Tampilkan postingan dengan label wadah layar lebar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wadah layar lebar. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2020

,

Hidup Itu Penuh Kejutan || DIA (Kannada, India) || Review Film

Mau nonton versi lain dari film India? Silakan menonton film DIA. Dia adalah film drama romantis India berbahasa Kannada yang dirilis di India pada 7 Februari 2020 dengan durasi waktu 136 menit. Walau pada awal penayangannya tak sehits film-film Bollywood nyatanya kini film ini menjadi trending topic diberbagai ulasan film setelah masuk ke platform film digital.

SINOPSIS

Film ini berkisah tentang seorang gadis introvert, Dia Swaroop, mahasiswa biotek. Suatu hari tanpa sengaja Dia bertemu dengan Seniornya di kampus bernama Rohit. Karena kepribadiannya yang introvert dia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Tiga tahun berlalu, Dia bertemu kembali dengan Rohit di Mumbai di mana dia telah pindah dan bekerja. Lagi-lagi ia harus memendam cintanya dan tak sanggup bertemu apalagi menyapa. Namun, ternyata Rohit jatuh cinta pada Dia dan ingin melamarnya. Suatu malam ketika mereka dalam perjalanan pulang setelah menonton film, mereka mengalami kecelakaan. Ketika Dia bangun di rumah sakit dan menanyakan keadaan Rohit, dia diberitahu oleh pamannya bahwa Rohit telah meninggal. Dia tak bisa menerima kematian Rohit, Dia mengalami depresi berat dan memutuskan untuk bunuh diri di perlintasan kereta api. 

Seorang Dia yang depresi dan memiliki pemikiran 'hidup penuh masalah dan rasa sakit', akhirnya memutuskan untuk pergi dari Mumbai ke Bengaluru untuk terapi dan menenangkan diri. Secara tidak sengaja bertemu dengan Adi, seorang pemuda berjiwa bebas, yang percaya bahwa 'hidup adalah tentang mukjizat dan kejutan'. Adi sering memanggilnya sebagai Dia Soup, dan setelah beberapa kali bertemu, mereka menjadi teman baik, dan membantu Dia melupakan luka masa lalu. Dia mendapat kesempatan kedua dalam cinta dan kehidupan. [1]

Ternyata Adi jatuh cinta pada Dia dan Adi mengungkapkan cintanya kepada Dia. Akhirnya Dia menerima kehadiran Adi. Namun, ketika manisnya perjalanan cinta mereka, muncul hal yang tidak terduga. Dia mengetahui bahwa Rohit masih hidup. Perjalanan roller-coaster dimulai ketika Dia harus memutuskan apakah akan tetap dengan Rohit, yang merupakan pilihan orang tuanya, atau melanjutkan hidupnya bersama Adi. 

cinimirror.com


ULASAN 

Dia, seorang gadis muda yang introvert kehidupan sehari-harinya jadi cerah dan bahagia ketika dia jatuh cinta pada Rohit, salah satu senior di kampusnya.  Menjadi gadis yang tertutup dan berusaha mengekspresikan cintanya menjadi tantangan terbesar dalam hidup. Ini juga berlaku bagi laki-laki, rasanya sulit sekali mengungkap apa yang kita rasa dan pikirkan. Tapi sama dengan halnya orang yang memiliki sifat ekstrovert, kadang sulit juga kalau urusan hati.

Menariknya dari film ini adalah bagaimana penggambaran pertemuan antara Dia dan Rohit maupun Adi dan Dia.  Tanpa sengaja dan takdir yang membawa mereka. Pertemuan Dia dan Rohit di lift serta Adi  yang berlari untuk mendapatkan tas Dia yang dicuri oleh pencopet, tapi Dia tidak tertarik untuk mendapatkan tasnya kembali karena sedang depresi berat.

Perasaan campur aduk juga terjadi ketika akhirnya ketika Dia bertemu Rohit pasca-kecelakaan sementara dia telah jatuh hati pada Adi. Antara sedih, senang, atau terkejut. Haruskah Dia melanjutkan kisah cintanya dengan Rohit dan menikahinya?

Selain kisah cinta Adi dan Dia yang 'sweet', film ini juga menceritakan kedekatan Ibu dan Anaknya yang digambarkan melalui hubungan Adi dan ibunya, yang ia panggil dengan sebutan, Lucky. Cara Adi menyampaikan cinta untuk ibunya dalam sebuah surat dan pertama kalinya saat Adi memanggilnya 'amma' adalah salah satu episode yang paling mengharukan.  [1]

https://www.thenewsminute.com

Film ini juga membuat kita terbawa dalam susana jatuh cinta dan patah hati sekaligus. Dia adalah kisah cinta yang membawa kita berada seperti naik roller coaster. Uniknya film ini adalah jalur kereta api juga memiliki kisah yang tidak biasa untuk diceritakan dan klimaksnya membuat jantung semua orang bisa berhenti sejenak serta kehilangan kata-kata. Sayapun demikian! cuma bisa berkata 'huaaaaaaaa'. 

Pada film DIA ini hanya menampilkan beberapa karakter tapi membawa kesan yang mendalam dalam menceritakan isi dari film ini. Walau tidak sehebat para pemain Bollywood saya rasa mereka berhasil memerankan tokohnya dengan sangat baik. 

Berbeda dari film India lainnya, film DIA hanya memiliki satu soundtrack saja 'soul of Dia'. Namun, bisa menggambarkan keadaan dan perjalanan kehidupan dari seorang DIA. Jadi, jika ingin menonton tanpa banyak adegan menari dan nyanyi, ini bisa jadi pilihan. 

Drama romantis ini akan membuat kita berada di perjalanan emosional seorang gadis yang jatuh cinta dan patah hati secara bersamaan. Plotnya hadir dengan banyak kejutan dan diakhiri dengan klimaks yang sama sekali tidak terduga. 

Bagaimana akhir dari kisah DIA? Siapakah yang akan Dia pilih, Rohit ataukah Adi? Silakan menonton ya. 😉 


times of india

Menurut beberapa sumber artikel di India karena keberhasilan film DIA ini, ternyata akan di-remake oleh perfilman Telugu. Kita nantikan ya filmnya. 😍

Rating: 🌟 4.5/5.0

Trailer film DIA



twitter




DIA  | 2020Durasi: 136 menit | Tanggal Rilis: 7 Februari 2020 | Sutradara dan Penulis Naskah: K S Ashoka | Produser: D Krishna Chaitanya | Pemain: Pruthvi Ambaar, Dheekshith Shetty, Kushee dll. | Produksi: Sri Swarnalatha Productions| Distribusi: KRG Studios
Continue reading Hidup Itu Penuh Kejutan || DIA (Kannada, India) || Review Film

Jumat, 22 Juni 2018

, , , ,

Mersal: Petualangan Sang Dokter || Review Film

Seperti diketahui bahwa di India memiliki produksi film di berbagai negara bagian atau daerah India dengan menggunakan bahasa setempat, seperti Hindi, Tamil (India Selatan), Punjabi, Telugu, Kannada, Urdu, dsb. Namun, sebagian orang mengenal film-film India sebagai film "Bollywood" padahal tidak semua film India adalah Bollywood. Film berbahasa Tamil berbasis di Chennai yang terkenal dengan julukan "Kollywood", film berbahasa Telugu berbasis di Hyderabad, dijuluki "Tollywood" atau "Pollywood" berbasis di Punjab, India, "Mollywood" (berbahasa Malayalam), "Sandalwood" (berbahasa Kannada), dsb. Nah, kalau artis pertelevisian atau sinetron India bukan disebut Bollywood tapi Tellywood :D

Kali ini saya tidak membahas film Bollywood tapi hits nya sama dengan film Bollywood. Mersal adalah film Tamil telah menjadi film terpopuler ditahun 2017 di India.  Mersal diproduksi oleh industri perfilman di Tamil.  Film ini telah mengeluarkan dana yang fantastis untuk menggarap setiap detail prosesnya. Vijay, Samantha, Kajal Aggarwal, dan Nithya Menen adalah bintang utama dalam film ini.  Mersal bergerak melalui dua karakter utama, Maaran (Vijay), seorang dokter yang tulus yang berjuang melawan korupsi di jantung industri medis India dan Vettri (Vijay), seorang penyihir yang keluar untuk membalas dendam. Keduanya adalah saudara-saudara yang terasing dan setelah mereka berkumpul, mereka mengetahui tentang musuh bersama mereka, Daniel (SJ Surya), yang telah membunuh ayah mereka (Thalapathy dimainkan oleh Vijay) dan ibu (Nithya Menen). Film ini rilis di seluruh dunia pada tanggal 18 Oktober 2017 pada saat hari Diwali dengan durasi 169 menit.


