Tampilkan postingan dengan label wadah #1minggu1cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wadah #1minggu1cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2019

, ,

Akhirnya Ada Big Bad Wolf 2019 di Bandung

Hore! Sebagai pecinta buku, saya sangat senang begitu ada informasi mengenai acara ini. Apalagi acara ini diadakan di Bandung.🙆 Big Bad Wolf ini merupakan bursa buku terbesar. The Big Bad Wolf Sale ini ternyata pertama kali diadakan di Kula Lumpur tahun 2009. Berawal dari sebuah event "cuci gudang", dari berbagai buku laris hingga buku langka.

Big Bad Wolf Book ini baru pertama diadakan di Bandung, buka 24 jam selama 11 hari dari tanggal 28 Juni 2019 sampai 08 Juli 2019, di Mason Pine Hotel Kota Baru Parahyangan dan GRATIS!. Bagaimana? Masih gak tertarik? Tenang!  Diskon yang ditawarkan gede banget lho, mulai dari 60-80%. Tempatnya memang berada di Bandung Barat, tapi jangan khawatir bagi yang menggunakan mobil silakan melewati tol untuk sampai di tempat ini 😬 Nah, untuk informasi mengenai event ini kalian juga bisa cek di websitenya: https://www.bigbadwolfbooks.com/id Bagaimana keseruan saya di acara BBW 2019 kemarin?


Saya sendiri memutuskan untuk datang di hari ke-2. Khilaf! Tentu saja. hehehee Saya dan adik-adik saya memang dari dulu sudah suka membaca buku. Koleksi buku-buku kami pun berbeda ada yang suka dengan sejarah, biografi, komik, novel, atau buku agama. Kami memutuskan untuk datang ke event ini malam hari. Awalnya ingin datang sekitar jam 9 malam namun dindur karena harus membereskan sesuatu hingga akhirnya datang pukul 00.00/00.15 dini hari. 😝 Terasa di pesta midnight sale gitu. Di saat orang udah banyak pulang dan kami baru datang. Antri? Enggak. karena sudah tengah malam juga sih. Pas masuk, ramai? Masih sih, tapi mungkin tidak sepadat kalau pagi sampai malam hari. Mayoritas yang masih ada di sana, anak-anak muda. Ya, masih bisa bernapas untuk memilih buku dengan enjoy, walau ngantuk sih sebenarnya. hahaa Tapi udah sampai sana ngantuk hilang dan berasa ada di surga buku. 💗


Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Kota Baru Parahyangan ini memang banyaknya buku-buku International alias buku import, Tapi jangan khawatir ada juga kok buku-buku bahasa Indonesia walaupun memang gak sebanyak yang dibayangkan. Di BBW ini menjual berbagai jenis buku, seperti novel, komik, buku anak, biografi, agama, seni, musik, desain & arsitektur, kuliner/tata boga, traveling, psikologi, motivasi, ekonomi bisnis, kedokteran, disney, hingga puzzle juga tersedia di sana. 

Penerbit yang berpartisipasi juga tidak banyak,  rata-rata buku terbitan Mizan Grup. Untuk buku-buku yang di sale juga relatif tahun lama, ya sekitar 5 tahun ke belakang. Jangan khawatir, buku best seller juga tetap ada di sana kok. Nanti saat di sana akan dibedakan dengan papan warna, warna kuning/oranye untuk yang Bahasa Inggris dan biru/toska untuk yang Bahasa Indonesia.

Di BBW Bandung ini juga banyak buku anak. Temanya variatif, mulai dari komik, novel anak, buku membaca dan mewarnai, buku pelajaran, buku interaktif (ayo sholat, dll), dan banyak lagi. Selama di sana banyak Ibu-ibu muda yang rela ngubek tumpukan buku, mencari buku favorit anak-anaknya. Turut serta membawa anaknya untuk memilih. Sayang sih ya, saat saya datang kebanyakan bukunya tidak lagi tertata dengan rapi. Jadi sedikit agak susah untuk memilihnya karena sudah tercampur. Tapi, salut sama panitia BBW, semuanya "gercep" mereka langsung menyusun kembali buku-buku tersebut. Mayoritas panitia di BBW memang anak-anak muda 💪

