Minggu, 25 Juni 2023

,

Jalan-jalan ke Bugis Street dan Belanja di Mustafa Center Singapura (Part 2)

Hai hai. Oke lanjut tulisan selanjutnya ya.. Setelah check in hotel dan bebersih badan, kami bersiap untuk kembali berjalan-jalan sore di Singapura. Tujuan kami selanjutnya adalah ke Bugis Street, Haji Lane, Mustafa Center di Singapura. Mengapa ke sini lagi? Karena ada salah satu teman saya yang belum ke Haji Lane. hahaha 

BERKUNJUNG KE BUGIS STREET DAN HAJI LANE

Kalau sudah sampai di Singapura jangan lupa mampir ke Bugis Street. Bugis Street Market adalah salah satu tempat berbelanja termurah dan populer di Singapura. Bugis Street ini terletak diantara Victoria dan Queen Street. Pintu masuk Bugis Street Market berada di seberang Stasiun MRT Bugis. Di sini kalian bisa membeli berbagai makanan, coklat, suvenir, kaos, pernak-pernik, jam tangan, dan lain-lain. Namun, jika kalian membeli makanan atau cemilan di sini harap perhatikan logo halal ya. Tidak semua makanan di sini halal. Kalau datang ke sini siang hari, di dekat pintu masuk Bugis Market ini ada gerai Mixue. Apalagi diminum saat siang hari, sueegeer. Bagi kalian yang mencari balsem seperti Tiger Balm di sini juga ada lho. haha Untuk harga sih murahan saya beli online.😁Bugis Street ini buka dari jam 11.00-22.00. Untuk ke Bugis Street dari hotel, kami menggunakan bus nomor 130 turun di Aft Bugis Stn Exit C lalu nyebrang ke arah Bugis Street. Jika menggunakan MRT bisa turun di MRT Bugis atau Little India. Selama di Singapura saya menggunakan aplikasi citymapper untuk mempermudah cara menggunakan transportasi umum. 



Selanjutnya kami mengunjungi Haji Lane dan tiba pukul 4 sore. Dari Bugis sebenarnya tidak terlalu jauh ke Haji Lane. Tapi untuk menghemat waktu kami menggunakan bus nomor 12/175/197 dari Opp Bugis Stn Exit C lalu turun di Stanford Pr Sch atau naik 12e turun di Opp Duo Residences. Setelah sampai di sana ternyata sudah cukup ramai orang karena sudah banyak toko-toko atau tempat makan/cafe yang sudah buka. Jadi, bagi kalian yang ingin mendapatkan spot foto di depan tembok-tembok mural yang bagus dan menarik sebaiknya datang di pagi hari ya karena aktivitas di sekitar Haji Lane ini memang dimulai dari sore hari hingga dini hari. Di sini banyak tempat makan, cafe, dan bar yang banyak diminati anak muda dan juga wisatawan asing. Jadi kami di sini ngapain? ahha hanya foto saja, walau susah banget dapat foto yang bagus karena sudah ramai sekali orang. Tapi lumayan lah, masih dapat satu foto yang bagus.

  
  
Haji Lane ini terletak di daerah Kampong Glam ya. Nah bagi kalian yang ingin mencari makanan halal di sini tempatnya ya tapi bukan di Haji Ln-nya. Kalian jalan sedikit ke daerah Arab Street atau Jalan Arab. Setelah sampai di sana kita akan merasakan nuansa Timur-Tengah yang cukup kental. Restoran di sana menjual aneka masakan/makanan mulai dari makanan Indonesia, Melayu, Jepang, India dan tentunya makanan Timur Tengah.

Jika kalian sudah ada di daerah ini jangan lupa untuk mampir dan salat di Masjid Sultan ya. Salah satu masjid besar yang bahkan bisa menampung hingga 5.000 jamaah. MasyaAllah. Bagi yang ingin beribadah di sini jangan lupa mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat ya, khususnya bagi wanita.  

Saat berjalan di daerah Kampong Glam ini, kita kan menjumpai toko-toko yang menjual berbagai barang khas dari Timur Tengah, mulai dari karpet, baju gamis dan koko, sajadah, perlengkapan salat, pernak-pernik, gelas dan piring, dan lain-lain.

