Tampilkan postingan dengan label wadah perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wadah perjalanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2021

,

Pengalaman sebagai Penyintas Covid-19

Hai apa kabar semua? Semoga selalu sehat ya.. Sudah lama tak cerita-cerita di sini. Seperti yang kita tahu selama hampir dua tahun ini kita masih dilanda musibah wabah covid-19 yang tak kunjung reda. Semua hal yang sudah kita rencanakan harus pupus selama dua tahun ini. Kita berharap semoga segera membaik ya. Mari tetap menerapkan protokol kesehatan ketat (5M), menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas agar kita kembali seperti sedia kala.. Aamiin.. Sudah kangen traveling tanpa harus tes PCR nih hehehe

Saya akan menceritakan pengalaman saya sebagai penyintas covid-19. Semoga ini menjadi pengalaman dan juga semangat bagi teman-teman semua yang sedang berjuang. 


Berawal dari Ayah saya yang sudah merasakan flu (batuk, pilek, serta demam) selama 3 hari. Demam hingga 39 derajat yang tak kunjung turun akhirnya kami memutuskan untuk membawa Ayah saya ke UGD Rumah Sakit terdekat. Pada bulan itu, kasus covid sedang naik daun terutama di Bandung. Jadi, banyak sekali pasien yang masuk ke UGD untuk diperiksa dan juga dites Antigen atau PCR. Mungkin, jika tidak dalam kasus covid-19 rasanya sakit flu sudah hal biasa ya, terutama di Indonesia. Beberapa jam kemudian hasil rapid antigen Ayah saya keluar dan dinyatakan positif. Tentunya kami sekeluarga panik dan sedikit takut. Saat itu saya berpikir Ayah dan Ibu saya memiliki penyakit bawaan (komorbid). 

"Kenapa bisa?" "Dapat darimana?" 

itu yang banyak ditanyakan orang saat kita dinyatakan positif. Jawabannya, kami tidak tahu. hehe Ayah saya termasuk yang paling "cerewet" soal protokol kesehatan. Kami jarang keluar rumah sebenarnya. Jadi, bingung juga dapat dari mana. Saat sakit saja Ayah saya tetap memakai masker di rumah. Intinya, sudah takdir Allah ya. Makhluk sekecil itu pasti sudah tahu jalan menuju organ tubuh manusia. 

Tentunya, saya sebagai anak muda harus tetap tenang dan menenangkan semua keluarga. Kami sekeluarga harus segera tes PCR/antigen untuk memastikan keadaan kami. Besoknya kami sekeluarga memutuskan untuk tes PCR/antigen. Selama Ayah saya flu saya juga sudah merasa tidak enak badan tapi tidak flu hanya sakit badan sekujur tubuh. Namun, saat itu tidak terlalu dipikirkan. 

Menunggu hasil tes PCR kami sekeluarga langsung isolasi mandiri. Dua hari kemudian hasil tes PCR Ibu dan Adik-adik saya keluar. Ibu dan Adik pertama saya positif, Adik bungsu saya negatif, dan hasil antigen saya juga negatif. Mengapa saya tidak langsung PCR? Saya belum bergejala dan mendapat fasilitas kantor untuk tes PCR. Berhubung saya hanya bisa tes PCR di kantor hanya pada hari kerja. Jadi, saya menunggu sekitar dua hari. Hasil tes PCR saya dinyatakan positif covid pada awal bulan Juli 2021 dan CT nya cukup rendah, yaitu 15. Mungkin saya orang terakhir yang memiliki gejala covid di rumah. Oleh karena itu, kami semua harus isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Untungnya rumah kami punya kamar yang bisa dihuni oleh setiap orang. hehee Jadi, isoman di kamar masing-masing termasuk adik saya yang negatif. Kenapa dia tidak mengungsi? karena khawatir juga sudah tertular dan menularkan maka diputuskan untuk tetap di rumah dengan protokol kesehatan yang super ketat. 

Lima hari pertama kondisi yang paling drop. Itu berlaku untuk Ayah, Ibu, dan Adik saya yang punya penyakit penyerta. Badan lemas, selera makan hilang, demam yang tak kunjung turun (38-39 derajat), bahkan sesak napas. Saat itu mencari oksigen sangat susah. Semua orang butuh. Bahkan sampai rumah sakit dengan gejala sesak napas ditutup sementara karena tidak tersedianya oksigen. Bayangkan sampai seperti itu. Jadi, kalau mau ke UGD RS harus bawa oksigen sendiri. Betapa sedihnya ya. Bagaimana mental juga tidak ikutan drop. Beruntungnya, kami mendapatkan stok oksigen dari satgas covid-19 di lingkungan perumahan kami, Alhamdulillah. Saturasi Ibu saya saat itu naik turun bahkan sempat di bawah 94, harusnya segera dibawa ke rumah sakit terdekat tapi karena kondisi penuh dan jika ke rumah sakit juga tetap dipulangkan. Saat itu rumah sakit hanya untuk pasien dengan kondisi gejala berat.