Saya tentu saja memilih untuk langsung mengunjungi buku-buku novel. Takjub memang sama harganya, mulai dari Rp10.000 hingga Rp40.000 an saja. Rata-rata berkisar Rp25.000 untuk buku lokal. Sedangkan, novel import itu mulai dari Rp70.000 hingga Rp100.000an. Untuk novel import saya memilih karya Rainbow Rowell selain karena suka liat covernya,  kalau dicek harga sih sekitar $18 tapi di sana saya hanya membayar Rp70.000 saja. Sisanya saya membeli novel Indonesia yang satu Rp10.000 dan Rp38.000. Buku anak-anak yang saya beli juga sekitar Rp15.000 saja. Saya cuma beli 6 buku kok, ini udah direm, nggak sanggup takut bablas. haha Emak-emak ayo beli. heheee



Adik saya beli buku referensi S-2 tentang Arsitektur juga murah bangeeet. Kalau di Amazon itu sekitar Rp650.000an di sana dapet ya Rp165.000 saja.  Buat referensi Arsitek, Desain, Kedokteran, atau buku resep buat masakan jadi menggoda. Bisa deh dateng ke sini, Adik saya yang satu lagi memilih untuk membeli buku biografi dan motivasi juga. Harganya rata-rata sekitar Rp35.000 saja. Makanya doi langsung khilaf. Paling banyak beli buku di antara kami. 👻 

 
Setelah hampir dua jam berada di sana kami memutuskan untuk mengakhirinya, takut bablas. hehe Perjalanan menuju kasir kami masih bertemu buku-buku import yang juga menarik perhatian. "AH! tuh kan masih ada" "Udah ah". ~lalu melipir pergi walau mata masih jelalatan ya. wkwkw Ternyata setelah saya perhatikan banyak juga yang keranjangnya penuh atau bahkan membawa koper sendiri, sanking banyaknya. Mungkin mereka mbak-mbak JASTIP. 😁

Mungkin karena sudah dini hari kami pun gak perlu menunggu lama antri di kasir. Anak-anak muda semua yang menjadi kasir. 😍 Kasir di sana banyak banget kok mungkin ada 30an deh kalua saya tidak salah. Nanti, sebelum bayar semua bukunya ditanya dulu untuk membayar menggunakan cash atau debit. Kasirnya pun dibedakan, biar cepet lah ya. ~~ Thanks a lot, guys! 

Gak nyesel sih datang ke sana walau tengah malam, tapi puas. Malah yang gak puas dan bikin sesek napas sih, dompet.  Luar biasa! Setelah dihitung kami membeli 17 buku dengan total Rp800.000an, murah bangeeettttt kan ya. 


So, jangan sampai kehabisan sama buku2 favoritnya. Apalagi emak2 yang punya anak kecil. Awas khilaf lho ya!. karena di sana itu Surga. Lihat!, sampe kucing saya pun pengen eksis foto di buku-buku ini. 


Selamat berburu buku murah ya temans! 👻💓

Continue reading Akhirnya Ada Big Bad Wolf 2019 di Bandung

Senin, 27 Mei 2019

,

Perjalanan Hidup Arjun Reddy || Review Film

Jika Anda salah satu penggemar film India atau menyukai genre film drama dan romance, film ini bisa menjadi pilihan alternatif tontonan yang menarik. Seperti yang saya pernah jelaskan dahulu, bahwa di India banyak sekali film-film bagus dengan Bahasa selain Hindi (atau biasa disebut Bollywood), ada Telugu, Tamil, Punjab, dan sebagainya. 

Arjun Reddy merupakan film berbahasa Telugu yang mendulang sukses dan masuk ke jajaran box office pada tahun 2017. Arjun Reddy adalah sebuah film drama berbahasa Telugu India yang ditulis dan disutradarai oleh Sandeep Vanga, dan diproduksi oleh Pranay Reddy Vanga, dalam label Bhadrakali Pictures. Film ini dibintangi aktor terbaik telugu Vijay Deverakonda dan Shalini Pandey sebagai peran Utama. Arjun Reddy rilis tanggal 25 Agustus 2017 dengan durasi sekitar 3 jam atau 186 menit. Maka harus siap makanan dan tempat duduk atau tempat tidur yang nyaman selama menonton.