  
  

MAKAN DI TALIWANG RESTAURANT


Setelah berkeliling Kampung Glam selanjutnya kami mencari tempat untuk makan malam. Tujuan kami sebenarnya adalah ke Restoran Hj. Maimunah yang di Jalan Pisang. Tapi ternyata tempat makan ini sudah tutup. Yah sayang sekali ya.. Padahal niatnya pengen makan di sini. Padahal sewaktu kami turun dari bus, tempat makan ini masih terlihat buka. Restoran ini memang buka dari jam 07.30 hingga 18.30. Lalu kami bergegas mencari resto lain di sekitar sini. Berhubung teman saya sudah *salatri, kami menemukan satu tempat makan yang sepertinya menyajikan makanan Indonesia. Namanya, Taliwang Restaurant yang berlokasi Jalan Kandahar yang tak jauh dari Hj. Maimunah. Restoran ini buka dari jam 12.00-21.00. *sakit perut karena terlalu lapar



Saat masuk ke dalam, tampak resto ini bersih dan nyaman. Iya, tanpa panjang lebar kemudian kami duduk dan tak perlu reservasi. Enaknya, suasana di dalam resto ini tidak terlalu ramai. Setelah melihat menunya, resto ini memang menjual berbagai makanan Indonesia. Menunya juga lengkap, mulai dari ayam, bebek, ikan, sop, seafood, gado-gado, cah kangkung dan sejenisnya, dessert, hingga menjual teh botol sosro! Duh, bahagia deh. Nah, bagaimana dengan porsinya? Kami memesan satu porsi ayam bakar taliwang, satu porsi di sini cukup besar bisa untuk 3 sampai 4 orang. Harganya pun relatif ya, sekitar 15 SGD tapi untuk standar Singapura sih masih rata rata apalagi dibagi beberapa orang. Kalau nasi tuh masih standar yaitu 0,01 SGD jadi sekitar 9 ribuan lah ya. Kami juga memesan cah kangkung seharga 8 SGD ya cukup mahal sih haha. Untuk rasa, memang Indonesia yang terbaik.πŸ‘ Untuk minum, tentu saja kami memilih teh botol ukuran 450 mL. Harganya hampir 10 kali lipat yang ada di Indonesia. Kalau di Indonesia  bisa dijual dengan harga 5.000 atau 4.500, di sana dijual dengan harga 3.5 SGD. Tapi dahaga terpuaskan. Apalagi cuaca Singapura yang panas. Alhamdulillah. 😍Pemilik resto ini juga baik terhadap kami, mungkin karena kami ngobrol menggunakan bahasa Indonesia dan Sunda ya. Sampai ditawarin untuk menambah nasi padahal nasinya cukup banyak bagi saya. haha Makasih Pak! Makan di sini sih di luar perhitungan kami tapi gapapa masih aman karena sharing ya. hehehe Sayangnya kami tidak punya foto makanannya karena udah lapar banget. πŸ˜πŸ˜‚





BELANJA DI MUSTAFA CENTER SINGAPURA

Jadi, karena waktu kami terbatas di Singapura, kami harus memanfaatkan waktu dengan baik. Perjalanan selanjutnya kami menuju tempat oleh-oleh. Masih hari pertama ya?😁 Iya, awalnya itu mau pergi ke tempat oleh-oleh pada hari terakhir atau hari kedua, lalu jadwalnya diubah, ya biar lebih santai aja belanjanya. Jadi, kami pergi ke Mustafa Center, tempat belanja murah dan terlengkap di Singapura yang buka 24 Jam. Mustafa Centre Singapura ini berada di lokasi Little India.


Kalau kalian ke sini lebih baik menggunakan MRT ya, MRT terdekatnya bukanlah Little India tetapi Farrer Park yaKami menggunakan bus dari Haji Lane ke Little India dan nyatanya jalannya cukup jauh hampir 1 kmTapi ya dinikmati saja sambil menikmati jalanan Singapura malam hari. Begitu sampai di sini tuh, wow, saya menjumpai banyak orang Asia Selatan ya karena lokasinya ada kawasan pemukiman orang-orang India, Pakistan, dan imigran Bangladesh. Saya tuh berasa ada di India. Gapapa sih, sekalian cuci mata.πŸ˜„Di sepanjang jalan dekat Mustafa Center ini kita akan menjumpai makanan khas India. Makanan India itu kebanyakan halal ya, kalau terbiasa sama bumbu rempah-rempah, ini bisa jadi rekomendasi tempat makan kalian. Aduh saya sebenarnya pengen mencicipi, seperti nasi biryani, ayam tandoori, roti naan, masala, dosa, (ini bukan masalah dan dosa manusia ya haha) dan lain-lain. Mungkin lain waktu ya, bisa mencicipi makanan India di Singapura. Kalau kalian lagi dan atau di Bandung ingin coba makanan India bisa juga mampir ke restoran Spice Affair. 