Mersal lebih mengangkat kisah tentang balas dendam dan mengambil beberapa masalah sosial yang penting. Bagaimana kaitan antara sosial, politik, dan medis ada di film ini. Film ini dikemas dengan baik dan menghadirkan berbagai kejutan bagi penonton dan memiliki tema yang relevan (meskipun bidang medis telah menjadi target untuk banyak film). Atlee, sang sutradara mengatakan film ini selain sebagai hiburan namun juga menambahkan banyak pesan sosial di dalamnya. Selain itu, yang menarik perhatian saya bahwa pada film ini Vijay memerankan tiga peran sekaligus. Karakter yang dibangunpun sangat baik. Vijay berhasil membuat penonton terpukau. Kisah drama, action, dan hiburan dikemas apik. Lantunan melodi yang dibuat oleh A. R. Rahman juga dibuat dengan sangat baik sebagai composer ternama di India termasuk Bollywood. Mersal juga meraih beberapa penghargaan di berbagai festival film India Selatan. BLOCKBUSTER!

Ada satu adegan yang sudah beredar luas di sosial media tentang cuplikan film mersal saat sang dokter berada di Bandara. Benar kata pepatah Don't judge a book by its cover dan itulah yang dilakukan banyak orang saat sang dokter tidak terlihat seperti dokter karena hanya memakai pakaian tradisional Tamil. Lalu, bagaimana kelajutan dan keseruan film ini? Silakan menonton ya. 😉

Rating: 🌟 4/5.0




Mersal | 2017 | Sutradara: Atlee | Produser: N. Ramasamy, Hema Rukmani, H. Murali | Penulis Naskah: Atlee | Pemain:  Vijay, Kajal Agarwal, Samantha, Nitya Menon, Vadivelu, S.J.Surya, dll.  | Produksi: Thenandal Studio Limited | Music: by A. R. Rahman

Continue reading Mersal: Petualangan Sang Dokter || Review Film

Senin, 26 Maret 2018

, , ,

Hichki: Tidak Ada Murid yang Bodoh, Hanya ada Guru yg Buruk || Review Film

Bagi yang dulu senang menonton Kuch Kuch Hota Hai atau Black pasti sering mendengar nama Rani Mukherjee atau Rani Mukerji. Kali ini Rani kembali berakting di film terbarunya HICHKI setelah hampir 4 tahun rehat dari dunia akting pascamenikah dan melahirkan. Saya sendiri rindu aktingnya setelah film terakhirnya Mardaani tahun 2014. Saya sempat mendengar akan ada film baru yang akan dibintangi Rani dan diproduserin oleh suaminya sendiri, Aditya Chopra. Sayapun merasa antusias untuk menontonnya. Trailer yang muncul akhir tahun 2017 lalu sudah menembus 18 juta penonton di chanel youtube yrf (yash chopra film). Kembalinya Rani di dunia Bollywood membawa angin segar bagi para fans Rani di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Rani berjanji dia akan tetap ada setiap tahun untuk para penonton Bollywood. Sayapun antusias untuk menonton Hichki pada hari ke-2 penanyangannya di bioskop Bandung walaupun nonton sendirian.😋 Tak seperti kebanyakan film, film Bollywood di Indonesia hanya memiliki waktu tayang yang tak lama. Namun, tak perlu khawatir bagi yang tinggal di Jakarta, film Bollywood akan lebih lama tayang daripada di Bandung. 


Hichki (Hiccup) yang tayang 23 Maret 2018 lalu ini bercerita tentang seorang guru Naina Mathur (Rani Mukerji) yang menderita Tourette Syndrome atau lebih dikenal dengan gangguan saraf yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan (tic) tanpa bisa mengontrolnya. Film ini diadaptasi dari buku Brad Cohen dan film America Front Class tahun 2008. Naina sudah banyak ditolak oleh beberapa sekolah dari tempat tinggalnya karena mereka menganggap gangguan yang diderita akan menjadi penghalang ia sebagai seorang guru. Suatu hari, setelah banyak penolakan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan impiannya sebagai guru di salah satu sekolah paling elit di kotanya, St. Notker's. Lalu, ia menyadari bahwa kelas yang dapatkan, yaitu kelas 9F yang hanya terdiri dari 14 siswa yang nakal. Sebelumnya mereka adalah siswa di salah satu sekolah negeri. Ada hal yang membuat mereka terpaksa di sekolah tersebut. Hal ini yang membuat mereka  didiskriminasi oleh teman-temannya. Siswa 9F sering mengejeknya karena suara cegukan dan sindrom yang diderita Naina. Karena ini kesempatan, keinginan, dan motivasinya yang kuat, Naina harus berjuang untuk memastikan bahwa siswanya menyadari potensi mereka yang sebenarnya dan menghapus ketakutan mereka bersekolah di sekolah elit. Banyak hal yang dilakukan Naina untuk memastikan ia dan siswa nya tidak dikeluarkan karena kenakalan mereka. Naina juga harus berjuang melawan Pak Wadia sebagai guru yang berhasil membawa siswa kelasnya menjadi kelas terfavorit setiap tahun.

Siddharth P. Malhotra sang sutradara juga berhasil mengarahkan Rani dan anak-anak 9F mendapatkan cinta dan pujian penonton. Menghadirkan karakter Naina membuat suara seperti ‘waa waa’ dan ‘chak chak’ secara acak. Penempatan 'waa waa' terdengar sangat menarik. Saya rasa ini butuh tenaga dan akting yang sangat baik untuk mendapatkan karakter khas dari seorang yang mengidap Tourette Syndrome ini. Hichki layak untuk diapresiasi. Hichki adalah film yang penuh emosi, ada tawa, bahagia, sedih, dan banyak pesan moral di dalamnya. Tak hanya hubungan Naina dengan siswa-siswanya tapi juga terhadap keluarganya. Bagaimana keluarga membentuk karakter Naina yang begitu menganggumkan. Film ini juga memperlihatkan kemampuan dari kekurangan seorang guru yang mengajar dengan penuh kasih sayang. Akankan Ibu Naina bertahan mengajar siswa-siswa 9F?

Menurut saya film ini bisa menjadi pilihan untuk ditonton bersama keluarga tercinta. Banyak pesan yang terkandung di dalamnya juga para pemain yang ciamik memerankan karakter luar biasa. Rani? membuktikan bahwa fakumnya ia dari dunia film beberapa tahun ini tidak menurunkan kualitasnya dalam berakting. Kini, saya jadi nostalgia saat sekolah dan mengenang guru favorit. Bagi saya guru itu spesial. Dulu saya pernah bercita-cita untuk menjadi guru dan setelah menonton ini saya jadi tertarik kembali untuk mengajar. hehe Satu quote yang saya suka adalah "There are no bad students, only bad teachers". Selamat menonton ya. 😊

Rating:  3.5 🌟


Hichki | 2018 | Sutradara: Siddharth P. Malhotra | Produser: Aditya Chopra, Maneesh Sharma| Penulis Naskah: Siddharth P. Malhotra, Ankur Chaudhry | Pemain: Rani Mukerji, Supriya Pilgaonkar, Harsh Mayar, Hussain Dalal, Sparsh Khanchandani, Neeraj Kabi, Shiv Kumar Subramaniam, dll. | Diadaptasi dari: Buku dan Film Front of the Class | Produksi: Yash Raj Films
Continue reading Hichki: Tidak Ada Murid yang Bodoh, Hanya ada Guru yg Buruk || Review Film

Jumat, 26 Januari 2018

, , ,

Di Balik Kontroversi Film Padmaavat || Review Film

Di balik sejumlah kontroversial film "Padmaavat" (dulu: Padmavati) kini film tersebut tayang di seluruh bioskop dunia termasuk Indonesia. Setelah mundur beberapa kali waktu tayang, akhirnya film Padmaavat rilis 25 Januari 2018. Ini juga membuat beberapa film Bollywood yang rilis ditanggal yang sama memilih mengganti jadwal untuk memberikan kesempatan kepada film yang disutradari Sanjay Leela Bhansali ini. Setelah sukses dengan cerita Epic tahun 2015 lalu, Bajirao Mastani, kali ini SL Bhansali memilih untuk menghadirkan cerita baru. Namun, filmnya kali ini diprotes oleh beberapa kelompok agama Hindu dan daerah setempat, Rajput. Merasa cerita yang disajikan terlalu berlebihan dan bertolak belakang dengan situasi saat itu, SL Bhansali memilih untuk mengubah beberapa cerita di dalamnya demi tayang di bioskop India. Sempat ada beberapa berita saat itu apabila film ini tetap tayang maka akan ada ancaman dan tekanan kepada sutradara dan juga pemainnya, Deepika Padukone yang berperan sebagai Ratu Padmini/Padmavati. [1]