SINOPSIS

Film ini bercerita tentang Arjun Reddy (Vijay) adalah seorang mahasiswa tahun terakhir di St. Mary's Medical College di Mangalore, India. Arjun seorang mahasiswa yang cerdas dan dokter ahli bedah orto yang sukses tetapi juga seorang pecandu alkohol. Dia sangat dekat dengan dunia seks dan alkohol. Dibalik kesuksesanya ia memiliki sifat agresif dan sulit mengontrol emosinya. Sifat agresif Arjun ini juga yang menyebabkan ia ditakuti dan dianggap pembuat onar.

Arjun kemudian jatuh cinta pada juniornya di kampus bernama Preethi (Shalini Pandey). Awalnya Preethi merasa tidak nyaman namun  dia akhirnya membalas perasaannya. Arjun lulus dengan gelar MBBS dan kemudian melanjutkan sekolahnya ke Mussorie untuk mendapatkan gelar Master dalam bidang bedah Ortopedi. Selama tiga tahun, hubungan Arjun dan Preethi menjadi lebih kuat. Tetapi ayah Preethi menentang hubungan mereka karena dia tidak suka anaknya menikahi seseorang dari kasta lain. Arjun kehilangan kesadaran selama beberapa hari karena overdosis. Semuanya berubah dalam waktu sekejab  saat ia mengetahui bahwa Preethi menikah dengan pria lain. Arjun yang patah hati menjadi pecandu alkohol dan memilih terpisah dari keluarganya. Lalu bagaimana nasib Arjun selanjutnya? 😀


Arjun Reddy sebagian terinspirasi oleh kehidupan Vanga sebagai mahasiswa fisioterapi. Dia mengerjakan naskah selama dua tahun dan butuh empat sampai lima tahun untuk film terwujud.

Perjalanan Cinta Arjun dan Preethi


KARAKTER PEMAIN

Vijay Devarakonda memerankan Arjun dengan sangat natural. Dia tetap sederhana terlepas dari kompleksitas karakter yang dia mainkan. Itulah yang membuat karakter Arjun Reddy menjadi begitu menarik. Dia memiliki bakat yang sangat baik dan layak diberikan apresiasi. Shalini sangat tepat memerankan peran sebagai Preethi. Dia bukanlah wajah glamor yang khas, tetapi terlihat seperti seorang gadis biasa. Dia melakukannya dengan baik terutama dalam memainkan emosional bersama Vijay. Dialognya sangat mengesankan. Karya hebat sinematografer merupakan aset utamanya. Latar belakang musik mengingatkan kita pada karya-karya legendaris dari Ilayaraja dan Rahman. Lagu-lagunyapun tergilang bagus. [1] Film ini dibuat dengan anggaran rendah, tetapi secara teknis sangat baik. Bayangkan saja dari anggaran ₹ 40—51,5 juta, akhirnya box office mencapai ₹ 510 juta. [2]

Keluarga Arjun Reddy

RINGKASAN

Perlu digarisbawahi bahwa Arjun Reddy bukan film untuk semua orang. Ini bukan film untuk penonton bioskop yang senang dengan tarian dan perkelahian. Film ini juga dilarang untuk ditonton oleh anak-anak karena memuat dengan konten dan dialog dewasa. Arjun Reddy adalah film yang tidak konvensional yang melanggar norma-norma romansa Tollywood (Telugu) yang khas. Ini adalah pandangan realistis tentang cinta dan kehidupan. Dalam film ini, penonton akan banyak dialihkan ke karakter Arjun sehingga mereka akan menunggu sampai akhir untuk mengetahui apa yang terjadi padanya. Di sinilah Sandeep Reddy paling sukses meskipun durasi yang panjang dan sangat emosional. 