Bagaimana dengan saya? Saya pada awalnya tidak bergejala hingga bergejala ringan. Ini juga faktor saya yang sudah divaksin 2 kali. Apakah seperti terkena flu biasa? oh tentu tidak. Gejalanya sama tapi rasanya sungguh berbeda. Sekalipun tidak demam tapi ngerasa sakit badan sekujur tubuh, dari kepala hingga kaki, badan linu kayak mau patah. Saya baru merasakan ini. Saya hanya demam sehari, tepatnya sehari sebelum tes PCR. Demam tiba-tiba 38 derajat lebih, besoknya tiba-tiba hidung mampet, lalu mulai kehilangan indera penciuman. Rasanya semua hitungan hari bahkan jam.  Hanya saya yang merasakan sakit badan yang lainnya tidak. Saya juga tidak batuk, sementara yang lain batuk. Saat kehilangan penciuman itulah yang buat saya sempat drop, tiba-tiba tidak bisa mencium apapun termasuk parfum atau minyak kayu putih. Bahkan, bau gosong makananpun tidak tercium. 

Tentunya setiap orang berbeda kondisi. Namun, pada penderita covid-19 rata-rata mereka mengalami kehilangan indera penciuman bahkan perasa. Alhamdulillah indera perasa saya masih terasa walau selera makan sudah mulai hilang. Kondisi terburuk saya saat virus ini menyerang lambung. Seharian mual dan muntah cukup sering. Selain faktor virus juga karena obat antivirus yang sangat keras. Oh ya, obat antivirus ini saya dapatkan dari puskesmas tempat saya tinggal dan beberapa resep dokter.

Menurut para ahli kondisi pasien covid itu drop di hari ke-5 sampai ke-10 baik yang bergejala sedang hingga berat. Dikutip dari New York Times, para dokter mengatakan hari ke-5 hingga ke-10 seringkali merupakan waktu yang paling mengkhawatirkan untuk komplikasi pernapasan pada pasien covid-19. Hari-hari ini harus dipantau sesering mungkin, terutama saturasi oksigen penderita.

Alhamdulillah pada hari ke-10 saya dan keluarga kondisinya jauh lebih baik. Penciuman mulai kembali normal dan tidak ada demam. Saya dinyatakan negatif di hari ke-19. Begitupun anggota yang lainnya. Ibu saya tepat sebulan dinyatakan negatif. Kondisi ini berbeda-beda, jadi jangan takut ^^. Saya memang sengaja tes PCR terlambat karena memastikan saya tidak ada gejala dan menghemat uang juga hehhee. Karena saat covid-19 kita memerlukan banyak sekali uang untuk membeli makanan dan obat-obatan yang tidak ada. 

Oh ya, yang punya peliharaan kucing/anjing, usahakan hewan tetap di kandang atau di luar rumah dan  berinteraksi juga dari luar rumah dengan menggunakan masker atau sarung tangan saat memberi makan, takut tertular juga. 

Menurut WHO, bahwa isolasi mandiri berakhir pada hari ke-10 bila tanpa gejala, jika masih ada gejala tambah dua hari dan seterusnya. Hingga digenapkan sampai 14 hari dan tanpa memerlukan tes PCR kembali. Pasien ini langsung dinyatakan negatif atau sudah sembuh. Namun, karena kebutuhan pekerjaan atau hal lain kita masih memerlukan hasil tes PCR/antigennya negatif.


Benar, saat terpapar covid-19 kuncinya sabar, pasrah, dan ikhlas. Pasti ini sudah ketetapan Allah dan bagian dari perjalanan hidup. Jalani dan banyak berdoa. Saat sakit seperti ini selain kondisi fisik harus terus bangkit, metal juga harus tetap dijaga supaya tetap sehat. Ini yang terkadang sulit. Kondisi fisik yang tiba2 melemah, pikiran jadi berkembang kemana-kemana. Tapi, memang benar bahwa covid-19 ini harus dilawan dengan mental yang kuat dan imunitas yang baik. Soalnya saat sakitpun masih terpikir gimana kondisi keluarga yang lain? Mampu bangkit? Apakah semakin membaik? Alhamdulillah, masih ada adik yang kondisinya sehat bisa membantu kami disaat badan drop. 