Padmavat (atau Padmawat) adalah sebuah puisi epic yang ditulis pada tahun 1540 oleh penyair sufi Malik Muhammad Jayasi. Sepotong sastra sufi yang terkenal dari masa itu. Menceritakan sebuah cerita fiksi alegoris tentang keinginan Sultan Alauddin Khilji dari Delhi untuk tituler Rani Padmini, Ratu Chittor. Alauddin Khalji dan Ratan Sen atau dikenal Rawal Ratan Singh adalah tokoh sejarah, sedangkan Padmini adalah tokoh fiksi, meskipun ini masih diperdebatkan. [2]

Dalam film ini SL Bhansali kembali berkolaborasi dengan dua pemain favoritnya, Deepika Padukone dan Ranveer Singh. Untuk melengkapi keduanya, Bhansali menambahkan Shahid Kapoor sebagai pemeran utama dan Aditi Rao Hyndari sebagai pemain pendukung nan cantik. 

Rani Padmavati (Deepika Padukone) istri Maharawal Ratan Singh (Shahid Kapoor), dikenal karena kecantikan, kepintaran, dan keberaniannya di India abad ke-13. Dia menangkap kemasyhuran Sultan Delhi yang berkuasa saat itu, Sultan Alauddin Khilji (Ranveer Singh) yang sangat berkuasa untuk memenuhi segala keinginannya termasuk terobsesi melihat kecantikan Padmavati padahal saat itu Dia memiliki istri Mehrunisa (Aditi Rao Hyndari). Berbagai macam cara dilakukan oleh Sultan untuk merebut tahta kerjaan dan juga Padmavati. Dia tak sendiri, didampingi oleh orang kepercayaan yang senantiasa patuh padanya, Malik Kafur (Jim Sarbh). Berbagai strategi dan penyerangan pun dilakukan. Tak kalah pintar dengan Sultan, Ratan Singh berbalik menyerang dan memegang teguh pada semua prinsip kerajaanya. Padmavati melakukan ritual untuk menjaga kehormatan dirinya dan sang Raja agar dia tidak jatuh pada Sultan Alauddin.

Sebagai penonton, memang ada beberapa bagian yang mengandung unsur "SARA". Bagaimana perbedaan dalam merebut tahta antara kerajaan Hindu dan Islam. Ada yang menonjol ada pula yang berpegang pada prinsip. Bagi saya, sebagai penonton harus cerdas dan mampu menganalisa dengan baik. Butuh cukup usia, memang. Namun, mungkin saja keadaan itu terjadi pada abad tersebut tidak pada abad saat ini. Kini, tinggal bagaimana pro dan kontra tersebut menjadikan pembelajaran bagi diri kita sendiri. Jika suka ditonton, jika tidak baca saja ulasan filmnya. hehee Selain kelompok Hindu, kelompok Muslimpun melarang untuk menonton film ini karena dianggap menghina citra Muslim. Namun, mereka tak menggelar aksi demo besar-besaran. Di lansir dari beberapa media di India, kelompok Hindu merasa bahwa adanya adegan romantis antara Sultan dan Ratu Padmavati yang mengakibatkan timbulnya pelecehan terhadap kaum dan keturunannya. Namun, Bhasali membatah akan tuduhan tersebut. [3] Berbeda dari film yang lain, film ini tak mengadakan promo tour film guna menghindari banyak konflik.

Di balik segala kontroversi film ini, saya selalu suka dengan hasil kerja keras dari SL Bhansali dan tim. Walaupun tak seperti film epic yang sebelumnya, memunculkan greget pada setiap scenenya, mungkin karena pengaruh perubahan cerita, film yang berdurasi 164 menit ini telah berhasil memukau saya sebagai penikmat genre epic. Mulai dari akting para pemainnya yang mempesona. Lalu, set kerajaan yang megah dan mewah yang dapat membawa saya seperti berada pada abad tersebut. Semua instrumennya terlihat bagus. Saya juga menyukai kostum yang digunakan pada Raja dan Ratu, terlihat glamor dan cantik. Selain itu, musik/soundtrack dan tarian tak lepas dari ciri khas Bollywood juga menambah keindahaan pada film ini. Bagaimana takdir mereka berempat selanjutnya? Saksikan di bioskop CGV tanah air ya. 😉

http://filmsxpress.com/userimages/424/images/padmaavat-banner.jpg

 Trailer Padmaavat Terjemahan Bahasa Indonesia:
MVP Film Indonesia


 
Padmaavat |  2018 | Sutradara: Sanjay Leela Bhansali | Produser: Sanjay Leela Bhansali, Sudhanshu Vats, Ajit Andhare | Penulis Naskah: Sanjay Leela Bhansali, Prakash Kapadia | Diadaptasi dari: Padmavat karya Malik Muhammad Jayasi | Produksi: Bhansali Productions, Viacom 18 Motion Pictures 

Continue reading Di Balik Kontroversi Film Padmaavat || Review Film

Minggu, 24 Desember 2017

, , ,

Kisah Kedekatan Ratu Victoria dan Abdul Karim || Review Film

Victoria and Abdul adalah sebuah film biografi yang diadaptasi dari buku Victoria and Abdul: The True Story of the Queen's Closest Confidant karya Shrabani Basu, tentang hubungan kehidupan nyata antara Ratu Victoria di Inggris dan pelayan India Abdul Karim yang menjadi kontroversi dan ditutupi selama lebih 100 tahun. 

Ratu Victoria yang diperankan oleh Judi Dench adalah Ratu Kerajaan Inggris pada tahun 1837-1901 kurang lebih menduduki tahta selama satu dekade. Abdul Karim yang diperankan aktor tampan asal India Ali Fazal adalah seorang pelayan dari Agra, India yang datang ke Inggris di usia 24 tahun untuk melayani Ratu Victoria pada perayaan naik takhta "golden jubilee" pada 1887.[1] Abdul Karim pemuda muslim yang memiliki perilaku baik, mampu menarik perhatian sang ratu. Dia juga mampu menjadikan hubungan India dan Inggris menjadi lebih erat. Saat itu India berada dalam kekuasaan Inggris. 

Dalam kurun waktu satu tahun, pemuda Muslim ini menjadi orang yang penting di kerajaan. Dia tak hanya menjadi seorang pelayanan kini menjadi guru atau mushi Ratu Victoria  yang mengajarkan ratu bahasa Hindi dan menyarankan agar belajar bahasa Urdu karena bahasa yang dianggap paling terhormat India Muslim dalam huruf Arab. Lalu, menghidangkan makanan khas India, yaitu kari, memperkenalkan buah mangga serta menceritakan kisah-kisah tentang Taj Mahal dan India.

Dicintai karena sebagai pemuda cerdas maka Ratu Victoria menjadi sangat dekat. Sang Ratu menjadi semakin sering menghabiskan waktu bersama Abdul. Ratu banyak bertukar pikiran dengannya. Suatu ketika saat ratu sedang dalam keterpurukan, dia bercerita pada Abdul. Ratu mengatakan "jika saya menjadi halangan bagi kerjaaan saya buat apa gunanya saya tetap hidup?" Abdul mengatakan bahwa "kita diciptakan untuk hidup agar kita berjuang, mengabdi dan beribadah. Kita ada di dunia untuk tujuan yang lebih besar. Dalam Al-Quran dikatakan bahwa kita ada di sini untuk kebaikan orang lain." "Al-Quran?" tanya sang ratu. Sebelumnya ia tak pernah mengetahui bahwa Abdul adalah pemuda Muslim. Saat itu Inggris hanya mengenal bahwa India adalah Hindu atau Hidustani. Sesaat ratupun terdiam karena munshi nya adalah seorang Muslim. Abdul mengatakan bahwa ia seorang Hafidz Quran dan banyak umat muslim yang memahami isi dari Al-Quran. 