Secara keseluruhan, Arjun Reddy adalah film yang sangat berani ditargetkan untuk kaum muda.  Pascarilis, film ini menerima ulasan positif baik dari segi naskah, sinematografi, dan penampilan para pemain – terutama penampilan Vijay sebagai pemeran utama. Ulasan negatif juga mengalir pada film ini, yang mengundang kecaman karena diduga mempromosikan penyalahgunaan zat atau obat-obatan di kalangan anak muda. Bagi saya ini film yang sangat menarik untuk ditonton, karena mampu menguras emosi saya, ada sedih, kesal, dan juga menghadirkan kebahagiaan 😉 🌟4.5/5.0


Continue reading Perjalanan Hidup Arjun Reddy || Review Film

Kamis, 11 April 2019

,

Mencintai Bayanganmu

Seketika...
Wajahmu tepat berada di hadapanku. Seketika itu pula aku memijat dan menepuk-nepuk wajahku. Iya. Wajahmu.. Wajah yang sudah lama tak pernah ku pandang begitu dekat. Rasanya seperti nyata. Melihat bola matamu yang indah dengan satu goresan senyummu yang menawan. 

Rindu…
Aku memang merindukanmu. Kala itu, aku menjatuhkan cintaku padamu tanpa tahu diri. Saat itu yang ku tahu hanyalah bisa mencintaimu. Aku mencintaimu tanpa sebab. Tak ada alasan yang pasti mengapa aku memilihmu kala itu. Apakah aku boleh mencintai tanpa sebab?

Sadar..
Aku kini sadar bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan yang indah bagiku. Aku memang tak tahu diri. Tapi aku tahu perasaan ini bisa berbalas namun kamu hanya terdiam. Diam memandang kesalahan yang pernah kita buat. Seketika hatiku begitu rapuh saat melihat bayangan pundakmu menghampiri. Sesederhana itulah cara ku mencintaimu. 

Takdir.
Takdir kini yang membawa kita hanya sebatas mengagumi saja. Tak akan pernah memiliki dan tak akan pernah menyatu. Takdir, hanya sebatas mempertemukan kita dan saling jatuh cinta. Hanya itu saja. 

Kini.
Bagiku tak ada keraguan untuk membiarkan hati ini dibawa oleh Takdir kita. Kini aku hanya bisa mengagumimu dari jauh dan mencintaimu dalam diam. Diam karena Takdir yang tak mungkin ku elakkan. 

Semoga bayanganmu tak terus mengikutiku pikiranku. Kamu harus menyadari bahwa takdirku adalah hanya mencintaimu, sekalipun harus mencintai bayanganmu dalam jalanku melupakanmu. 


@dudepanai
Bandung, 11 April 2019




Continue reading Mencintai Bayanganmu

Senin, 25 Februari 2019

,

RAHASIA Hati di ANTOLOGI RASA || Review Film

Film ini menjadi film yang ditunggu pada Februari tahun 2019. Antologi Rasa adalah film kedua yang diangkat dari novel karya Ika Natassa, setelah Critical Eleven yang sudah tayang 2017 lalu. Saya membaca novel ini sekitar tahun 2012 (kalau tidak salah) dan membuat saya ingin membaca novel karya Ika Natassa yang lain. Sebagai penggemar novel metropop atau love story saya menyukai novel sejenis ini walau Antologi Rasa ini banyak menggunakan bahasa Inggris yang cukup menggangu. hehe Kali ini saya tak akan membahas mengenai novelnya tapi filmnya. 

Trailer Antologi Rasa ini cukup menggairahkan saya untuk menontonnya. Apalagi kalau sudah membaca novelnya. Film ini tayang tanggal 14 Februari 2019 karya Rizal Mantovani. Film ini bercerita tentang "mencintai sahabat" dan "Friend Zone"  kisah cinta empat sahabat yang terjalin antara, Harris, Keara, Ruly, dan Denise.


