Selasa, 09 Mei 2023

,

Rekomendasi Drama Korea Underrated Terbaik [Part 3]

Haloo lama tidak menulis referensi drama atau film. Apa kabar? Selamat Tahun baru 2023 dan Selamat Idulfitri ya teman-teman bagi yang merayakannya.🙏 

Apakah kalian sudah membaca bagian pertama dan kedua rekomendasi drama korea yang saya tulis? Sepertinya saya udah lama tidak merangkum drama korea sejak 2020 ya. hehe Kali ini saya akan merekomendasikan drama korea lainnya di bagian ketiga ini. Selamat membaca ya! 💗

29. You Are My Spring 
Judul lain: -
Pemeran:  Seo Hyun-jin, Kim Dong-wook, Yoon Park, dan Nam Gyu-ri
Episode: 16
Genre:  Drama, Romance, Thriller, Misteri
Network: TvN
Tayang: Netflix
Tahun: 2021

Drama TvN berjudul You Are My Spring tontonan yang ringan, adem, bikin senyum2 sendiri, dan juga lengkap dengan kutipan kata yang bagus2.❤ Drama ini dibintangi oleh dibintangi oleh Seo Hyun-jin, Kim Dong-wook, Yoon Park, dan Nam Gyu-ri. Drama ini tayang perdana di tvN pada 5 Juli 2021 sebanyak 16 episode dan saat ini tersedia di Netflix.

sumber gambar: https://www.hancinema.net

Drama You Are My Spring ini tentang trauma masa kecil yang saling berhubungan. Kang Da Jeon (Seo Hyun-jin) adalah seorang manager hotel yang masih bermasalah dengan kisah asmaranya. Ju Young Do (Kim Dong-wook) adalah seorang psikiater yang banyak membantu menyelamatkan nyawa orang terutama bagi orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya tapi tak mampu menyembuhkan luka batinnya sendiri. Chae Joon (Yoon Park) yang menyukai Da-jeong namun kehadirannya penuh dengan misteri. Ahn Ga-yeong (Nam Gyu-ri) adalah seorang aktris yang pulih dari depresi yang tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam sebuah hubungan baru.

Alur ceritanya memang agak lambat tapi masih bisa dinikmati dengan santai. Drama You Are My Spring hadir sebagai healing drama karena mampu membuat penonton merasa nyaman. Dialog yang dihadirkan dalam drama ini mampu menyentuh hati.

Selain drama healing, You Are My Spring menghadirkan cerita misteri yang membuat penasaran penonton. Romansa drama ini dikategorikan usia 28-35an lah ya. hahaa Gak neko2 tp bikin senyum2 sendiri. 😍 Kim Dong Wook dan Seo Hyun Jin, couple baru di dunia k-drama yang patut diperhitungkan juga. hehe  

Selain dari segi cerita, You Are My Spring menghadirkan para pemain utama dan pendukung yang juga bagus, porsinya pas. Sinematografinya juga ciamik, estetik yang memanjakan mata. Ditambah lagu-lagu (OST) juga enak didengar.  Drama yang tak banyak dibicarakan tapi bermakna. Bagaimana cara mereka menemukan cara untuk menyembuhkan trauma? Silakan menonton ya. 

Beberapa kutipan favorit saya di drama #YouAreMySpring:

"Seseorang tak akan menanyakan keadaanmu jika kau memang terlihat baik-baik saja. Saat bertanya begitu kepada seseorang yang tak terlihat baik dan orang itu berkata baik2 saja, artinya dia berusaha untuk baik2 saja. Jika menjawab "tak apa-apa" artinya dia tak ingin ditanya lagi. Jika menjawab "tak buruk" artinya sesuatu yang buruk terjadi dan tak ingin orang lain mengetahuinya."

"Jika ada seseorang yg mendekatimu dan kau tak nyaman, itu bisa jadi kau takut kelak akan menyukainya. Takut disaat orang itu melihatmu dari dekat & mengenalmu, dia akn kecewa dan meninggalkanmu. Atau kau takut menyukai orang lain lg padahal sudah menderita dahulu."

"Cinta yang datang lebih dulu belum tentu cinta sejatimu. Meski kau memacari seseorang selama sepuluh tahun pun, bisa saja orang yang berikutnya yang kau temui adalah cinta sejatimu."💕

Memeluk seseorang dengan suhu yang hangat dapat menyampaikan perasaan lebih baik daripada beratus kata 😊 "Apa kabar?" "Aku mengkhawatirkanmu" "Semua baik2 saja?" "sepi tanpamu di sini" "aku merindukanmu" "terima kasih".


sumber gambar: https://www.hancinema.net
Continue reading Rekomendasi Drama Korea Underrated Terbaik [Part 3]

Sabtu, 24 Desember 2022

Makan Siang di Hotel Loccal Collection, "Santorini" nya Labuan Bajo

Setelah Live on Board selama dua hari di kapal, kami harus kembali ke daratan. hehe. Makan malam berakhir sekitar jam 7 malam dan kami  langsung menuju tempat penginapan. Kami memilih untuk menginap di Hotel Komodo Lodge karena lokasinya yang strategis. Kami berada di sini selama satu malam sebelum akhirnya esok hari kembali ke Jakarta.