Namun, kedekatan Ratu dengan Abdul membuat gelisah para staf kerajaan yang mengangap Ratu mengistimewakan Abdul Karim. Banyak cara yang dilakukan mereka untuk memanipulasi data tentang Abdul. Menurut Basu (penulis buku) "Kisah ini yang dicoba dihapus (oleh Inggris). Sangat penting untuk diangkat. Ratu Victoria belajar bahasa Urdu selama 13 tahun, itu penting, khususnya karena banyak terjadi rasisme terjadi banyak sentimen anti-Muslim." Hubungan Ratu Victoria dan Abdul dianggap sangat kontroversial oleh anggota keluarganya sehingga semua dokumennya dibakar. Basu  juga mengutarakan pada lansiran BBC bahwa dalam surat-suratnya (kepada Abdul) selama bertahun-tahun setelah ia tiba di Inggris sampai kematiannya pada 1901, ratu menandatangani surat dan menyebut sebagai "ibu yang mencintaimu" dan "rekan dekatmu." Di surat-surat lain, ia menambah tanda ciuman sesuatu yang sangat jarang terjadi pada saat itu. Hubungan inilah yang membuat marah anak-anak Ratu Victoria. [2]

Film yang berdurasi 112 menit ini dirilis pada tanggal 22 September 2017 yang lalu ini berhasil meraih box office di beberapa bioskop. Film ini disutradarai oleh Stephen Frears dan naskahnya ditulis ulang oleh Lee Hall. Film ini juga dibintangi oleh aktor-aktor ternama seperti Eddie Izzard, Paul Higgins, Tim Pigott-Smith, Adeel Akhtar, Michael Gambon, dan banyak lainnya.  

Kontroversi pun terjadi dalam penayangan film ini. Beberapa diantaranya menyatakan bahwa film ini tidaklah menceritakan penderitaan rakyat India yang banyak dibunuh oleh kolonial Inggris saat itu. Namun, kisah Victoria dan Abdul ini bisa menjadi tontonan yang seru bersama keluarga di akhir pekan libur panjang Anda. Selamat menonton ya. Silakan melihat bagaimana kisah Ratu Victoria dan Abdul Karim selanjutnya. :)

gambar: http://www.imdb.com/title/tt5816682/
https://www.eventcinemas.com.au/Movie/Victoria-And-Abdul

official trailer

Victoria and Abdul | 2017 | Sutradara: Stephen Frears |  Diadapatasi dari buku Victoria & Abdul: Shrabani Basu | Penulis NaskahLee Hall | Pemain: Judi Dench, Ali Fazal, Eddie Izzard, Paul Higgins, Tim Pigott-Smith, Adeel Akhtar, Michael Gambon| Produksi:  BBC Films, Perfect World Pictures, Working Title Films, Cross Street Films | Distributor Film: Focus Features (US), Universal Pictures (UK)
Continue reading Kisah Kedekatan Ratu Victoria dan Abdul Karim || Review Film

Kamis, 16 November 2017

, , ,

MOM | Kisah Ibu Tiri || Review Film

Sudah lama saya tidak bercerita tentang ulasan atau review film Bollywood. Kali ini saya akan mengulas tentang film MOM. MOM atau berjudul МАМА ini, adalah sebuah film drama thriller Bollywood 2017. Film ini dirilis tanggal 7 Juli 2017 yang lalu di India dengan panjang durasi sekitar 2 jam 26 menit. Film ini pernah masuk ke Indonesia namun lagi-lagi hanya sebentar singgah di bioskop tanah air. Film ini dibintangi oleh Sridevi Kapoor sebagai sang Ibu Tiri. Ada Akshaye Khanna, Nawazuddin Siddiqui dan beberapa pendatang baru di Bollywood. Ada Sajal Ali dan Adnan Siddiqui yang berasal dari negara tetangga India, Pakistan. Film ini juga bisa jadi pelepas rindu penampilan aktris lawas Sridevi Kapoor setelah memukau  difilm English Vinglish tahun 2012 .

Sering mendengar bahwa ibu tiri itu kejam? tapi dalam film ini menceritakan keadaan yang terbalik. Devki yang diperankan Sridevi merupakan guru Biologi yang populer di kalangan murid-muridnya. Dia juga menjadi guru di tempat anak tirinya bersekolah. Berbanding terbalik dengan keadaan di sekolah, Devki terus menerus melakukan pendekatan terhadap anak tirinya yaitu Arya (Sajal Ali) namun Arya tetap tidak peduli dan terus menjauh. Suatu hari di sekolah, teman Arya menggangu Arya dan melaporkannya pada Devki. Secara spontan Devki memarahi teman Arya tersebut.

Suatu ketika Arya diundang ke acara pesta valentine-day di sebuah farm house. Devki mengizinkan Arya meskipun dia merasa ragu. Dia selalu mencemaskan keadaan anaknya tersebut dan sering kali menghubunginya akan tiba di rumah jam berapa. Arya sedikit kesal. Arya pergi ke pesta ini dan menghardik Mohit dan teman barunya Charles. Charles, Mohit, Jagan dan penjaga menyerang Arya saat dia meninggalkan pesta tersebut. Mereka merasa kesal dengan Arya dan juga sang Ibu. Mereka kemudia menculik Arya lalu membuangnya ke saluran pembuangan. Mendapat kabar tersebut hati Devki hancur. Suaminya Anand kembali pulang dan meninggalkan bisnisnya. Beberapa lama kemudian Arya sadar, pulih, dan memberitahu siapa yang telah menyerangnya.

Penyerangnya sudah mengatur sedemikian rupa hingga akhirnya bukti-bukti yang menyerangnya itu tidak sah di mata pengadilan dan kepolisian. Ternyata ada beberapa bukti yang malah menyerang Arya. Mereka menyatakan bahwa Arya malam itu dalam keadaan mabuk dan sebagainya. Polisi terus menyelidiki kasus ini yang dipimpin oleh Inspektur Mathew yang diperankan apik oleh Akshaye Khanna.

Merasa tidak mendapatkan jawaban dan keadilan oleh Polisi akhirnya Devki memberanikan diri untuk menghubungi detektif DK (Nawazuddin Siddiqui). Detektif aneh yang ingin membantu mengungkap kasus ini.  Hati ibu mana yang tak hancur melihat anaknya hanya berdiam diri di kamar dan terus saja menangis. 

Suatu ketika Mathew mencurigai Devki karena menemukan benda seperti milik Devki di satu rumah pelaku. Akankan Mathew menemukan jawaban atas semua kasus ini? Ada apa dengan Devki? Apakah Arya mampu menerima Devki sebagai Ibunya? 

Ada banyak yang dikemas di sini. Film ini menceritakan dinamika hubungan anak remaja dengan ibu tirinya. Seluruh soundtrack musikpun dilantunkan dengan indah. Bagaimana penculikan dan penyerangan remaja pada film ini juga mengungkapkan segi aslinya. Plot yang sebenarnya adalah berisiko untuk merusak setiap kejutannya. Ini juga menggambarkan bahwa masih banyak kekerasan dan pelecehan terhadap wanita terutama ketika mereka sakit hati. [1]

Devki merupakan gambaran kekuatan seorang Ibu yang penuh cinta, bahkan untuk ibu tiri sekalipun. Kekuatan seorang Ibulah yang memperkuat karakter dari film MOM ini. Film ini juga akan mempermainkan detak jantung dan menyentuh hati serta perasaan Anda selama menonton. Bagaimana kelanjutannya? Silahkan menonton ya 😊



TRAILER:



MOM | 2017 | Sutradara: Ravi Udyawar | Penulis Naskah: Ravi Udyawar, Girish Kohli, dan Kona Venkat Rao | Pemain: Sridevi, Nawazuddin Siddiqui, Akshaye Khanna, Sajal Ali, Adnan Siddiqui| Produksi:  MAD Films, Third Eye Pictures | Distributor Film: Zee Studio, Sridevi Productions
Continue reading MOM | Kisah Ibu Tiri || Review Film

Rabu, 12 Juli 2017

, , ,

Udta Punjab | Narkoba dalam 4 Jiwa || Review Film

Bicara soal narkoba dan peredaraannya  tak hanya Indonesia kini di duniapun ikut merasakan dan membuat kegelisahan serta keterpurukan terhadap generasi muda pada khususnya. Barang-barang tersebut menjadi laris dipasaran ketika keadaan ekonomi seseorang kian merosot atau butuh ketenangan dalam sekejap. Kini, banyak industri perfilman dunia membuat paket lain dalam gambaran kehidupan pengguna dan juga pengedar narkoba.