Alhamdulillah dengan banyaknya dukungan orang-orang terdekat mampu membangkitkan kami di saat kondisi terlemah, walau hanya sekadar menanyakan kabar. Dukungan keluarga di rumah untuk saling menguatkan juga modal untuk bisa sembuh. Saat isoman, gunakan waktu yang bisa membuat kita bahagia; nonton film, nulis, baca buku, dzikir, mengaji, dengerin musik, atau apapun. Ini penting karna membantu mengalihkan pikiran negatif. Terus berusaha dan berdoa, yakin bahwa Allah pasti menyembuhkan kita. Banyak juga yang akhirnya menderita long covid pascasembuh. Termasuk saya, masih merasa 3L seusai menderita covid. Ini berlangsung hampir satu bulan. Dilansir dari kompas.com hal ini terjadi tergantung tingkat keparahan pasien, rata-rata yang menderita long covid tingkat sedang hingga berat. Jadi, yang menderita long covid berkepanjangan harus tetap konsultasi ke dokter ya dan tetap jaga pola hidup. [1

Pelajaran yang saya ambil dari musibah ini adalah terus bersyukur dalam kondisi apapun. 


Semangat untuk teman2 yang kini juga sedang berjuang untuk bangkit dan sembuh. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan segera menghilangkan wabah covid-19 ini agar bumi segera pulih. Aamiin.  Stay safe dan tetap jaga kesehatan ❤ Semoga tidak ada lagi kehilangan orang-orang tersayang. Sekarang sudah banyak informasi mengenai covid-19 maka jangan cemas, tetap semangat, dan terus berdoa.

Jadi, yang belum vaksin ayo segera vaksin ya! Vaksin merk apapun, demi menjaga diri kita dan orang-orang tersayang akibat covid-19. Bagi teman-teman yang masih tidak percaya dengan virus covid-19 semoga Allah jauhkan ya. 😊 Terima kasih untuk semua saudara, teman, tetangga yang sudah sangat membantu kami mengirimkan makanan dan obat-obatan serta mendoakan kami sembuh. Terima kasih para tenaga kesehatan yang sudah bekerja keras. 💓

"Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya". (HR. Bukhari no. 5641)

"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80).

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang safar, maka Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.” (HR. Bukhari no. 2996)

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302)

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).



Obat-obatan apa yang diperlukan saat terkena covid? Ini juga perlu dikonsultasikan ke dokter ya, jangan membeli obat diluar resep dokter. Hal-hal yang perlu ada dan dilakukan di rumah selama isolasi mandiri:
  1. Obat-obatan yang mudah diperoleh adalah obat penurun demam seperti paracetamol, vitamin yang memiliki kandungan lengkap (A, B, C, D, K, Zinc, dsb), obat flu, obat batuk, dan minyak kayu putih. Untuk obat antivirus, antibiotik, atau obat Azithromycin diperoleh dari puskesmas atau resep dokter. Bergantung pada kondisi pasien.
  2. Termometer (alat yang digunakan untuk mengukur suhu badan).
  3. Oximeter (alat pengukur kadar oksigen dalam darah).
  4. Tensimeter (alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah).
  5. Menggunakan Masker N95/KF94 atau masker medis.
  6. Berjemur selama 10-15 menit pada pukul 09.00-11.00.
  7. Olahraga ringan secara rutin sebanyak 3-5 kali seminggu.
  8. Makan dengan gizi yang seimbang sebanyak 3 kali sehari.
  9. Tidur cukup 6-8 jam per hari.

 


Informasi seputar Covid-19:
  1. Dilansir dari detik.com menurut penelitian yang dikutip dari Harvard Medical School, diperkirakan masa inkubasi COVID-19 selama 3 hingga 14 hari. Gejala infeksi akibat virus tersebut biasanya akan muncul dalam 4-5 hari setelah terpapar, dan mungkin bisa menular ke orang lain selama 48 jam sebelum gejala muncul. [2]
  2. Dilansir dari detik.com, pasien untuk yang tidak bergejala hingga sedang, isolasi mandiri selesai setelah dihitung dari 10 hari sejak tanggal mengalami gejala, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.  Pasien dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dapat dinyatakan selesai isolasi apabila telah mendapatkan hasil pemeriksaan RT-PCR 1 kali negatif, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.[3]
  3. WHO Guidelines [4]
  4. Satgas covid [5]
  5. Materi edukasi mengenai covid dari Tim Psikologi [6]




Sumber gambar:
  1. indonesiabaik.id
  2. merdeka.com
  3. jakarta.go.id
  4. republika.co.id
  5. cnn indonesia
  6. kemenkes.go.id
  7. https://promkes.kemkes.go.id/kumpulan-flyer-pencegahan-virus-corona
  8. https://twitter.com/PrayerTimes/
Continue reading Pengalaman sebagai Penyintas Covid-19