KOMODO LODGE


Komodo Lodge ini ada di Jalan Mutiara, Kampung Ujung, Labuan Bajo, Flores, NTT, Indonesia. Lokasinya yang strategis, membuat banyak wistawan senang menginap di hotel ini. Dari luar hotel ini tampak biasa saja tapi setelah masuk ke dalam hotelnya bersih dan cukup besar. Kamarnya juga nyaman. Lokasi hotel ini tidak jauh dari pusat kota Labuan Bajo dan bisa berjalan kaki dari Pelabuhan Labuan Bajo. Hotel ini dekat juga dengan pusat perbelanjaan atau makanan. Jadi, jika tiba-tiba merasa lapar ada KFC yang jadi favorit wisatawan sana. hehehe. Harga per malam hotel ini sekitar Rp400.000.

Gambar: https://thekomodolodge.com


    

Setelah sarapan kami memutuskan untuk jalan-jalan sebentar mengelilingi kota kecil Labuan Bajo ini. Tenyata penduduk di sekitar sini mayoritas muslim. Jadi, kita tidak perlu khawatir makan di Labuan Bajo. Cuaca yang pas untuk berjalan-jalan pagi hari di sini dan tak lupa mengabadikan momen selama di sini. Kota ini memang kecil, jadi hanya butuh sepuluh menit saja untuk kembali lagi ke hotel. 😁 Kata penduduk di sini, selama covid-19 penginapan di sini sepi sekali bahkan ada yang hampir bangkrut. Alhamdulillah, saat saya di sana, suasananya sudah kembali bergairah. Penginapan-penginapan tampak penuh. Semoga perekonomian pariwisata kita kembali bangkit ya! Amin.

Setelah berjalan sebentar, kami harus bersiap meninggalkan penginapan untuk kembali ke Jakarta. Namun, sebelum itu kita menyempatkan ke pusat oleh-oleh di Komodo Excotic dan kemudian lanjut makan siang di salah satu hotel unik dan hits di Labuan Bajo, Hotel Loccal Collection.
Continue reading Makan Siang di Hotel Loccal Collection, "Santorini" nya Labuan Bajo

Selasa, 20 Desember 2022

Bertemu Komodo di Taman Nasional Komodo, NTT [Part 3]

Setelah berhasil trekking ke Pulau Padar, selanjutnya kami bergegas menuju Taman Nasional Komodo dan ke Pantai Pink (Pink Beach). Kami trekking ke Pulau Padar masih cukup pagi, sekitar jam 6 dan belum sempat sarapan. hehe. Sembari sarapan di atas kapal menuju Taman Nasional Komodo, kami disuguhkan pulau-pulau cantik yang memukau mata serta air laut yang biru. Bagi saya setiap pulau itu memiliki nuansa dan ciri khas yang berbeda termasuk NTT ini. Pulau-pulau hijau dengan air laut biru yang indah.

TAMAN NASIONAL KOMODO


Dilansir dari Indonesiabaik.id bahwa Taman Nasional Komodo adalah salah satu dari 21 Taman Nasional Model yang ada di Indonesia dan merupakan salah satu dari lima taman nasional yang ditetapkan pertama kali di Indonesia. Taman Nasional Komodo ini didirikan pada 1980 yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sumber: indonesiabaik.id

Kami tiba di Taman Nasional Komodo ini sekitar jam 10.30 WITA. Cuaca sudah cukup terik. Kami hanya mengambil super short track. Ada 4 jenis trek yang tersedia yaitu, Short Track, Medium, Track, Long Track, dan Adventure Track. Short track ini hanya berjarak sekitar 800 meter pp dan kita sudah bisa menemukan komodo. Selama di Taman ini kami ditemani oleh Tim Ranger di sana ya, jadi aman. Ranger itu pemandu sekaligus pawang untuk binatang-binatang di sana khususnya, komodo.

   

Continue reading Bertemu Komodo di Taman Nasional Komodo, NTT [Part 3]

Jumat, 09 September 2022

Menjelajahi Pulau Padar Komodo Nan Eksotis [Part 2]

Hai! Lanjut ke hari kedua saya selama di Labuan Bajo ya. Destinasi pagi hari ini adalah menikmati matahari terbit di Pulau Padar. Pulau Padar dikenal sebagai surganya Labuan Bajo. Kita akan disuguhkan pemandangan indah Pulau Padar dengan gugusan bukit hijau dan pantai pasir putih yang terhampar mengelilingi pulau. Sangat cocok sekali untuk penikmat alam. Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Keindahan Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada di dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Gili Motang. 