Udta Punjab dalam Bahasa Inggris berarti High Punjab, suatu istilah yang menggambarkan seputar penyalahgunaan narkoba di bagian Punjab, India utara yang makmur, dan bagaimana para pemuda di sana menjadi pengguna aktif dan kemudan menyerah sehingga terjadi kemerosotan sosio-ekonomi. Film ini menggabungkah kisah sederhana para pejuang 4 jiwa, dalam 1 kisah.

Tejinder "Tommy" Singh yang diperankan oleh Shahid Kapoor, juga dikenal sebagai "Gabru" di antara para penggemarnya, adalah seorang musisi rock dan metal Punjabi muda yang menjalani gaya hidup mewah dan sukses dalam karir musiknya. Ia adalah seorang pecandu berat narkoba. Inspirasi musiknya berasal dari Heroin. Heroin mampu membuatnya semakin bergairah dan menghasilkan karya yang "berantakan". Akibatnya, penggemarnya pun sangat mengagungkan Tommy dan meniru apa yang dilakukannya.

Lain kisah Tommy lain pula kisah gadis desa yang tidak disebutkan namanya diperankan apik oleh Alia Bhatt, yang sering disebut Bauria oleh seorang rekan kerja di ladang. Impiannya adalah menjadi pemain hoki tingkat nasional. Bauria bekerja sebagai buruh tani. Pertanian sebagai akses lain untuk menjajakan narkoba. Suatu malam, saat berkeliaran di ladang, dia menemukan sebuah paket. Setelah merobek isinya dan mencicipinya, dia menyadari bahwa itu adalah semacam obat, dan kemudian ia berpikir untuk untuk menjualnya. Tapi ternyata ia dalam masalah besar, dia dikejar dan ditangkap oleh sekelompok mafia narkoba. Merka malah menyiksa dan melakukan pelecehan seksual, diberikan pula obat-obatan terlarang yang membuat iapun ikut hancur dalam genggaman narkoba.

Di kota tetangga tinggallah Preet Sahni (Kareena Kapoor Khan), seorang dokter dan aktivis yang mengelola pusat rehabilitasi narkoba. Sartaj Singh (Diljit Dosanjh) adalah seorang polisi brida yang terikat pada stasiun kota yang mengetahui tentang penyelundupan obat-obatan yang diharapkan oleh seniornya dalam skala besar. Sartaj mengalami keadaan tersulit ketika adik yang sangat dicintainya juga ternyata terjerat narkotika. Dia berhasil menemukan bahwa di balik masalah narkoba di Punjab adalah seorang pria tua bernama Vikrant yang telah berkembang dengan dukungan dari seniornya di kepolisian, yaitu MP Maninder Brar. Sartaj dan Preeti melakukan tindakan ekstrim untuk mengumpulkan bukti terhadap anggota parlemen dan mengumpulkan sebuah laporan untuk dikirimkan ke Kepolisian. Namun, suatu malam Preet tak sengaja dibunuh oleh Adik Sartaj, yang sedang mencoba melawan keinginanya untuk mengonsumsi narkoba (sakau) di pusat rehabilitasinya. Polisi yang datang untuk menyelidiki pembunuhannya.

Tommy akhirnya ditangkap Sartaj Singh karena sedang pesta narkoba. Tommy Singh, bebas dengan jaminan, lalu kabur ketika sebuah panggung yang dipersiapkan untuk kembali menyambutnya. Bauria juga berhasil kabur dari sekapan mafia narkoba. Mereka kemudian bertemu di suatu tempat sebagai gelandangan, merana. Lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silakan menonton ya teman... :D
Continue reading Udta Punjab | Narkoba dalam 4 Jiwa || Review Film

Sabtu, 13 Mei 2017

, ,

Critical Eleven: Cinta Utuh Ale dan Anya || Review Film

Halo rasanya saya sudah lama sekali tidak membuat resensi film Indonesia. heehhee ya mungkin saya belum menemukan film yang "berkelas" yang saya bisa jadikan referensi tontonan. Iya kali ini saya akan mencoba membuat resensi atau mereview film Indonesia. Ini bukan spoiler tapi buat kalian penasaran menonton. 

Saya sangat antusias ketika film ini akan dijadikan film layar lebar. Saya termasuk penggemar novel-novel mbak Ika Natassa yang berasal dari kota Medan. Novelnya sederhana tapi bermakna. Tentunya ekspektasi saya cukup tinggi terhadap film ini. Film yang diadapatasi dari novel berjudul yang sama ini, membuat para pecinta novelnya tak sabar ingin segera menontonnya. Critical Eleven itulah judul film yang kini sedang digandrungi para penonton Indonesia khususnya para pemuda/i. Film ini tanyang pada tanggal 10 Mei 2017 di semua bisokop di Tanah Air. 



Critical Eleven ini diambil dari istilah penerbangan, yaitu sebelas menit paling kritis di pesawat. Momen critical eleven adalah tiga menit setelah lepas landas, dan delapan menit sebelum mendarat. Secara statistika, 80% kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang sebelas menit tersebut. Kemudian, Ika Natassa memaknai istilah ini pada hubungan manusia lewat novel Critical Eleven. Saat pertemuan pertama, tiga menit awal adalah masa untuk menimbulkan kesan baik atau buruk, sedangkan delapan menit terakhir menjadi momen penentuan. Apakah ingin bertemu dan mengenal lebih jauh lagi, atau malah tidak ingin untuk bertemu lagi. 

Sebelum pemilihan karakter Aldebaran Risjad (Ale) dan Tanya L. Baskoro (Anya) saya sudah memprediksi bahwa yang memerankan adalah Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Rasanya espektasi saya pada film ini semakin tinggi, karena keduanya sama-sama adalah para pemain film yang terbaik di Indonesia. Saya pernah menonton chemistry Reza dan Asti di film sebelumnya, yaitu pada Jakarta Maghrib (2010) dan Kapan Kawin (2015) yang menurut saya mereka sangat pas dipasangkan dalam film kali ini.

Ketika film ini akan ditayangkan menjadi layar lebar, tentu ada beberapa bagian-bagian yang tidak diambil menjadi sekuel di film. Begitupun dengan beberapa penambahan karakter-karakter baru dalam film. Ada beberapa hal yang diubah, namun jalan cerita dalam novel bisa tersampaikan dengan baik pada film ini. Menurut saya film ini berhasil diadaptasi dan dikemas dengan baik oleh tim penulis skenario yang ditulis oleh Jenny Jusuf, sutradara Monty Tiwa, dan juga produser Legacy Pictures Robert Ronny sekaligus sutradara, serta penulis novel Critical Eleven Ika Natassa. Keempatnya berhasil menuangkan tokoh yang berawal dari fiktif menjadi nyata. 

Pesawat menjadi tempat bertemu untuk pertama kalinya Anya Baskoro (Adinia Wirasti) dan Ale Risjad (Reza Rahadian) pada sebuah penerbangan dari Jakarta menuju Sidney. Bagi Anya, bandara adalah rumah keduanya karena pekerjaannya sebagai Konsultan Keuangan Senior, tetapi sebenarnya dia takut terbang. Sementara itu, Ale memiliki hidup di rig atau pengeboran minyak lepas pantai yang membuat dia jarang sekali untuk pulang ke Indonesia. Takdir mempertemukan mereka untuk sama-sama meninggalkan kesan baik dan jatuh cinta. Tiga menit pertama, mereka langsung asyik berbincang. Delapan menit terakhir, mereka menjadi teman baik. Keduanya lantas menikah dan pindah ke New York, tempat Ale bekerja di sebuah kilang minyak. Sejak awal, penonton akan dengan mudah jatuh cinta melihat kemesraan Reza dan Asti saat mereka pertama kali bertemu di pesawat. Kota New York ternyata membawa berkah bagi keduanya: kehamilan Anya yang mengubah hidup mereka.

Ale adalah sosok suami yang mencintai anya dengan keadaan apapun, sekalipun Anya hanya bisa memasak telur dadar. Namun, ale tetap mencintainya. Tak banyak menuntut. Anya yang independent tidak membuat Ale merasa tersaingi. Anya seorang istri yang rela menunggu suaminya berbulan-bulan untuk kembali ke rumah. Nah suatu ketika, Ale dan Anya diterjang sebuah insiden yang membuat mereka tidak hanya mempertanyakan cinta, namun juga bergejolak dengan ego dan harus memilih atara menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan bertahan dalam ketidakpastian. Pilihan sulit itu bertambah pelik dengan kehadiran seseorang yang sudah lama mencintai Anya. [1] Ketika sebuah kata bisa membuat luka dalam hati. Perubahan sikap keduanya juga membuat hubungan mereka menjadi "hambar". Ketika keduanya saling menyalahkan dan berusaha bangkit dari kejadian masa lalu untuk menghadapi masa depan mereka. 