REVIEW ANTOLOGI RASA



Harris dan Keara (Refal Hady dan Anggika Bolsterli) di Critical Eleven
Bagi yang sudah menonton Critical Eleven (2017), pasangan Harris Risjad-Keara Tedjasukmana diperankan Refal Hady dan Anggika Bolsterli. Namun, di Antologi Rasa, keduanya diperankan oleh Herjunot Ali dengan Carissa Perusset. Sementara Refal Hady menjadi Ruly. Antologi Rasa bercerita tentang 4 banker yang telah bersahabat bertahun-tahun, Harris (Herjunot Ali), Keara (Carissa Perusset), Ruly (Refal Hady), dan Denise (Atikah Suhaime). Mereka diam-diam memendam cinta satu sama lain. Harris begitu mencintai Keara, Keara yang bertahun-tahun menyimpan rasa dengan Ruly, dan Ruly hanya untuk Denise yang sudah menikah. Rumit kan ya? iya. Saya memahami betul bagaimana jatuh cinta dengan sahabat sendiri. "Friend Zone"


Kalau kata orang "persahabatan yang terdiri atas laki-laki dan perempuan pasti salah satunya ada yang jatuh cinta. Entah berbalas atau tidak."  toh seperti pada quotes AR ini untuk yang telah menemukan, namun tak bisa memiliki. Karena cinta tak harus saling memiliki kan??? 😢

Sebagai pembaca novel tentu saja tokoh-tokoh ini menjadi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu film. Inilah salah satu risiko kalau cerita film diambil dari novel, ekspektasinya cukup tinggi. Penulis skenario harus mampu bercerita dan menghidupkan tokoh tersebut. Menurut saya ada beberapa bagian yang "terasa" hilang di film ini. Film ini seolah-olah menggambarkan kehidupan Harris dan Keara saja. Ruly terkesan sebagai pendamping mereka, begitupun Denise. Kehadiran Dinda yang terlalu sebentar namun punya peran penting. Panji juga seharusnya bisa menambah RASA dalam film ini. Bagaimana mereka memendam rasa dan memperjuangkannya. Melibatkan konflik perasaan mereka, ketika ada orang lain hadir di kehidupan mereka.
"Kalau dia bikin lo ketawa, itu tandanya lo suka sama dia. Kalau dia bikin lo nangis, itu tandanya lo cinta sama dia." -Harris Risjad
Rizal Mantovani sebagai sutradara seharusnya mampu memberikan dukungan yang kuat bagi film ini untuk bisa membawa emosi yang lebih dalam.  Namun, "bad boy" Harris dan "alim dan coolnya" Ruly membawa film ini sedikit mengulas halaman-halaman yang ditertulis pada novelnya. Keara? tentu saja dengan perempuan modern dan bergaya urban yang menawan.

Secara keseluruhan film ini adalah cukup baik. Film yang  relevan dengan kehidupan anak muda, sederhana, dan menghibur. Sedih dan bahagianya juga tersampaikan walaupun sebenarnya film ini bisa jauh lebih bagus dan lebih melow drama. 💙 Kalau ibarat film Bollywood dan Korea cerita ini bakal sedih bangeeeet, nangis bombay. Rumit percintaannya sih parah! Dan senangnya lagi, di film ini tak banyak dialog menggunakan bahasa Inggris seperti di novelnya. 😁

Satu lagi yang membuat film Antologi Rasa ini membuat baper adalah pengisi lagu dan lirik lagu yang sangat menggambarkan film ini. Geisha, Nidji, D'Masiv, dan Pijar mampu melukiskan perasaan Harris, Keara, dan Ruly yang rumit. 
"Karena kecanggungan tidak pernah ada di antara dua orang yang tidak ada apa-apanya. So maybe there is something between us."



Continue reading RAHASIA Hati di ANTOLOGI RASA || Review Film

Jumat, 08 Februari 2019

,

Noraknya Orang Kaya Baru (OKB) | Review Film

Hi, lama tak berjumpa dengan edisi ulasan film Indonesia. Iya, saya termasuk orang yang cukup memilih untuk menonton film Indonesia. Kalau tidak berasal dari novel yang saya baca atau menarik saat melihat trailernya, barulah saya tergerak untuk menontonnya. Bukan karena apa-apa sih tapi mungkin karena banyak penonton sering menonton film Hollywood atau Bollywood atau Seri Korea, maka ekspektasi mereka cukuplah besar terhadap film Indonesia. Menurut saya perkembangan dunia film Indonesia sudahlah sangat baik dan berkembang dengan hadirnya cerita-cerita fresh, unik, dan sederhana yang membuat film tersebut bisa tembus 1 juta penonton (box office) atau membawa banyak nominasi dan penghargaan film. 