Jika menggunakan kapal langsung dari Dermaga Labuan Bajo ke Pulau Padar dapat ditempuh sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan. Tapi perjalanan kami tidak selama itu karena Live on Board (LOB) jadi kapal kami sudah menepi mendekati lokasi Pulau Padar. Butuh waktu sekitar 15 menit saja. Waktu pada gawai saya sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Seharusnya kami bisa berangkat lebih pagi untuk melihat matahari terbit. Namun, karena kami terlena oleh perjalanan hari pertama membuat kami bangun lebih siang dari jam yang ditentukan.😀

Trekking ke Pulau Padar 


Satu spot terbaik menikmati keindahan Pulau Padar yaitu saat sampai di puncak bukit. Namun untuk menuju kesana dibutuhkan perjuangan juga. Setidaknya kita harus trekking kurang lebih 45 menit sampai satu jam lamanya lho. Menurut artikel pada Tribun-Timur.com untuk menikmati keindahan Pulau Padar, kita harus menaiki 818 anak tangga. (saya tidak hitung dan ternyata sebanyak itu 🙀) dan kita harus mendaki sejauh kurang lebih 400 meter. Selama mendaki ke Pulau ini harus membawa bekal makanan dan persediaan air minum yang cukup ya karena medan yang cukup jauh dan tidak ada pedagang di sekitarnya. Bagi yang belum pernah trekking atau mendaki puncak sebaiknya lebih banyak persiapan fisik. Tapi selama mendaki kita masih bisa istirahat sejenak di bawah rindang pohon sekitar bukit. Lelahnya akan terbayar kok! Dijamin. Gunakan alas kaki yang nyaman, topi, dan kacamata hitam selama trekking ke Pulau Padar. 

Baru mendaki sekitar lebih dari 200 anak tangga, kita sudah bisa melihat hamparan Pantai Pink atau Pink Beach yang ada di sisi kiri pulau Padar. Mulut saya sepertinya tidak berhenti mengucap rasa kagum atas segala ciptaan-Nya. Waktu yang pas mendaki sepertinya pada jam 5 pagi, mendekati matahari terbit. Pada saat kami mendaki matahari sudah mulai menampakkan jingganya. Mulai terasa terik padahal masih sekitar jam 7 pagi. Jangan lupa pakai sunscreen ya! Selain menghindari kulit yang jadi eksotis juga menghidari paparan matahari yang terik langsung mengenai kulit. Pada jam-jam kami mendaki belum terlihat banyak orang, jadi pas banget untuk trekking santai dan mengabadikan foto-foto terindah. 

Sebelum sampai pada puncak bukit Padar, ada satu spot foto yang juga tidak kalah cantik. Tapi harus berhati-hati ya karena banyak bebatuan dan cukup curam. Jangan memaksakan diri jika dirasa tidak berani. 





Saat sampai di bukit tertinggi Pulau Padar, pemandangan yang eksotis menghampar bukit dan pantai di sekitarnya. Takjub dan rasa lelah terbayarkan oleh pemandangan yang disajikan Tuhan. Saya sempat merekam beberapa perjalanan singkat selama mendaki bukit ini. Sayangnya, sampai di atas baterai kamera mirroless saya habis. 😭 Untungnya, kamera gawai sudah bisa menandingi kualitas kamera. Selama di atas, penuhi memori gawaimu dengan foto-foto keren ya. Lumayan kan untuk ganti profile picture sosial media. hehe Tak lupa saya dan tim berfoto pemandangan indah Pulau Padar dengan bendera Indonesia. Merdeka! 

#WonderfulIndonesia


Nonton VLOG Labuan Bajo Part-1!

Setelah cukup lama beristirahat di atas bukit Pulau Padar, kami memutuskan untuk segera turun karena masih ada destinasi lainnya yang harus kami jelajahi. Saat turun pun tidak semudah yang dibayangkan karena tetap melewati beberapa jalan yang cukup curam dan penuh bebatuan. Tetap harus waspada ya. Walau sulit digapai tapi terbayar sama pemandangan nan eksotis dari Pulau Padar. Seperti lukisan tapi nyata adanya! Satu kata, untuk Pulau Padar, MasyaAllah 💗 Alhamdulillah bisa sampai di sini.  



baca juga:

Continue reading Menjelajahi Pulau Padar Komodo Nan Eksotis [Part 2]

Selasa, 02 Agustus 2022

Liburan ke Labuan Bajo. Harus Ke Sini, Indah Banget! [Part 1]