Selasa, 31 Desember 2019

, ,

Tentang Resolusi 2020

Sudah lama sekali rasanya tidak menulis yang 'agak' serius di blog saya ini. Beberapa tahun lalu saya pernah menulis tentang "Bicara Jodoh" dan "Perempuan & Kapan Kawin" mungkin jadi tema yang begitu sensitif digenerasi Y. Iya kan? 😉

Bicara soal resolusi saya yakin semua orang punya tujuan/goal/resolusi di setiap tahunnya. Ada yang 90% berhasil, ada yang masih berjuang di akhir tahun, 50% berhasil 50% gagal, atau bahkan ada yang gagal 90%. Namun, saya juga percaya ada beberapa orang yang tidak menuliskan resolusinya setiap tahun. Baginya, let it flow aja, nikmati apa yang dikasih Tuhan. Itu juga benar seringkali bahwa kita kecewa atau merasa gagal ketika resolusi itu tidak tercapai.

Saya, dulu sering menuliskan resolusi setiap tahun di dinding kamar, setiap tercapai dengan bangga mencoret resolusi tersebut. Ada yang masih banyak atau ada yang sudah tercapai. Tapi beberapa tahun ini saya memilih untuk tidak lagi menuliskannya. Biarkan semua berjalan dengan sendirinya. Barangkali hanya 2-3 resolusi terbesar saja yang ditulis dalam benak saya, agar selalu diingat dan terus berjuang. Mungkin sebagian resolusi saya tahun-tahun kemarin sudah tercapai. Jadi, saatnya membiarkan jiwa raga mengikuti dan menikmati kebahagiannya sendiri. Semakin dewasa kita akan semakin tahu apa yang jadi prioritas. Malah kadang Tuhan memberikan bonus resolusi saat kita tidak menginginkannya. 

Sekarang kalau ditanya resolusi 2020 apa? Saya ingin membiarkan jiwa dan raga saya bahagia. Membiarkan pikiran saya tenang, melewati setiap proses ujian dan menikmati kebahagian yang Tuhan berikan, dan tak berhenti berjuang jikalau kegagalan masih harus dirasakan. Gagal itu terkesan kita berada di titik bawah tapi percaya setiap orang punya standar kegagalan yang berbeda. Begitupula dengan cara mereka membangkitkan diri. Kuncinya ada pada diri kita. 

https://creativemarket.com/LanaSweet/4234295-New-year-resolutions-2020-on-desk
Banyak dari mereka yang belum menikah, padahal mereka sudah berjuang jatuh bangun untuk bisa menikah. Itu hanya butuh waktu dan kesabaran. Ada yang putus saat mau tunangan, padahal masa depan bersama sudah di depan mata. Ada belum dapat kepastian, apakah mereka masih bisa bersama tapi terganjal restu orangtua. Ada masih berusaha cari kerja, padahal mereka sudah rela untuk bisa kerja di mana saja. Masih banyak orang berjuang buat mendapatkan anak, padahal sudah berbagai cara untuk bisa mendapatkannya. Banyak teman-teman di sana yang berusaha untuk bisa lulus kuliah tepat waktu. Mereka yang sedang berusaha kurus tapi tak direstui karena bertambahnya  jumlah makanan yang enak. Banyak yang sudah bertahun-tahun kerja tapi gagal terus mendapatkan promosi jabatan padahal seleksinya sudah berhasil dilalui. Lalu, bahkan ada yang sedang berjuang dalam hidup, melawan rasa sakit dalam tubuhnya. 

Nah, bagi sebagian orang tingkatan kebahagian itu berbeda. Jadi jika kita ukur kebahagian setiap orang, kita tidak akan pernah merasa puas. Maka, resolusi tahun 2020 mari kita hiasi dengan kebahagian. Entah untuk diri kita ataupun orang lain. Apapun yang membuat kita bahagia itu yang kita jalani. Bagi yang masih banyak goal yang harus dicapai di tahun 2020 jangan patah semangat 💪💪 Selamat berjuang! tetaplah bahagia walaupun pada akhirnya tak tercapai. 😘

Percayalah terkadang Tuhan memberikan kita hal itu bukan karena ingin tapi karena Tuhan tahu kita butuh atau membutuhkannya. Semua butuh waktu dan proses. Toh, yang sulit itu menjalani prosesnya bukan hasilnya 😊 Walaupun oranglain hanya melihat hasil akhirnya. Bila gagal, InsyaAllah masih punya waktu dan kesempatan yang lain. Jangan berhenti percaya atas niat baik kita. Allah pasti menempatkan semua itu di waktu dan tempat yang PAS! Aamiin. 

