karena cukup banyak mengeluarkan keringat. Kalaupun hanya 2 saja, jika dijemur bisa langsung kering sih. Usahakan menggunakan warna yang cerah.
  9. Membawa perlengkapan renang /snorkeling/diving.
  10. Membawa tas ransel atau tas pinggang untuk menyimpan barang-barang berharga selama melakukan perjalanan menyusuri pulau-pulau nanti.
  11. Menggunakan sepatu yang nyaman seperti sepatu gunung dan sepatu sneaker atau membawa sendal gunung.
  12. Membawa powerbank dan baterai kamera cadangan.
  13. Membawa pelindung kulit atau sunblock karena selama di sana kita akan sering terpapar sinar matahari.
  14. Membawa obat-obatan pribadi. Karena kali ini tripnya di laut beberapa hari jadi obat-obat ini sangat perlu ya, mengingat lokasi ke kota sangat jauh.
  15. Membawa kacamata hitam untuk mengurangi mata dari paparan sinar matahari.
  16. Membawa topi. Ini juga berlaku bagi yang berkerudung karena di sana sangat terik.
  17. Walau di kapal nanti disiapkan minuman, seperti kopi atau teh, jika memerlukan makanan seperti popmie atau minuman lain sebaiknya membeli dulu saat tiba di kota Labuan Bajo. Di sana tidak akan ditemukan warung ya. Secara lagi di laut gitu. 😀
  18. Selama di sana saya banyak tidak menggunakan masker. hehe Tapi tetap membawa masker lebih untuk berjaga-jaga ya jika masih dalam suasana corona.
Sampai bertemu di catatan perjalanan saya dan teman-teman di hari kedua ya! Dijamin lebih seru dan menyenangkan....💝😎

Continue reading Liburan ke Labuan Bajo. Harus Ke Sini, Indah Banget! [Part 1]

Adv

SimpleWordPress