Setelah kondisi Covid-19 yang sudah mereda akhirnya saya dan geng promo hunter kembali berdiskusi untuk menentukan destinasi liburan selanjutnya. Kali ini jatuh pada Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Awalnya ingin ke Derawan atau Raja Ampat tapi karena kondisi kantong, pesawat, dan akomodasi yang masih sulit selama pandemi, jadi kami memilih Labuan Bajo yang lebih dekat. Rasanya rindu melakukan perjalanan setelah dua tahun lebih #dirumah aja.😁Kami memilih melakukan trip 3 hari 2 malam untuk mengeksplor keindahan Labuan Bajo. Berbeda dari liburan ala laut dan pantai biasanya, kali ini kami berkeliling pulau-pulau di Labuan Bajo menggunakan kapal, Live on Board (LOB), alias menginap di kapal. 😊

Continue reading Liburan ke Labuan Bajo. Harus Ke Sini, Indah Banget! [Part 1]

Rabu, 15 Juni 2022

Tangan Kering akibat Menderita Dermatitis Kontak (Eksim)

Halo Semua! 👋 Lama tidak bersua. hehe Mau cerita sedikit tentang pengalaman saya kali ini.

Dua bulan lalu saya menderita tangan kering, gatal di kedua telapak tangan saya bahkan kaki juga, dan sampai muncul bintik-bintik kecil. Saya pikir hanya kering biasa saja. Setiap hari saya merasakan gatal yang cukup hebat sampai mulai mengganggu aktivitas. 

Awal muncul bintik-bintik itu sesudah memakai hand sanitizer di salah satu pusat perbelanjaan. Memang agak sedikit berbeda dari hand sanitizer biasa, sedikit berbusa. Saat itu corona masih belum terkendali dan mengharuskan selalu cuci tangan baik menggunakan sabun atau hand sanitizer. Saya hanya mengira ini akan hilang cepat. Tapi ternyata tidak, semakin lama, muncul ruam dan bintik-bintik baru. Terasa gatal yang parah setiap malam. Rasanya, cukup stres saat itu. 

Saya juga tidak mengira akan menderita penyakit ini, karena sangat tiba-tiba. Mungkin karena terlalu sering menggunakan sabun cuci tangan atau hand sanitizer menyebabkan kulit saya menjadi sensitif, iritasi, kering, menebal, dan sangat gatal. Semakin hari menjadi gelisah. Akhirnya saya memutuskan untuk berobat. Setelah lebih satu minggu pengobatan ke dokter umum dan tidak kunjung sembuh, akhirnya saya memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis. Dan, ternyata saya didiagnosis Dermatitis Atopik atau lebih sering dikenal Eksim.

Ternyata eksim atau dermatitis itu banyak tipenya, dan sepertinya penyakit yang saya derita masuk ke tipe Pompholyx (eksim dishidrotik). Eksim yang menyebabkan lepuhan kecil berisi cairan pada sisi jari-jari, telapak tangan dan telapak kaki. Lepuhan pada pompholyx berisi cairan dan sangat gatal. Ini berlangsung lebih dari tiga minggu. Lebih detailnya bisa di baca di sini. [1]  Apa penyebabnya? Saat ini belum bisa dipastikan penyebab pastinya tapi ini juga bisa disebabkan oleh dermatitis kontak; akibat paparan deterjen, sabun, parfum, bahan kimia keras, hingga alergi. Banyak kasus di antaranya adalah karena faktor genetik/keturunan. Stres juga memengaruhi ternyata. Sebenarnya banyak lagi penyebab eksim bisa karena makanan, bahan logam, susu, bulu binantang, dll., tapi dalam kasus saya itu pemicunya adalah bahan kimia atau sabun.



Tangan saat bintik-bintik dan gatal.
Continue reading Tangan Kering akibat Menderita Dermatitis Kontak (Eksim)

Selasa, 14 Desember 2021

Menikmati Makanan India di Spice Affair Bandung

Belum pernah mencoba makanan khas negara Bollywood alias India? Kalian perlu datang ke restoran Spice Affair Bandung Indian Fusion Cuisine. Restoran ini terletak di Jalan Sukajadi No 186, Pasteur, Sukajadi, Bandung. Restoran ini dibuka pada tahun 2018. Saat ini masih jarang ditemukan restoran yang mengusung konsep ala India di Bandung.