Terima kasih 2019 atas segala kesempatannya dan Selamat Tahun Baru 2020! 💋🌟

Bandung, 31 Desember 2019


img src: http://www.vancouversun.com/cms/binary/10694640.jpg


Continue reading Tentang Resolusi 2020

Kamis, 03 Oktober 2019

, ,

Sarapan Murah di Waroeng Kopi Klotok Yogyakarta

Akhirnya bisa ngeblog lagi! hehe Sebenarnya trip ke Yogyakarta kali ini punya maksud tertentu. Apa tuh? Nanti bakal saya ceritakan di bagian selanjutnya. 😀  Nah, selama di Yogyakarta, saya nyetir mobil sendiri. Kenapa? karena teman-teman seperjuangan saya tidak bisa menyetir mobil manual! 🙅 hahah apa mau dikata gengz! Alhamdulillah selama di sana kami dapat mobil pinjaman dari sodaranya aya dan mobilnya i***va dong 😅 *intermezzo sedikit ya ✌


Dua teman saya yang "cuma" bisa nyetir mobil matic 😜

WAROENG KOPI KLOTOK

Sudah pernah dengar Waroeng Kopi Klotok, tempat hits di kota Yogyakarta? Nah, hari pertama saya dan gengz di Yogyakarta memutuskan untuk sarapan di sana sebelum check-in di hotel siang nanti. Perjalanan kami dimulai dari The Alana Hotel Yogyakarta menuju Warung Kopi Klotok, jaraknya sekitar 12 km atau perjalanan sekitar 25-30 menit. Yogyakarta selalu menyisakan rindu ya ~ selalu ingin kembali ke kota ini. seperti lagunya Kla Project-Yogyakarta.

Waroeng Kopi Klotok ini terletak di Jalan Kaliurang KM.16, Pakembinangun, Pakem, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jadi kalau kalian ada rencana trip ke daerah Kaliurang jangan lupa untuk sekedar sarapan atau makan siang di sini ya! Suasananya buat kalian betah di sana.~ Kenapa? Yuk, simak selanjutnya!

MASAKAN RUMAHAN DAN SUASANA DESA

Jadi apa yang menarik nih? Kami sampai di sana sekitar jam 9 pagi dan ternyata sudah penuh dengan pengunjung. Lokasinya yang agak sedikit masuk ke jalan membuat kami sedikit ragu, bener gak ya? Sudah banyak pengunjung yang parkir ternyata dan penuh bangeeeet! Untung yang nyetir mobilnya wanita, alhamdulillah dapet parkir 😃 Jadi, memang benar pengunjung rela antre dan nunggu dapet parkir supaya bisa makan di sini. Mobil-mobil yang datangpun gak cuma dari daerah sekitar, seperti kami mobil berPLAT D, ada juga yang dari Jakarta, atau bahkan dari Bali. 

img source: https://www.outingjogja.com/2016/08/untuk-masalah-kuliner-jogjakarta-memang.html
Pertama kami masuk, ternyata antreannya cukup panjang, kami antre sekitar satu jam. Dan pelajaan buat kami karena penuh, setidaknya nge-tag dulu tempat duduk ya sehingga gak perlu lagi antre menunggu pengunjung lain selesai makan.



Sesuai namanya, rumah makan ini pasti menyediakan kopi klotok. Kopi klotok itu adalah kopi hitam panas. Dikatakan kopi 'klotok' katanya, karena pada saat merebus kopi ini mengeluarkan suara 'klotok-klotok' ketika mendidih. Kopinya terlihat seperti kopi yang lain sih, namun kata teman saya rasanya okelah. hehe *saya bukan penggemar kopi, jadi menurut saya semua kopi sama 💃 ✌

Ternyata semua serba prasmanan. Ini yang membuat waroeng kopi klotok terasa istimewa. Tak hanya menjual kopi, ada makanan yang disajikan prasmanan dengan suasana pedesaan. Di luar sana pengunjung bisa duduk bersila di atas tikar dengan pemandangan sawah. Nah karena matahari sudah mulai tinggi dan panas, kami memilih untuk duduk di dalam waroeng kopi klotok. 


Sego jangan (nasi sayur) adalah salah satu makanan yang paling favorit dan populer di warung makan ini. Warung ini menyediakan berbagai pilihan sayur, seperti sayur lodeh, sayur asem, atau sop. Selain itu juga ada tempe goreng, pindang goreng, telur dadar krispi (favorit juga), dan sambal dadakan. Istimewanya warung ini adalah karena mereka menyajikan masakan rumahan dan rasanyapun tak jauh berbeda dengan masakan di rumah lho ~~ Telur krispi di sana seperti telur krispi buatan saya sih, cuma kemarin agak asin. hahaa Mau coba telur krispi saya? follow me on Instagram 😝

Waroeng Kopi klotok ini bener-bener ndeso alias desa banget. Tak hanya masakkan tapi juga bangunan yang kampung banget. Lalu, selama makan kami diiringi musik jawa, keroncong. Di dalam rumah ini kami menjumpai barang-barang tempo dulu. Kursi dan mejanyapun mereka memilih dari bahan kayu untuk mempertahankan rasa "desa" sehingga pengunjung merasa seperti ada di rumah sendiri. 