 

Oh iya film ini adalah film kategori dewasa, 18++, sebaiknya tidak membawa anak di bawah umur 18 hehe. Film yang berdurasi 135 menit ini mampu menghadirkan karakter Ale dan Anya yang natural dan berhasil membuat perasaan penonton seperti naik rollercoaster. Selain karena terus dibuat jatuh cinta, iri dengan keromantisannya, penonton juga bisa ikut hanyut dalam merasakan kepedihan, kemarahan, dan kerapuhan yang dirasakan Ale dan Anya. Naskah yang kuat, didukung ekspresi para aktor dan aktris, membuat Critical Eleven menjadi film drama romantis yang seru untuk ditonton. Keduanya berhasil membuat penonton terbawa perasaan saat Ale dan Anya dalam kebahagian, kesedihan hingga berlinang air mata. Selain Reza dan Asti ada Slamet Rahardjo dan Widyawati membuat film ini menjadi paket lengkap yang kuat secara watak dan juga jalan ceritanya. Ada pemain pendukung lainnya yang menguatkan film ini menjadi lebih hidup. Ada sedih, tawa, kecewa, dan kemudian berujung kebahagian. 

Soundtrack berjudul Sekali Lagi yang dibawakan penyanyi Isyana Sarasvati juga berhasil membuat nuansa romantis dan dramatis dibangun oleh film ini. Lirik dan juga suara khas Isyana mampu menarik hati para penonton hanyut dalam karakter keduanya.

Aku tak bisa terus begini, aku tak bisa mengatakan yang sesungguhnya Tak bisa menunggu lagi, pesan ini ku sampaikan sekali lagiKu beri kesempatan terakhirmu.

Film ini menceritakan sebuah hubungan antara suami dan istri dalam menjalani kehidupannya. Hidup seperti roda yang terus berputar. Walau saya belum berumah tangga, setidaknya saya bisa juga mengambil banyak pelajaran dari film ini. hehe :D Critical Eleven adalah cerita cinta sederhana yang menjadikannya utuh dalam kekuatan cinta di dalamnya. Sesulit apapun masalah dan sekeras apapun keadaan selagi masih ada cinta dan menjaga komitmen, semua itu bisa teratasi bersama. Karena cinta takkan pernah salah memilih. Selamat untuk Reza dan Asti yang sudah menghidupkan tokoh Ale dan Anya dan semua tim CE termasuk mba Ika yang sudah membuat novel cantik ini ;)

Best Quotes:
"Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.” -Tara

"Istri itu seperti biji kopi. Kalau kita sebagai suami yang membuat kopi – memperlakukannya tidak tepat, rasa terbaiknya tidak akan keluar.” -Ayah Ale, Jend. Risjad

"Kalau aja rasa cinta aku sebesar Ale mencintai Anya, aku takkan pernah takut merasa kehilangan" -Harris Risjad




Critical Eleven 2017 Sutradara: Monty Tiwa & Robert Ronny| Penulis skenario: Skenario Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny, Ika Natassa | Pemain: Reza Rahadian, Adinia Wirasti, Slamet Raharjo, Widyawati Sophiaan, Revalina S. Temat, Refal Hady, Astrid Tiar, Hanna Alrasyid, Hamish Daud, dll.



Continue reading Critical Eleven: Cinta Utuh Ale dan Anya || Review Film

Jumat, 17 Februari 2017

, , ,

DANGAL | Sisi Gulat Keluarga || Review Film

Mungkin bagi sebagian orang yang dulu sering menonton film bollywood kenal dengan nama besar Aamir Khan. Film yang hits di tahun 2000-an, 3 Idiots dan tahun 2014 dengan judul PK. Boleh dibilang film-film Aamir Khan banyak menitipkan pesan di dalam filmnya termasuk dua diantaranya. Dua tahun selesai memerankan tokoh PK di film PK, Aamir kini tertarik untuk memproduseri dan bermain sebagai peran utama di film terbarunya DANGAL, akhir tahun 2016. Saat film ini rilis, film ini diprediksi mampu meraih sukses dan mencapai box office yang juga arahan dari sutradara ternama, Nitesh Tiwari.

Film Dangal ini merupakan film drama keluarga yang mempunyai kemasan yang pas dan menarik. Ada cinta, kasih sayang, sedih, bahagia, kerja keras, perjuangan, dan juga kesan lucu di dalamnya. Film ini ternyata bisa menarik hati para penontonnya, terutama di Indonesia yang tayang dalam waktu singkat.

gambar: https://www.imdb.com/

Film Dangal ini adalah film biografi yang diangkat dari kisah nyata Mahavir Singh Phogat, mantan pegulat yang pernah menjadi juara nasional. Kegagalannya melanjutkan karir ke tingkat internasional, membuat dia banyak berharap suatu saat anak laki-lakinya mampu meneruskan mimpinya. Dia memiliki empat orang anak, namun tak satupun laki-laki. Akhirnya dia pun menyerah. Tuhan berkehendak lain, memupuskan harapannya. Suatu ketika dia dihadapkan dengan tindakan kedua anak perempuannya yang berkelahi dengan laki-laki. Awalnya sempat merasa putus asa, akhirnya Mahavir memutuskan untuk melatih kedua anak perempuannya, Geeta dan Babita sebagai pegulat. Dangal sendiri berarti "kompetisi gulat".

Aamir memainkan tokoh Mahavir dengan sangat baik. Totalitasnya pun tidak diragukan, buktinya dia berhasil memenangkan pemain pria utama terbaik di Filmfare Award 2016 dengan mengalahkan pemain-pemain muda lainnya. :) Film ini berdurasi cukup panjang sekitar 160 menit, tapi tidaklah membosankan. Dimulai dari cara istri dan ke-4 anaknya menghormati Mahavir yang cukup tegas dan cara Mahavir mendidik anak-anaknya dengan tegas dan penuh kasih sayang. Aamir berhasil memperlihatkan sosok sang Ayah yang berkharisma. Di film ini tampak bagaimana Mahavir memberikan arahan-arahan bermain gulat kepada kedua anak perempuannya. Bahwa ternyata bermain gulat adalah olahraga yang alot, perlu kerja keras, dan stamina yang baik. Film ini juga ikut menggambarkan bagaimana pandangan masyarakat setempat terhadap perempuan yang bermain dan mengikuti kompetisi gulat.

Di sini juga menggambarkan peran orangtua terutama Ayah yang memaksakan keinginan anaknya untuk meraih masa depannya melalui usaha Ayahnya. Dirasa memiliki bakat, Ayahnya meyakinkan mereka bahwa semua ini adalah terbaik untuk mereka. Satu hal, kadang keinginan orangtua dan anak suka bertolak belakang. Ingin sekali menentang tapi tidak bisa, ini dikaitkan juga dengan adat dan budaya. Merasa sangat menghormati Ayahnya sehingga mereka rela mengikuti keinginannya untuk bergulat walau dengan penuh penghinaan apalagi di usia mereka yang masih muda.
Continue reading DANGAL | Sisi Gulat Keluarga || Review Film

Jumat, 18 November 2016

, , ,

PINK | Perempuan dan Kebenaran || Review Film

Kali ini saya akan membahas resensi film Bollywood lagi. ☺ Film ini sempat ada selama satu minggu di bioskop Indonesia rilis ditanggal yang sama. Seperti biasa film Bollywood tak selama film-film lainnya tinggal di bioskop Indonesia. Ya.. lagi-lagi karena kurangnya penonton film Bollywood.. he.. hee..

Kali ini saya akan membahas mengenai film India bergenre drama thriller berjudul Pink, rilisan September 2016, besutan sutradara Aniruddha Roy Chowdhury dan penulis Ritesh Shah. Film ini dibintangi oleh Aktor Senior yang namanya sudah tidak asing didunia Bollywood, Amitabh Bachchan bermain dengan aktor/aktris film pendatang baru. Film Pink ini mengisahkan tentang seorang pengacara paruh baya Deepak Sehgal (Amitabh Bachchan) yang menderita bipolar disorder yang ingin berjuang memecahkan kasus pelecehan seksual yang dialami tiga orang gadis dari gangguan pria yang memiliki kekuatan/pengaruh kuat di India. 