Akhirnya saya bisa kembali menikmati makanan India nih. Saat memasuki restoran ini, kita akan disambut oleh patung Ganesha dan beberapa ornamen atau lukisan yang sangat mencirikan India. Kita juga akan dimanjakan dengan kemegahan restoran atau arsitektur yang identik dengan India. Pernah lihat sinetron India dengan rumah megahnya? Iya, mirip-mirip itu lah. 😁

Continue reading Menikmati Makanan India di Spice Affair Bandung

Selasa, 12 Oktober 2021

,

Rekomendasi Drama Korea Dengan Episode Pendek

Ingin menikmati drama korea tapi tidak ingin yang belasan episode? Nah, Korea ternyata  juga memiliki drama spesial yang memiliki 1 sampai 2 episode saja (atau hanya <10  episode) atau hanya 1 jam tayang langsung selesai atau short drama/tv movie. Iya, seperti menonton film tapi rasa drama korea. Walau hanya 1 sampai 1,5 jam tayang tidak mengurangi inti dari ceritanya, memang tidak melulu berakhir manis ada juga yang berakhir sedih atau bahkan menggantung. Drama ini sangat cocok ditonton bagi kalian yang lagi bosan dengan episode yang panjang ataupun yang hanya punya waktu terbatas. 

Drama spesial KBS dapat ditonton di saluran YouTube KBS World TV dengan subtitle, bahasa Inggris dan ada juga Indonesia. Selain KBS banyak stasiun TV Korea yang menayangkan short drama, misalnya, JTBC, MBC, dan tvN Drama Stage. Sayangnya, saat ini tvN drama stage belum bisa diakses di media streaming manapun. Semoga segera ya soalnya dramanya bagus-bagus.

1. The Long Goodbye (2018)

Pemeran: Lim Ju Hwan & Jang Hee Jin
Episode: 1
Genre: Romasa
Tayang: KBS World TV
Tahun:  KBS Drama Special 2018. EP.6
Rating: ⭐8/10

Drama Spesial KBS ini dibintangi oleh Lim Ju Hwan dan Jang Hee Jin sebagai pemeran utama. The Long Good Bye tayang pada 19 Oktober 2018. Drama ini bercerita tentang seorang novelis, Bae Sang Hee yang diperankan oleh Lim Ju Hwan yang kesulitan menyelesaikan novel keduanya bertahun-tahun. Sang Hee memiliki pacar Jung Yi Na (Jang Hee Jin) yang bekerja sebagai editor untuk sebuah perusahaan penerbitan. Bae Sang Hee menderita karena pekerjaannya dan kehidupan cintanya. Bagaimana kemudian  Sang Hee berhasil menyelesaikan novel keduanya? Lim Ju Hwan dan Jang Hee Jin berhasil membangun chemistry yang baik di drama ini. 

Continue reading Rekomendasi Drama Korea Dengan Episode Pendek

Rabu, 01 September 2021

,

Pengalaman sebagai Penyintas Covid-19

Hai apa kabar semua? Semoga selalu sehat ya.. Sudah lama tak cerita-cerita di sini. Seperti yang kita tahu selama hampir dua tahun ini kita masih dilanda musibah wabah covid-19 yang tak kunjung reda. Semua hal yang sudah kita rencanakan harus pupus selama dua tahun ini. Kita berharap semoga segera membaik ya. Mari tetap menerapkan protokol kesehatan ketat (5M), menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas agar kita kembali seperti sedia kala.. Aamiin.. Sudah kangen traveling tanpa harus tes PCR nih hehehe

Saya akan menceritakan pengalaman saya sebagai penyintas covid-19. Semoga ini menjadi pengalaman dan juga semangat bagi teman-teman semua yang sedang berjuang. 


Berawal dari Ayah saya yang sudah merasakan flu (batuk, pilek, serta demam) selama 3 hari. Demam hingga 39 derajat yang tak kunjung turun akhirnya kami memutuskan untuk membawa Ayah saya ke UGD Rumah Sakit terdekat. Pada bulan itu, kasus covid sedang naik daun terutama di Bandung. Jadi, banyak sekali pasien yang masuk ke UGD untuk diperiksa dan juga dites Antigen atau PCR. Mungkin, jika tidak dalam kasus covid-19 rasanya sakit flu sudah hal biasa ya, terutama di Indonesia. Beberapa jam kemudian hasil rapid antigen Ayah saya keluar dan dinyatakan positif. Tentunya kami sekeluarga panik dan sedikit takut. Saat itu saya berpikir Ayah dan Ibu saya memiliki penyakit bawaan (komorbid). 

"Kenapa bisa?" "Dapat darimana?" 

itu yang banyak ditanyakan orang saat kita dinyatakan positif. Jawabannya, kami tidak tahu. hehe Ayah saya termasuk yang paling "cerewet" soal protokol kesehatan. Kami jarang keluar rumah sebenarnya. Jadi, bingung juga dapat dari mana. Saat sakit saja Ayah saya tetap memakai masker di rumah. Intinya, sudah takdir Allah ya. Makhluk sekecil itu pasti sudah tahu jalan menuju organ tubuh manusia. 