Film yang baru saja saya tonton adalah Orang Kaya Baru. Iya film ini mendapat banyak sorotan penonton setelah film Keluarga Cemara karena keduanya bertema keluarga. Film Orang Kaya Baru tayang pada tanggal 24 Januari 2019 yang disutradari oleh Ody C. Harahap dan ceritanya ditulis oleh Joko Anwar. Keduanya mempunyai nama yang tenar di industri perfilman Indonesia. Orang Kaya Baru ini memiliki cerita yang sederhana dan ada di lingkungan kita. Ternyata cerita ini terinspirasi dari kehidupan masa kecil Joko Anwar. Pasti kita yang berada di dalam keluarga seperti itu memiliki HALU dong, gimana kalau jadi Orkay. 😆


Tenang saya gak akan spoiler kok 😋

Film ini menceritakan kehidupan keluarga sederhana, semuanya serba cukup. Keluarga ini terdiri atas Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini) serta tiga anaknya, Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru). Keluarga ini telah terbiasa hidup dengan uang pas-pasan selama bertahun-tahun. Nah, suatu ketika saat mereka sedang merasakan kehangatan keluarga, mereka harus kehilangan Bapak karena meninggal dunia. Bapak yang menjadi sosok panutan dalam keluarga tersebut. Bapak ternyata meninggalkan warisan harta yang cukup banyak kepada istri dan anaknya. Ternyata ada hikmah ya dibalik setiap kejadian 😎 Kemudian ekonomi mereka berubah drastis dan mendadak menjadi orang yang kaya raya. Nah, gimana reaksi kalau ada orang yang tiba-tiba kaya raya atau OKB? IYAAA ‘NORAK!'.

Istilah OKB sendiri sudah tidak asing di telinga masyarakat kita. Perbedaan OKB dengan orang kaya beneran itu memiliki tingkah laku yang berbeda makanya OKB sering kali jadi bahan olokan orang-orang di sekitar karena dinilai norak. Semua kehidupan dan relita menjadi OKB itu pun terlihat di dalam film ini.

"Keluarga mana yang masih makan bareng di meja makan?" ~BAPAK

dok. screenplay Films
Saat mereka mendapatkan uang yang banyak ke NORAK an mereka terlihat saat mereka menghabiskan uang untuk membeli apa yang tidak bisa mereka beli saat masih miskin. Tingkah laku mereka yang membuat penonton ikut tertawa lepas seperti melepaskan peluru dalam sangkar. (Tau artinya? saya juga engga tahu) hahahhaa  

Dalam film ini justru saya memberikan apresiasi pada karakter Ibu yang diperankan Cut Mini karena yang paling norak, kocak dan mencuri perhatian. Dibanding dengan karakter yang lain, kuncinya justru ada pada karakter Cut Mini.  Selain tokoh Ibu ada Dody yang juga memberikan sentuhan terbesar dalam keluarga ini. Karakternya sebagai anak bungsu justru membuat penonton gemas atas kedewasaannya. Nah, saya juga terkagum sama Raline Shah yang tetep aja geulis 😍 Apalagi saat lengan bajunya dinaikkan (berasa ngaca, bukan cantiknya tapi suka naikkan lengan baju) 😂

Lalu, ada yang sedikit menggangu saya yaitu kehadiran Refal Hady (Bayu) di film ini layaknya seperti hantu, ada di mana-mana haha Maksudnya hantu? Nonton yuk 👅


dok. screenplay Films
Film ini menyiratkan banyak pesan. Keluarga ini awalnya kompak dan saling peduli satu sama lain, meski dalam kesederhanaan yang ada. Namun keadaan berubah saat mereka jadi orang kaya. Kehilangan semuanya. 

Duit kalau sedikit cukup, kalau banyak gak cukup.