Gambar: https://www.hotstar.com/

Tiga gadis tersebut Minal Arora (Taapsee Pannu), Falak Ali (Kirti Kulhari) dan Andrea (Andrea Tariang) tinggal bersama sebagai penyewa rumah di Delhi Selatan dan bekerja profesional di bidangnya masing-masing. Suatu malam, Rajveer dan teman-temannya mabuk dan berusaha menggerayangi Arora dan dua teman sekamarnya yang menyebabkan pertikaian dan kekerasan. Rajveer kemudian mencoba untuk melakukan hubungan intim dengan Minal, gadis tersebut menolak. Lalu Minal mengambil botol dan mengenai mata Rajveer, tahu terluka parah tiga gadis tersebut meninggalkannya.

Merasa diabaikan, Rajveer dan teman-temannya ingin membalaskan dendam mereka dengan mencoba mengancam mereka dan pemilik rumah. Minal bahkan diculik dan dianiaya oleh teman-teman Rajvir dalam mobil yang bergerak. Minal (dengan dukungan dari temannya) akhirnya melapor kepada polisi setempat tentang Rajvir dan teman-temannya. Namun, polisi membalikkan tuduhan mereka karena telah menghilang saat kejadian malam itu dan menganggap Minal sebagai buronan. Dalam beberapa persidangan Rajveer menyampaikan laporan tidak menyenangkan mengenai tiga gadis tersebut. Rajveer merasa orang yang berpengaruh di India, ia memanfaatkan kesempatan itu. Minal kemudian dikenakan biaya untuk percobaan pembunuhan dan bisa menghadapi hukuman penjara selama lebih dari 10 tahun, jika terbukti bersalah. Akhirnya gadis-gadis lain diberi label sebagai terdakwa. Deepak seorang pengacara senior dengan pembawaanya yang dingin, ini juga menjadi keraguan bagi tiga gadis tersebut apakah Deepak berhasil menolong mereka?

Bagaimana kelanjutannya? Silakan menonton ya kawan.. hehehe   

Amitabh Bachchan sudah tidak diragukan perannya memainkan tokoh ini. Begitu pula lawan mainnya yang apik dalam memerankannya dengan segala emosinya. Film ini berhasil menjadi film box office di India dan dunia dan meraih keuntungan yang besar. Film-film di India selalu saja mengecoh para penonton dengan jalan cerita yang tidak mudah ditebak. Saya bertanya-tanya mengapa mengambil judul film "PINK", apa karena tentang perempuan? dan menurut sutradara dan penulis cerita, kita akan tahu maknanya setelah menontonnya. Singkat penjelasan artinya tentang kekerasan atau pelecehan seksual kepada wanita dalam bahasa gaul jalanan. 

 "...the various urban dictionaries online define “pink” as a reference to forced and often cruel or threat based occupation of a vagina by an unwelcome penis. That’s about as hard-hitting as it gets, there are other racial undertones also, which I first heard about, way-way back in the ’70s." In simpler terms, "vagina of the sort that is bought, with violence." -- sumber: > "Meaning of Pink" <

Kekurangan dari film ini cukup membosankan bagi penonton-penonton yang tidak senang dengan genre film seperti ini. Kekuatan dari film ini adalah bagaimana seorang Deepak yang sedang sakit atau memiliki gangguan psikologis, mengungkap kasus tiga gadis yang juga tetangganya, didukung dengan bagaimana ia berjuang dan ikhlas membantu mereka. Ini bukan hanya soal pelecehan, kasus kriminal, tapi juga soal hati nurani. ☺



PINK | 2016 | Sutradara: Aniruddha Roy Chowdhury | Penulis Naskah: Aniruddha Roy Chowdhury, Shoojit Sircar, Ritesh Shah| Pemain: Amitabh Bachchan, Taapsee Pannuu, Kirti Kulhari, Andrea Tariang, Angad Bedi, Vijay Varma, Raashul Tandon, Tushar Pandey | 
  
Continue reading PINK | Perempuan dan Kebenaran || Review Film

Sabtu, 24 September 2016

, , ,

Neerja, Perempuan Muda Super Hero || Review Film

Kali ini saya akan membahas resensi film Bollywood. Mungkin bagi sebagian penonton Indonesia gak banyak yang menggemari film Bollywood, tapi saya menyukainya sejak dulu. hehehe. Ketimbang nonton film Korea, saya lebih suka menonton Bollywood sekalipun sampai 2-3 jam. Menyukainya bukan hanya karena bintang filmnya tapi karena ceritanya yang terkadang diluar dugaan penonton. 

NEERJA, film Bollywood rilisan 2016 yang diangkat dari kisah hidup seorang Neerja Bhanot. Film Neerja disutradarai oleh Ram Madhvani dan naskahnya ditulis oleh Saiwyn Quadras bersama Sanyukta Shaikh Chawla. Film ini dibintangi oleh aktris cantik favorit saya, Sonam Kapoor, lalu Shabana Azmi, Shekhar Ravjiani, Kavi Shastri, dan Sadh Orhan. Rilis di bioskop India dan Indonesia (CGV Blitz) tanggal 19 Februari 2016. Film ini sukses menembus box office India. Namun, Pemerintah Pakistan melarang film ini tayang dengan alasan sudah menyudutkan Negara Pakistan dan umat muslim.

Film Neerja menceritakan tentang kisah nyata dari tragedi pembajakan pesawat PAN AM 73 yang terjadi pada tanggal 5 September 1986 di Pakistan, tepatnya dua hari sebelum ulang tahunnya. Pesawat ini rute India, transit Karachi, menuju New York dan memuat penumpang sekitar 379 orang. Neerja Bhanot adalah pramugari muda berusia 22 tahun dan ditugaskan sebagai kepala kabin baru selama penerbangan India-New York. 

Awalnya saya tidak mengetahui kalau film Neerja ini diambil dari nama asli Neerja Bhanot. Ternyata dia adalah salah satu pahlawan perempuan yang berhasil menyelamatkan nyawa para penumpang karena keberanian dan kecerdasaannya. Atas keberaniannya, iapun telah dianugerahi penghargaan Ashoka Chakra dari pemerintah India, Pakistan, dan berbagai penghargaan lainnya termasuk Amerika Serikat. Teroris tersebut menyandera penumpang di dalam pesawat. Teroris itu merupakan anggota dari Abu Nidal Organization. Mereka membajak pesawat dengan bermaksud untuk menyelamatkan teman-teman mereka yang ditahan di suatu negara. Mereka datang menyelundup masuk melalui pintu belakang bandara. Usaha mereka untuk sampai di negara tersebut gagal, pilot dan kopilot telah berhasil keluar dari pesawat karena mengetahui bahwa terjadi pembajakan di dalam pesawat. Dengan begitu pesawat tidak bisa lagi lepas landas. Mereka menunggu beberapa jam di dalam sambil menyandera semua penumpang dan kru pesawat karena pilot dan kopilot tak kunjung datang. Satu persatu penumpang ditembaki. Di saat-saat itulah, Neerja menunjukkan sebagai kepala kabin yang tenang dan cerdas. Dia memberikan beberapa kode-kode kepada penumpang untuk tetap tenang, mengikuti semua yang diinginkan teroris dan agar segera bisa keluar dari situasi mengecam ini. Beradu argumen dan permainan karakter pemain menambah suasana film ini semakin seru dan menengangkan. Di tengah mencekamnya aksi teroris ini, penulis script memainkan karakter dari seorang Neerja Bhanot dengan kehidupan pribadinya. Flashback ini menghidupkan cerita dari film yang menumbuhkan karakter Neerja yang juga kuat dan cerdas. Saat sebelumnyapun ibunda Neerja sudah memiliki firasat yang kurang baik atas penerbangan ia kali ini. Kejadian demi kejadian pun terjadi, beberapa orang luka-luka, dan terbunuh akibat kekesalan para pembajak, pihak bandara terlalu lama memberikan pertolongan untuk mengatasi aksi ini. Neerja berhasil membuka pintu darurat dan menginstruksikan para penumpang untuk keluar menuju pintu tersebut. Sebagai kepala kabin ia telah menjalankan tugasnya dengan baik, menyelamatkan para penumpang, para kru kabin, dan anak-anak di dalam pesawat. Mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan anak-anak. Kelanjutannya? Silakan menonton ya kawan.. hehehe  

Sonam Kapoor (Neerja Bhanot) berhasil memerankan tokoh Neerja dengan sangat baik. Begitupun dengan akting para pembajak berhasil membuat penonton tegang dan greget serta emosi. Ada cuplikan perkataan yang dikatakan Neerja di film itu yang begitu menginspirasi adalah "bukan seberapa lama kita hidup di dunia, tapi seberapa bermanfaat nya kita selama hidup di dunia." Dan itu terbukti di usianya yang sangat muda, Neerja telah meninggalkan nama harum yang terus dikenang oleh setiap generasi dan menjadi inspirasi bagi mereka yang mendedikasikan dirinya bagi kemanusiaan. 