 

Warung ini juga menyediakan cemilan favorit, yaitu pisang goreng. Entah apa racikannya yang membuat pisang goreng ini menjadi nikmat dan gurih. Satu porsi pisang goreng isinya dua dan kami memutuskan membeli 3 porsi ;) Nah, Kalau ala-ala sopir ya tak enak makan pisang goreng tanpa ditemani kopi, teh manis, wedang jahe atau minuman lainnya. Kata teman saya, kopi dan teh serehnya enak. Saya memilih untuk membeli es teh manis yang juga enak dan murah! Hanya Rp2.500 saja, Es teh tawar Rp1.500 lho… Kopi? Rp5.000 saja. 



Awalnya tergiur dengan minuman es jeruk, tapi ternyata sudah habis,😭 padahal baru jam 11 lho. Kata mas-nya ini juga salah satu minuman favorit dan cepat sekali habis. Memang kelihatan seger gitu apalagi dengan harga yang murah. hehe Kami menghabiskan sekitar seratus dua puluh ribuan saat brunch (breakfast & lunch) untuk lima orang. Murah kan?






Bagaimana? Tertarik untuk mencoba makanan di sini? Jangan lupa mampir kalau kalian lagi main ke Yogyakarta ya. ❤

ALAMAT KOPI KLOTOK

Jalan Kaliurang KM.16, Pakembinangun, Pakem, Area Sawah, Pakembinangun, 
Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Jam buka: Setiap Hari 07.00–22.00 WIB
Telepon: 0812-2221-1635


Continue reading Sarapan Murah di Waroeng Kopi Klotok Yogyakarta

Kamis, 04 Juli 2019

, ,

Akhirnya Ada Big Bad Wolf 2019 di Bandung

Hore! Sebagai pecinta buku, saya sangat senang begitu ada informasi mengenai acara ini. Apalagi acara ini diadakan di Bandung.🙆 Big Bad Wolf ini merupakan bursa buku terbesar. The Big Bad Wolf Sale ini ternyata pertama kali diadakan di Kula Lumpur tahun 2009. Berawal dari sebuah event "cuci gudang", dari berbagai buku laris hingga buku langka.

Big Bad Wolf Book ini baru pertama diadakan di Bandung, buka 24 jam selama 11 hari dari tanggal 28 Juni 2019 sampai 08 Juli 2019, di Mason Pine Hotel Kota Baru Parahyangan dan GRATIS!. Bagaimana? Masih gak tertarik? Tenang!  Diskon yang ditawarkan gede banget lho, mulai dari 60-80%. Tempatnya memang berada di Bandung Barat, tapi jangan khawatir bagi yang menggunakan mobil silakan melewati tol untuk sampai di tempat ini 😬 Nah, untuk informasi mengenai event ini kalian juga bisa cek di websitenya: https://www.bigbadwolfbooks.com/id Bagaimana keseruan saya di acara BBW 2019 kemarin?


Saya sendiri memutuskan untuk datang di hari ke-2. Khilaf! Tentu saja. hehehee Saya dan adik-adik saya memang dari dulu sudah suka membaca buku. Koleksi buku-buku kami pun berbeda ada yang suka dengan sejarah, biografi, komik, novel, atau buku agama. Kami memutuskan untuk datang ke event ini malam hari. Awalnya ingin datang sekitar jam 9 malam namun dindur karena harus membereskan sesuatu hingga akhirnya datang pukul 00.00/00.15 dini hari. 😝 Terasa di pesta midnight sale gitu. Di saat orang udah banyak pulang dan kami baru datang. Antri? Enggak. karena sudah tengah malam juga sih. Pas masuk, ramai? Masih sih, tapi mungkin tidak sepadat kalau pagi sampai malam hari. Mayoritas yang masih ada di sana, anak-anak muda. Ya, masih bisa bernapas untuk memilih buku dengan enjoy, walau ngantuk sih sebenarnya. hahaa Tapi udah sampai sana ngantuk hilang dan berasa ada di surga buku. 💗


Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Kota Baru Parahyangan ini memang banyaknya buku-buku International alias buku import, Tapi jangan khawatir ada juga kok buku-buku bahasa Indonesia walaupun memang gak sebanyak yang dibayangkan. Di BBW ini menjual berbagai jenis buku, seperti novel, komik, buku anak, biografi, agama, seni, musik, desain & arsitektur, kuliner/tata boga, traveling, psikologi, motivasi, ekonomi bisnis, kedokteran, disney, hingga puzzle juga tersedia di sana. 