Pesan atau quote ini merupakan sindiran yang paling ngena yang disajikan dalam film Orang Kaya Baru. Itu berarti saat kita gak punya uang, kita beli sesuai dengan kebutuhan tapi saat kita kaya kita beli sesuai dengan keinginan bukan kebutuhan.

Keluarga dan sahabat tetaplah menjadi prioritas yang penting dalam kehidupan kita. Mereka takkan pernah meninggalkan kita. Ada satu hal yang menarik buat saya. Saat mereka jadi OKB mereka tak kehilangan jati diri dan tidak menjadi orang-orang yang sombong. Mereka masih tetap seperti itu walaupun noraknya bukan kepalang. hehehe 

Film ini sih terkesan agak terburu-buru yang mana menghasilkan ending yang kurang greget. Namun, cerita yang ditulis Joko Anwar ini memang unik, fresh, dan sangat menarik untuk ditonton bersama keluarga dan teman-teman saat akhir pekan. 😊  Semoga tembus 1 juta penonton ya 💅 Bagaimana nasib Ibu dan anak-anaknya setelah jadi orang kaya? Masih norak gak ya? 

🌟 8/10


ORANG KAYA BARU  | 2019 | Durasi: 96 Menit |Sutradara: Ody C. Harahap | Penulis Skenario: Joko Anwar| Pemain: Lukman Sardi, Cut Mini, Derby Romero, Raline Shah, Fatih Unru, Refal Hady | Produksi: Screen Play Films & Legacy Pictures 
Continue reading Noraknya Orang Kaya Baru (OKB) | Review Film

Sabtu, 05 Januari 2019

,

Rekomendasi 20 Film Bollywood Terbaik 2018

Haii. Kali ini saya akan memberikan daftar film India terbaik versi saya tahun 2018 yang bisa menjadi referensi kalian. Apa saja? Ini dia! 



 1. HICHKI 

Hichki (Hiccup) film Bollywood terbaru yang dibintangi Rani Mukerji tayang 23 Maret 2018 ini bercerita tentang seorang guru Naina Mathur  yang menderita Tourette Syndrome atau lebih dikenal dengan gangguan saraf yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan (tic) tanpa bisa mengontrolnya. Naina sudah banyak ditolak oleh beberapa sekolah dari tempat tinggalnya karena mereka menganggap gangguan yang diderita akan menjadi penghalang ia sebagai seorang guru. Suatu hari, setelah banyak penolakan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan impiannya sebagai guru di salah satu sekolah paling elit di kotanya, St. Notker's.  Lalu, ia menyadari bahwa kelas yang dapatkan, yaitu kelas 9F yang hanya terdiri dari 14 siswa yang nakal.

Hichki adalah film yang penuh emosi, ada tawa, bahagia, sedih, dan banyak pesan moral di dalamnya. Tak hanya hubungan Naina dengan siswa-siswanya tapi juga terhadap keluarganya. Bagaimana keluarga membentuk karakter Naina yang begitu menganggumkan. Film ini juga memperlihatkan kemampuan dari kekurangan seorang guru yang mengajar dengan penuh kasih sayang. Akankan Ibu Naina bertahan mengajar siswa-siswa 9F?


HICHKI| Sutradara: Siddharth P. Malhotra | Produser: Aditya Chopra, Maneesh Sharma| Penulis Naskah: Siddharth P. Malhotra, Ankur Chaudhry | Diadaptasi dari: Buku dan Film Front of the Class | Produksi: Yash Raj Films | Durasi: 118 menit |Genre: Drama dan Komedi | Tanggal Rilis: 23 Maret 2018

2. PADMAVAAT

Padmavat (atau Padmawat) adalah sebuah puisi epic yang ditulis pada tahun 1540 oleh penyair sufi Malik Muhammad Jayasi. Sepotong sastra sufi yang terkenal dari masa itu. Menceritakan sebuah cerita fiksi alegoris tentang keinginan Sultan Alauddin Khilji dari Delhi untuk tituler Rani Padmini, Ratu Chittor. Alauddin Khalji dan Ratan Sen atau dikenal Rawal Ratan Singh adalah tokoh sejarah, sedangkan Padmini adalah tokoh fiksi, meskipun ini masih diperdebatkan.