Tentunya, saya sebagai anak muda harus tetap tenang dan menenangkan semua keluarga. Kami sekeluarga harus segera tes PCR/antigen untuk memastikan keadaan kami. Besoknya kami sekeluarga memutuskan untuk tes PCR/antigen. Selama Ayah saya flu saya juga sudah merasa tidak enak badan tapi tidak flu hanya sakit badan sekujur tubuh. Namun, saat itu tidak terlalu dipikirkan. 

Menunggu hasil tes PCR kami sekeluarga langsung isolasi mandiri. Dua hari kemudian hasil tes PCR Ibu dan Adik-adik saya keluar. Ibu dan Adik pertama saya positif, Adik bungsu saya negatif, dan hasil antigen saya juga negatif. Mengapa saya tidak langsung PCR? Saya belum bergejala dan mendapat fasilitas kantor untuk tes PCR. Berhubung saya hanya bisa tes PCR di kantor hanya pada hari kerja. Jadi, saya menunggu sekitar dua hari. Hasil tes PCR saya dinyatakan positif covid pada awal bulan Juli 2021 dan CT nya cukup rendah, yaitu 15. Mungkin saya orang terakhir yang memiliki gejala covid di rumah. Oleh karena itu, kami semua harus isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Untungnya rumah kami punya kamar yang bisa dihuni oleh setiap orang. hehee Jadi, isoman di kamar masing-masing termasuk adik saya yang negatif. Kenapa dia tidak mengungsi? karena khawatir juga sudah tertular dan menularkan maka diputuskan untuk tetap di rumah dengan protokol kesehatan yang super ketat. 

Lima hari pertama kondisi yang paling drop. Itu berlaku untuk Ayah, Ibu, dan Adik saya yang punya penyakit penyerta. Badan lemas, selera makan hilang, demam yang tak kunjung turun (38-39 derajat), bahkan sesak napas. Saat itu mencari oksigen sangat susah. Semua orang butuh. Bahkan sampai rumah sakit dengan gejala sesak napas ditutup sementara karena tidak tersedianya oksigen. Bayangkan sampai seperti itu. Jadi, kalau mau ke UGD RS harus bawa oksigen sendiri. Betapa sedihnya ya. Bagaimana mental juga tidak ikutan drop. Beruntungnya, kami mendapatkan stok oksigen dari satgas covid-19 di lingkungan perumahan kami, Alhamdulillah. Saturasi Ibu saya saat itu naik turun bahkan sempat di bawah 94, harusnya segera dibawa ke rumah sakit terdekat tapi karena kondisi penuh dan jika ke rumah sakit juga tetap dipulangkan. Saat itu rumah sakit hanya untuk pasien dengan kondisi gejala berat.


Bagaimana dengan saya? Saya pada awalnya tidak bergejala hingga bergejala ringan. Ini juga faktor saya yang sudah divaksin 2 kali. Apakah seperti terkena flu biasa? oh tentu tidak. Gejalanya sama tapi rasanya sungguh berbeda. Sekalipun tidak demam tapi ngerasa sakit badan sekujur tubuh, dari kepala hingga kaki, badan linu kayak mau patah. Saya baru merasakan ini. Saya hanya demam sehari, tepatnya sehari sebelum tes PCR. Demam tiba-tiba 38 derajat lebih, besoknya tiba-tiba hidung mampet, lalu mulai kehilangan indera penciuman. Rasanya semua hitungan hari bahkan jam.  Hanya saya yang merasakan sakit badan yang lainnya tidak. Saya juga tidak batuk, sementara yang lain batuk. Saat kehilangan penciuman itulah yang buat saya sempat drop, tiba-tiba tidak bisa mencium apapun termasuk parfum atau minyak kayu putih. Bahkan, bau gosong makananpun tidak tercium. 

Tentunya setiap orang berbeda kondisi. Namun, pada penderita covid-19 rata-rata mereka mengalami kehilangan indera penciuman bahkan perasa. Alhamdulillah indera perasa saya masih terasa walau selera makan sudah mulai hilang. Kondisi terburuk saya saat virus ini menyerang lambung. Seharian mual dan muntah cukup sering. Selain faktor virus juga karena obat antivirus yang sangat keras. Oh ya, obat antivirus ini saya dapatkan dari puskesmas tempat saya tinggal dan beberapa resep dokter.

Menurut para ahli kondisi pasien covid itu drop di hari ke-5 sampai ke-10 baik yang bergejala sedang hingga berat. Dikutip dari New York Times, para dokter mengatakan hari ke-5 hingga ke-10 seringkali merupakan waktu yang paling mengkhawatirkan untuk komplikasi pernapasan pada pasien covid-19. Hari-hari ini harus dipantau sesering mungkin, terutama saturasi oksigen penderita.