Penerbit yang berpartisipasi juga tidak banyak,  rata-rata buku terbitan Mizan Grup. Untuk buku-buku yang di sale juga relatif tahun lama, ya sekitar 5 tahun ke belakang. Jangan khawatir, buku best seller juga tetap ada di sana kok. Nanti saat di sana akan dibedakan dengan papan warna, warna kuning/oranye untuk yang Bahasa Inggris dan biru/toska untuk yang Bahasa Indonesia.

Di BBW Bandung ini juga banyak buku anak. Temanya variatif, mulai dari komik, novel anak, buku membaca dan mewarnai, buku pelajaran, buku interaktif (ayo sholat, dll), dan banyak lagi. Selama di sana banyak Ibu-ibu muda yang rela ngubek tumpukan buku, mencari buku favorit anak-anaknya. Turut serta membawa anaknya untuk memilih. Sayang sih ya, saat saya datang kebanyakan bukunya tidak lagi tertata dengan rapi. Jadi sedikit agak susah untuk memilihnya karena sudah tercampur. Tapi, salut sama panitia BBW, semuanya "gercep" mereka langsung menyusun kembali buku-buku tersebut. Mayoritas panitia di BBW memang anak-anak muda 💪

Saya tentu saja memilih untuk langsung mengunjungi buku-buku novel. Takjub memang sama harganya, mulai dari Rp10.000 hingga Rp40.000 an saja. Rata-rata berkisar Rp25.000 untuk buku lokal. Sedangkan, novel import itu mulai dari Rp70.000 hingga Rp100.000an. Untuk novel import saya memilih karya Rainbow Rowell selain karena suka liat covernya,  kalau dicek harga sih sekitar $18 tapi di sana saya hanya membayar Rp70.000 saja. Sisanya saya membeli novel Indonesia yang satu Rp10.000 dan Rp38.000. Buku anak-anak yang saya beli juga sekitar Rp15.000 saja. Saya cuma beli 6 buku kok, ini udah direm, nggak sanggup takut bablas. haha Emak-emak ayo beli. heheee



Adik saya beli buku referensi S-2 tentang Arsitektur juga murah bangeeet. Kalau di Amazon itu sekitar Rp650.000an di sana dapet ya Rp165.000 saja.  Buat referensi Arsitek, Desain, Kedokteran, atau buku resep buat masakan jadi menggoda. Bisa deh dateng ke sini, Adik saya yang satu lagi memilih untuk membeli buku biografi dan motivasi juga. Harganya rata-rata sekitar Rp35.000 saja. Makanya doi langsung khilaf. Paling banyak beli buku di antara kami. 👻 

 
Setelah hampir dua jam berada di sana kami memutuskan untuk mengakhirinya, takut bablas. hehe Perjalanan menuju kasir kami masih bertemu buku-buku import yang juga menarik perhatian. "AH! tuh kan masih ada" "Udah ah". ~lalu melipir pergi walau mata masih jelalatan ya. wkwkw Ternyata setelah saya perhatikan banyak juga yang keranjangnya penuh atau bahkan membawa koper sendiri, sanking banyaknya. Mungkin mereka mbak-mbak JASTIP. 😁

Mungkin karena sudah dini hari kami pun gak perlu menunggu lama antri di kasir. Anak-anak muda semua yang menjadi kasir. 😍 Kasir di sana banyak banget kok mungkin ada 30an deh kalua saya tidak salah. Nanti, sebelum bayar semua bukunya ditanya dulu untuk membayar menggunakan cash atau debit. Kasirnya pun dibedakan, biar cepet lah ya. ~~ Thanks a lot, guys! 

Gak nyesel sih datang ke sana walau tengah malam, tapi puas. Malah yang gak puas dan bikin sesek napas sih, dompet.  Luar biasa! Setelah dihitung kami membeli 17 buku dengan total Rp800.000an, murah bangeeettttt kan ya. 


So, jangan sampai kehabisan sama buku2 favoritnya. Apalagi emak2 yang punya anak kecil. Awas khilaf lho ya!. karena di sana itu Surga. Lihat!, sampe kucing saya pun pengen eksis foto di buku-buku ini. 


Selamat berburu buku murah ya temans! 👻💓

Continue reading Akhirnya Ada Big Bad Wolf 2019 di Bandung

Jumat, 14 Desember 2018

, ,

De Voyage: Ada Kampung Eropa di Bogor

Mau ke Eropa tapi uang tabungan masih belum cukup? Sepertinya tempat wisata De Voyage dapat menjadi alternatif untuk sekedar foto-foto ala Eropa. De Voyage yang dibuka sejak April 2018 ini menjadi tempat wisata terbaru dan terpopuler untuk warga Bogor dan sekitarnya. Mengapa tidak? Suasana ala Eropa ini menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ke sini. 