Neerja | 2016 | Sutradara: Ram Madhvani | Penulis Naskah: Saiwyn Qadras, Sanyukta Shaikh Chawla | Pemain: Sonam Kapoor, Shabana Azmi, Shekhar Ravjiani, Kavi Shastri, dan Sadh Orhan | 
  

Continue reading Neerja, Perempuan Muda Super Hero || Review Film

Sabtu, 16 Februari 2013

,

RectoVerso | Pelangi Cinta yang tak Terucap

Buat saya Valentine tanggal 14 Febuari 2013 yang istimewa adalah film Rectoverso akhirnya keluar.. Film yang diangkat dari kumpulan cerpen Dewi 'dee' Lestari ini akan meraih kesuksesan yang sama dengan film-film sebelumnya. Selain karena alur cerita dari setiap novelnya mengandung banyak arti juga jalan cerita yang tidak mudah ditebak serta gaya penulisan yang berbeda.

Film omnibus ini menghadirkan 5 cerita dan disutradarai oleh 5 orang yang berbeda yaitu Malaikat Juga Tahu (Marcella Zalianty), Curhat Buat Sahabat (Olga Lydia), Firasat (Rachel Maryam), Hanya Isyarat (Happy Salma) dan Cicak di Dinding (Cathy Sharon).

Malaikat Juga Tahu :
Abang adalah seorang anak penderita autisme yang hidup bersama ibunya (Bunda) dan anak-anak kos di rumah mereka. Salah seorang anak kos itu adalah Leia. Leia adalah satu-satunya penghuni kos yang menaruh perhatian lebih terhadap Abang dan bisa berteman dengannya. Tanpa Leia sadari, Abang jatuh cinta padanya. Namun ketika Han, adik Abang, pulang ke rumah setelah menyelesaikan studinya di luar negeri. Han segera akrab dengan Leia. Cinta yang terjalin di antara Han dan Leia membuat Abang terluka. 

Firasat :
Senja bergabung dengan Klub Firasat, di mana setiap minggu para anggotanya berkumpul untuk berbagi cerita tentang berbagai pertanda. Senja sudah setahun mengikuti klub ini, tapi dia tak juga menceritakan apa yang ada dalam firasatnya. Senja bergabung ke dalam klub itu karena Ia selalu mendapat firasat setiap kali Ia akan ditinggal oleh orang terdekatnya. Alasan lain adalah ketua Klub Firasat yang bernama Panca. Senja jatuh cinta pada Panca. Hingga suatu saat Senja mendapat firasat buruk. Ia akan sekali lagi mengalami kehilangan. Setelah trauma yang pernah dialaminya.

Curhat untuk Sahabat:
Meskipun berbeda sifat, Amanda yang supel dan ceria mampu menjalin persahabatan dengan Reggi yang sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda. Suatu saat, Amanda jatuh sakit. Ia sadar bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa Ia mintai tolong, bahkan pacarnya. Hanya Reggie yang bisa menolongnya. Pertolongan Reggie membuat Amanda menyadari bahwa yang ia butuhkan selama ini hanyalah orang yang menyayanginya apa adanya dan orang tersebut adalah Reggie. Namun di sisi lain, diam-diam Reggie mulai menyadari bahwa cinta ini sudah terlalu tua untuk dirinya.Suatu ketika Amanda menyadari atas apa yang terjadi.

Hanya Isyarat :
Lima orang backpackers bertemu lewat forum milis. Meskipun baru beberapa hari bertemu, Tano, Dali, Bayu dan Raga tampak sudah akrab bagaikan sahabat lama, amat kontras dengan Al yang selalu menyendiri dan menjaga jarak. Diam-diam, Al jatuh cinta pada Raga, sosok yang selama beberapa hari ini hanya mampu dikaguminya dari kejauhan, dari siluet punggungnya saja. Di suatu malam, kelima orang ini mengadakan permainan kecil, yaitu berlomba menceritakan kisah paling sedih yang mereka punya. Saat Raga menceritakan kisahnya, Al semakin terpukul. Meskipun Al keluar sebagai pemenang, namun Al semakin terseret pada daya tarik Raga, lelaki yang mungkin tak akan pernah ia miliki selamanya karena sebuah rahasia besar dalam diri Raga. Raga bukan mencari apa yang ingin dimiliki oleh Al.

Cicak di Dinding :
Di suatu malam, Bram, seorang pelukis muda yang masih lugu, bertemu dengan Saras, seorang wanita penghibur yang jauh lebih tua dan lebih “berpengalaman”. Saras memberikan malam yang sangat berkesan saat itu dan tanpa direncanakan mereka bertemu lagi. Kali ini mereka berusaha membangun pertemanan, meskipun akhirnya Bram tak kuasa untuk jatuh cinta pada Saras. Saras memutuskan untuk pergi, menghilang dari hidup Bram, dan meminta Bram untuk tidak mencarinya. Bram berusaha mencari Saras, namun gagal. Akhirnya, Bram tenggelam dalam kesibukannya sebagai seorang pelukis muda.  Enam tahun kemudian, Bram bertemu lagi dengan Saras di malam pembukaan pameran tunggal perdananya. Namun kali ini Saras membawa kejutan yang akan menentukan masa depan dan kebahagiaan mereka berdua. 

Setiap cerita diatas mengandung banyak art, namun yang paling saya sukai itu Malaikat Juga Tahu dan Hanya Isyarat. Malaikat Juga Tahu : kita tidak pernah tahu siapa yang tulus mencintai kita dan pada siapa kita jatuh cinta kelak. Hanya Isyarat : bahwa sesuatu yang kita cintai itu tidak harus kita miliki, dengan kita tahu siapa dia itu sudah cukup. Curhat untuk sahabat juga bagus yang menceritakan tentang kesetian terhadap sahabat yang berakhir dengan sebuah kesadaran. Firasat itu bercerita tentang firasat terhadap seseorang yang tidak harus kita ucapkan, kalau memang sudah dan akan terjadi itu akan terjadi. Cicak di dinding : mengungkapkan bahwa cicak itu lambang kesetiaan. 

Selain memang bagus jalan ceritanya, film ini juga menghadirkan pemain-pemain yang sudah tak asing di dunia perfilman Indonesia. Banyak pelangi cinta yang tak terucap dari setiap cerita yang ditampilkan. Dikemas dalam bentuk yang rapih dan mengandung beberapa unsur cerita, komedi dan juga drama romance. Selain itu soundtrack  dari filmnya juga menghadirkan Glenn Fredly, Raisa, dan Acha menambah miris hati untuk mendengar ayunan lagu diantara filmnya, serta lagu cicak di dinding yang membuat tertawa. Bagi yang penasaran mengungkap arti dari setiap filmnya, silahkan menonton di bioskop kesayangan anda. Bagi yang senang menangis, silahkan berurai air mata. Ungkap sendiri makna dari setiap filmnya :) Film RectoVerso mampu membuat saya menarik dan menghebuskan nafas seusai menonton dan mengungkap bahwa itu ada dan bahkan nyata... Haruskah mengungkap cinta itu atau hanya dipendam dan tak kan pernah terucap?

Buat saya inti dari cerita-cerita ini adalah "MENERIMA". 

Beberapa kutipan dari Film RectoVerso: 

Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangannya dan tidak akan pernah bisa aku miliki,
seseorang yang hadir bagai bintang jatuh,
sekelebat kemudian menghilang,
sebelum tangan ini sanggup mengejar,
seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat,
sehalus udara, langit awan atau hujan.

Saya adalah orang yg paling bersedih, karna saya mengetahui apa yg tidak sanggup saya miliki. #rectoverso #hanyaIsyarat  

100 itu sempurna, kamu lebih lebih sempurna #MalaikatJugaTahu #rectoverso

Kadang-kadang pilihan yang terbaik adalah menerima - #firasat #rectoverso 

Yg cuma ingin diam duduk ditempatku, menanti seorang yang biasa saja mengambil segelas air. #Curhatbuatsahabat #Rectoverso

Cicak di dinding nangkepin nyamuk agar manusia bisa tidur tdr nyenyak..cicak binatang degan kesetiaan tanpa manusia memedulikan #rectoverso #cicakdidinding
 




Continue reading RectoVerso | Pelangi Cinta yang tak Terucap