Rani Padmavati (Deepika Padukone) istri Maharawal Ratan Singh (Shahid Kapoor), dikenal karena kecantikan, kepintaran, dan keberaniannya di India abad ke-13. Dia menangkap kemasyhuran Sultan Delhi yang berkuasa saat itu, Sultan Alauddin Khilji (Ranveer Singh) yang sangat berkuasa untuk memenuhi segala keinginannya termasuk terobsesi melihat kecantikan Padmavati padahal saat itu Dia memiliki istri Mehrunisa (Aditi Rao Hyndari). Berbagai macam cara dilakukan oleh Sultan untuk merebut tahta kerjaan dan juga Padmavati.
Lagu dan video clip Ghoomar menampilkan koreografi yang ciamik dan menarik youtubers untuk menontonnya.


 

Padmaavat Sutradara: Sanjay Leela Bhansali | Produser: Sanjay Leela Bhansali, Sudhanshu Vats, Ajit Andhare | Penulis Naskah: Sanjay Leela Bhansali, Prakash Kapadia | Diadaptasi dari: Padmavat karya Malik Muhammad Jayasi | Produksi: Bhansali Productions, Viacom 18 Motion Pictures | Durasi: 169 menit Genre: Drama | Tanggal Rilis: 25 Januari 2018

3.  PAD MAN

Film Pad Man dibintangi oleh Akshay Kumar, Radhika Apte dan Sonam Kapoor. Film Pad man didasarkan pada buku dari Twinkle Khanna yaitu "The Legend of Lakshmi Prasad". [1] Seorang pria bernama Lakshmikant Chauhant yang melakukan perubahan pembuatan pembalut wanita dengan berbiaya rendah di India. Ide itu dia lakukan karena ketika dia terkejut saat mengetahui istrinya (Radhika Apte) menggunakan kain yang tidak higenis selama dia sedang masa menstruasi. Mereka mengatakan hal itu lazim dilakukan di India menggunakan kain lalu dicuci kembali. Pada akhirnya dia memutuskan untuk dapat membuat sebuah bantalan saniter sendiri. 
Pad ManSutradara: R. Balki | Produser: Twinkle Khanna, SPE Films India, KriArj Entertainment, Cape of Good Films & Hope Productions | Diadaptasi dari: novel The Legend of Lakshmi Prasad | Produksi: Columbia Pictures, Hope Productions, KriArj Entertainment, Mrs Funnybones Movies| Distribusi: Sony Pictures Releasing | Durasi: 140 menit | Genre: Drama & Komedi | Tanggal Rilis: 9 Februari 2018

4. RAID 

Film ini tentang seorang petugas pajak tahun 80'an dari IRS yang bernama Amay Patnaik  (Ajay Devgn) ia tidak pernah kenal takut. Suatu hari, ia dipindah tugaskan ke Lucknow dan menemukan fakta bahwa di sana terdapat banyak uang yang tidak jelas berasal dari mana dan melakukan serangan tanpa henti di rumah seorang pria yang berkuasa di Lucknow bernama Rameshwar Singh alias Rajaji.

Akankah Rameshwar Singh sanggup untuk menghentikan penggrebekan yang dilakukan oleh Amay Patnaik dan pasukannya atau apakah Amay Patnaik dapat menurunkan Rameshwar Singh? Ini salah satu film India terbaik bergenre action crime tahun 2018. 


RAID Sutradara: Raj Kumar Gupta | Produser: Abhishek Pathak, Kumar Mangat Pathak, Bhushan Kumar, Krishan Kumar Dua | Penulis Naskah: Ritesh Shah| Produksi: Panorama Studios, T-Series | Distribusi:  UFO Moviez, Viacom 18 Motion Pictures, Eros International plc | Durasi: 115 menit | Genre: Action, Crime, & Drama | Tanggal Rilis: 16 Maret 2018
Continue reading Rekomendasi 20 Film Bollywood Terbaik 2018