Konsep De Voyage mungkin memang tidak begitu jauh dengan Farm House di Lembang. Mirip juga dengan Santorini Park dan The Venezia di Huahin, Thailand (baru pulang dari sana 😉). De Voyage ini konsepnya kayak perkampungan Eropa. Replika bangunan di sini di buat mirip dengan arsitektur Eropa. Ada replika menara menara Eiffel, red phone box London, gondola seperti di Venesia, dan ada juga rumah kincir angin ala Belanda. Selain itu, ada juga mural background dengan suasana seperti kota-kota di Eropa, Praha, London, Menara Pisa Italia dan lainnya yang cocok untuk dijadikan latar foto. Tempat ini memiliki lebih dari 150 spot selfie lho.


Saat era digital seperti ini, tempat dengan spot foto yang bagus menjadi faktor lain dari suatu tempat wisata. Kalau kata anak generasi sekarang "intagramable" banget. Nah, setiap sudut bangunan di De Voyage penuh warna-warni yang ciamik. Selain itu tempat ini memiliki fasilitas  photo booth memakai kostum khas Eropa dengan background khas Eropa. Jadi, jangan lupa bawa kamera dan hunting foto sepuasnya.

Saat masuk ke De Voyage tidak diperkenankan untuk membawa makanan atau minuman dari luar. Selain ada tulisannya, juga dirazia lho. Isi tasnya dilihat satu per satu. Ada tempat penitipan makanan dan minuman yang kita bawa jika ingin dititipkan, ada di dekat pintu tiket masuk. Jika perut terasa lapar, di dalam area ini terdapat  banyak cafe, restoran, atau tempat menjual ice cream dan minuman. Harganya? Sepertinya standar café atau restoran ya, karena selama di sana saya tidak membeli apapun. heheh Maka lebih baik sarapan yang kenyang dan datang saat pagi hari. 😙


 
Selama De Voyage kita juga bisa berkeliling kampung Eropa menyusuri sungai dengan menggunakan kano atau gondola, lengkap dengan aliran sungai ala venezia. Sungai buatan ini yang mengitari area taman dengan pemandangan bangunan-bangunan unik berdesain eropa.



De voyage Bogor menyediakan toko souvenir. Berbagai macam cendramata bertemakan eropa bisa dibeli di sini. Beberapa diantanya miniatur Menara Eifel, Rumah Kincir Angin, gantungan, t-shirt, dan asesoris lainnya.




Rasanya De Voyage saat ini masih kurang nyaman untuk anak-anak karena ada sungai, khawatir anak-anak akan jatuh ke sungai. Jadi orangtua harus tetap waspada ya, tetap dalam pengawasan orangtua. Namun, Devoyage juga menawarkan wahana permainan anak-anak. Wahana seperti House of Game, Playground Ferris wheel, Kiddy Ride, Face and Body Painting, Arto Tato dan beberapa permainan lain. Harga tiket wahana permainan anak-anak mulai dari Rp15.000 – Rp35.000.

De Voyage ini suasananya bersih dan asri, spot untuk berfoto juga bagus, dan areanya cukup luas (seluas 1,5 hektar). Kebetulan saya datang pas akhir pekan, awalnya sepi jam 10an lama-lama jadi ramai pengunjung, maka area seluas itu terasa sempit. hehe Tempatnya cocok sekali dengan anak milineal untuk sekedar hangout atau pacaran. 😛 Keluarga muda juga oke kok untuk sekedar bermain bersama dengan suasana kampung Eropa. DeVoyage ini ada di area Bogor Nirwana Residence, bersebelahan dengan The Jungle dan persis di seberangnya hotel Aston Bogor.  Ayo kapan lagi main ke kampung Eropa? Bagus lho untuk sekedar posting di media sosial. ✋😀 Sesuai tagline DeVoyage:  Holiday, Selfie, and Foodies. 


-----
Alamat: Bogor Nirwana Residence, Jl. Raya Bogor - Jkt No.240, Mulyaharja, Kota Bogor, Jawa Barat 16135 Bogor, Jawa Barat

Jam Buka: 
Senin-Jumat:  09.00–17.00 WIB.
Sabtu-Minggu: 09.00–19.00 WIB.

Tiket Masuk: Hari Biasa: Rp25.000; Akhir Pekan: Rp35.000

Sewa Kano/putaran maks. 2 dewasa dan 1 anak: Rp50.000

Websitehttps://www.devoyagebogor.com/

Continue reading De Voyage: Ada Kampung Eropa di Bogor