Alhamdulillah pada hari ke-10 saya dan keluarga kondisinya jauh lebih baik. Penciuman mulai kembali normal dan tidak ada demam. Saya dinyatakan negatif di hari ke-19. Begitupun anggota yang lainnya. Ibu saya tepat sebulan dinyatakan negatif. Kondisi ini berbeda-beda, jadi jangan takut ^^. Saya memang sengaja tes PCR terlambat karena memastikan saya tidak ada gejala dan menghemat uang juga hehhee. Karena saat covid-19 kita memerlukan banyak sekali uang untuk membeli makanan dan obat-obatan yang tidak ada. 

Oh ya, yang punya peliharaan kucing/anjing, usahakan hewan tetap di kandang atau di luar rumah dan  berinteraksi juga dari luar rumah dengan menggunakan masker atau sarung tangan saat memberi makan, takut tertular juga. 

Menurut WHO, bahwa isolasi mandiri berakhir pada hari ke-10 bila tanpa gejala, jika masih ada gejala tambah dua hari dan seterusnya. Hingga digenapkan sampai 14 hari dan tanpa memerlukan tes PCR kembali. Pasien ini langsung dinyatakan negatif atau sudah sembuh. Namun, karena kebutuhan pekerjaan atau hal lain kita masih memerlukan hasil tes PCR/antigennya negatif.


Benar, saat terpapar covid-19 kuncinya sabar, pasrah, dan ikhlas. Pasti ini sudah ketetapan Allah dan bagian dari perjalanan hidup. Jalani dan banyak berdoa. Saat sakit seperti ini selain kondisi fisik harus terus bangkit, metal juga harus tetap dijaga supaya tetap sehat. Ini yang terkadang sulit. Kondisi fisik yang tiba2 melemah, pikiran jadi berkembang kemana-kemana. Tapi, memang benar bahwa covid-19 ini harus dilawan dengan mental yang kuat dan imunitas yang baik. Soalnya saat sakitpun masih terpikir gimana kondisi keluarga yang lain? Mampu bangkit? Apakah semakin membaik? Alhamdulillah, masih ada adik yang kondisinya sehat bisa membantu kami disaat badan drop. 

Alhamdulillah dengan banyaknya dukungan orang-orang terdekat mampu membangkitkan kami di saat kondisi terlemah, walau hanya sekadar menanyakan kabar. Dukungan keluarga di rumah untuk saling menguatkan juga modal untuk bisa sembuh. Saat isoman, gunakan waktu yang bisa membuat kita bahagia; nonton film, nulis, baca buku, dzikir, mengaji, dengerin musik, atau apapun. Ini penting karna membantu mengalihkan pikiran negatif. Terus berusaha dan berdoa, yakin bahwa Allah pasti menyembuhkan kita. Banyak juga yang akhirnya menderita long covid pascasembuh. Termasuk saya, masih merasa 3L seusai menderita covid. Ini berlangsung hampir satu bulan. Dilansir dari kompas.com hal ini terjadi tergantung tingkat keparahan pasien, rata-rata yang menderita long covid tingkat sedang hingga berat. Jadi, yang menderita long covid berkepanjangan harus tetap konsultasi ke dokter ya dan tetap jaga pola hidup. [1

Pelajaran yang saya ambil dari musibah ini adalah terus bersyukur dalam kondisi apapun. 


Semangat untuk teman2 yang kini juga sedang berjuang untuk bangkit dan sembuh. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan segera menghilangkan wabah covid-19 ini agar bumi segera pulih. Aamiin.  Stay safe dan tetap jaga kesehatan ❤ Semoga tidak ada lagi kehilangan orang-orang tersayang. Sekarang sudah banyak informasi mengenai covid-19 maka jangan cemas, tetap semangat, dan terus berdoa.

Jadi, yang belum vaksin ayo segera vaksin ya! Vaksin merk apapun, demi menjaga diri kita dan orang-orang tersayang akibat covid-19. Bagi teman-teman yang masih tidak percaya dengan virus covid-19 semoga Allah jauhkan ya. 😊 Terima kasih untuk semua saudara, teman, tetangga yang sudah sangat membantu kami mengirimkan makanan dan obat-obatan serta mendoakan kami sembuh. Terima kasih para tenaga kesehatan yang sudah bekerja keras. 💓

"Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya". (HR. Bukhari no. 5641)

"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80).

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang safar, maka Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.” (HR. Bukhari no. 2996)

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302)

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).



Obat-obatan apa yang diperlukan saat terkena covid? Ini juga perlu dikonsultasikan ke dokter ya, jangan membeli obat diluar resep dokter. Hal-hal yang perlu ada dan dilakukan di rumah selama isolasi mandiri:
  1. Obat-obatan yang mudah diperoleh adalah obat penurun demam seperti paracetamol, vitamin yang memiliki kandungan lengkap (A, B, C, D, K, Zinc, dsb), obat flu, obat batuk, dan minyak kayu putih. Untuk obat antivirus, antibiotik, atau obat Azithromycin diperoleh dari puskesmas atau resep dokter. Bergantung pada kondisi pasien.
  2. Termometer (alat yang digunakan untuk mengukur suhu badan).
  3. Oximeter (alat pengukur kadar oksigen dalam darah).
  4. Tensimeter (alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah).
  5. Menggunakan Masker N95/KF94 atau masker medis.
  6. Berjemur selama 10-15 menit pada pukul 09.00-11.00.
  7. Olahraga ringan secara rutin sebanyak 3-5 kali seminggu.
  8. Makan dengan gizi yang seimbang sebanyak 3 kali sehari.
  9. Tidur cukup 6-8 jam per hari.

 


Informasi seputar Covid-19:
  1. Dilansir dari detik.com menurut penelitian yang dikutip dari Harvard Medical School, diperkirakan masa inkubasi COVID-19 selama 3 hingga 14 hari. Gejala infeksi akibat virus tersebut biasanya akan muncul dalam 4-5 hari setelah terpapar, dan mungkin bisa menular ke orang lain selama 48 jam sebelum gejala muncul. [2]
  2. Dilansir dari detik.com, pasien untuk yang tidak bergejala hingga sedang, isolasi mandiri selesai setelah dihitung dari 10 hari sejak tanggal mengalami gejala, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.  Pasien dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dapat dinyatakan selesai isolasi apabila telah mendapatkan hasil pemeriksaan RT-PCR 1 kali negatif, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.[3]
  3. WHO Guidelines [4]
  4. Satgas covid [5]
  5. Materi edukasi mengenai covid dari Tim Psikologi [6]




Sumber gambar:
  1. indonesiabaik.id
  2. merdeka.com
  3. jakarta.go.id
  4. republika.co.id
  5. cnn indonesia
  6. kemenkes.go.id
  7. https://promkes.kemkes.go.id/kumpulan-flyer-pencegahan-virus-corona
  8. https://twitter.com/PrayerTimes/
Continue reading Pengalaman sebagai Penyintas Covid-19

Jumat, 16 Juli 2021

Dalam Penantian

Ribuan hari yang telah terlewati mengajarkan banyak hal. Ada hal-hal yang tak semua menjadi keinginan dan takdir kita. Takdir yang selama ini ditunggu akankah pupus dalam perjalanan ratusan hari pula? Menunggu dalam keputusasaan atau menunggu dalam penantian bahagia?

Setiap waktu, memeluk dalam keinginan semu, belutut dan berdoa, bahkan melantunkan nyanyian merdu pada langit malam. Akankah semua terbayarkan? Menanti takdir yang tak kunjung digenggam. Menanti jawaban yang tak kunjung menghadirkan titik temu.

Menyerah dan pasrah merupakan dua hal yang berbeda. Tapi bisa apa ketika kepasrahan ini berujung pada kata menyerah? Tatkala pertemuan bisa menjadi dua takdir yang berbeda. Menunggu dengan akhir bahagia atau menunggu dengan akhir sebuah perpisahan?

Bisakah kembali menata hati yang pernah hancur berkeping saat penantian panjang? Atau kembali menyatukan butiran hati yang sempat tak bersatu?

Mengapa begitu lama membawaku dalam perjalanan panjang tanpa arah. Haruskah memutar arah dan menemukan jalan lain? Ataukah terus maju tanpa tau akan berlabuh di mana?

Jika penantian ini berujung keindahan semu. Maka buatlah semua takdir ini hilang tanpa jejak. Jika penantian ini berujung pada kebahagian sepihak maka buatlah perasaan ini hilang bersama jejak kenangan yang terbawa air hujan itu. Namun, jika penantian ini adalah bagian dari takdir yang berakhir dalam kebahagian bersama, berilah kesempatan kembali menata hati yang sempat pudar karena terlalu lama melangkah dalam harapan semu.

Semoga takdir ini tidak terlalu lama membawa diri dalam perjalanan panjang yang tak tentu arah. Buatlah semua nyata. Sekalipun harus hancur di tepi penantian.


Aku akan menunggu dalam beberapa puluh hari nanti
jika kelak kau menghilang tanpa jejak
jangan tanya mengapa
aku tak akan pernah kembali
kembali memutar jalan yang sama
jika kita bertemu dalam jalan yang sama
mari kita saling bertatapan
Jika berbeda harapan dan tujuan
aku takkan lagi menunggu
aku akan mencari jalan lain  
agar takkan pernah bertemu
walau dalam langit yang sama

https://www.popsci.com/uploads/2019/04/22/RACMJSXXIK7BFWBEPV5KGO6TNA.jpg?width=1440

Continue reading Dalam Penantian