Dilansir dari sunburstadventure.com bahwa Mustafa pertama kali didirikan pada tahun 1971 di Campbell Lane Little India, menjual pakaian jadi. Pada tahun 1973 Tokonya seluas 900 Sq.Ft disewa di sepanjang Jalan Serangoon. Setelah itu baru mulai menjual Barang-barang elektronikTahun 1985 pemerintah mengakuisisi toko untuk di konservasi, Mr.Mustaq Ahmad melihat beberapa daerah dan memutuskan mendirikan toko Serangoon Plaza. Toko sukses langsung makin lama makin sewa banyak. Pak Ahmad lebih banyak jualan barang-barang macam-macam. Lama-lama Pak Ahmad mulai melihat-lihat, dan menemukan beberapa ruko tua di sepanjang Jalan Syed Alwi yang harganya terjangkau. Dia membelinya satu per satu sampai akhirnya jadi satu blok dibeli semua. Pada April 1995, Mustafa Center Singapore menjadi kenyataan dan segera menjadi surga belanja bagi banyak orang. Sekarang mustafa sudah menjadi sangat besar yang memiliki ukuran 150.000 Sq.Ft ruang usaha (setara dengan 14ribu meter persegi). [1]

Mustafa Centre ini bisa dibilang seperti departemen store atau swalayan ya. Gedung ini begitu luas dan memiliki 6 lantai. Swalayan ini menjual berbagai macam kebutuhan sehari hari, mulai dari makanan, minuman, bahan dapur, buah dan sayur, baju-baju, sepatu, obat obatan, kosmetik, parfum, koper, souvernir, jam tangan, peralatan rumah tangga, peralatan mandi, bahkan sampai bahan-bahan makanan khas India lengkap! Pokoknya semuanya serba ada di sini. Nah, waktu awal masuk saya tidak berekspektasi apa-apa dan ternyata itu lagi ramai banget di dalamnya serta isinya kebanyakan ya orang-orang India gitu. Sampai-sampai kasirnya pun antre juga. πŸ˜”

Tujuan kami ke sini itu adalah untuk belanja oleh-oleh. Katanya kalau beli coklat di Mustafa ini termasuk yang murah. Pas di sana muter-muter, saya dan teman-teman tidak menemukan lokasi coklat itu berada. Jangan harap menemukan petunjuknya yang jelas seperti swalayan yang ada pada umumnya. Jadi kami bingung untuk mencari di mana lokasi rak coklat. Pertama kali datang ke sini rasanya lagi di Borma kalau wargi Bandung pasti hafal. haha Walaupun luas dan lengkap tapi seperti tidak beraturan gitulah posisinya. Jadi agak bingung juga, mana sudah malam pula.

Akhirnya kami menyerah setelah berkeliling sekitar 20 menit karena tak juga menemukan di mana coklat berada. Mau keluar aja pun sulit, semua pintu keluar pada ditutup. Di mana kami harus keluar nih?. Nah, tidak mau pulang dengan tangan kosong dan harapan kosong,*eh, akhirnya kami browsing, mau nanya ke pegawai ataupun satpam tuh kayak males gitu, kenapa? ya.. karena jutek. hahah Setelah mencari-cari lokasi dan baca tulisan orang akhirnya menemukan bahwa lokasinya itu berada di dekat roti-roti di lantai 2. Kami masuk lagi ke dalam Mustafa Center demi mencari coklat murah. Kami mencari di mana rak roti, setelah ketemu, berjalan sedikit, dan akhirnya ketemu juga ini rak-rak coklat.πŸ™Œ Rasanya ingin nangis.😭dan saat sampai di sana ternyata sudah penuh gais. Penuh banget. huuhu Mana raknya tidak terlalu tertata dengan baik, tidak beraturan susunan barangnya, bisa campur sari gitu deh tidak berdasarkan jenis, dan ditambah orangnya juga padat, plus panas. Wah luar biasa belanja kali ini. haha. Saya tidak sempat foto karena pinuh pisan euy! Riweuh dan Padat. haha

Jika kalian mau ke Mustafa Center ada baiknya cek lokasi barangnya ada di mana. Cek juga di websitenya nih Mustafa Floor Plan. Tapi kalau kalian punya banyak waktu, silakan jelajahi setiap rak dengan kehiruk-pikukan Mustafa Center. 😎

Memang di sini tuh termasuk belanja yang murah dan lengkap. Waktu saya ke Singapura pertama kali saya tidak bisa ke mana mana selain Merlion Park dan juga Haji Lane, Arab Street, jadi pengen tahu juga Mustafa center itu seperti apa. Ternyata seperti ini tempatnya dan lengkap banget, harga juga murah. Karena koper juga terbatas, jadi saya hanya beli beberapa kotak coklat yang saya rasa murah dan bisa dibagikan untuk keluarga dan juga teman-teman. Selain beli cokelat saya juga beli Milo yang harganya hampir sama dengan di Malaysia. Rasanya? mirip-mirip-lah. Setelah selesai belanja masih butuh waktu lagi untuk antre sekitar 15 sampai 20 menit, karena antreannya memang panjang banget gais. Ini sepertinya lagi pada liburan sekolah atau apa ya di Singapura? Beneran ramai banget. Akhirnya kami keluar sekitar jam 11 malam.πŸ’ͺ

Untungnya di Singapura ini transportasi umum tersedia hingga jam 1 malam. Jadi kami masih bisa pakai transportasi umum. Kami masih menggunakan transportasi yang sama, yaitu naik bus dibanding MRT. Nah, kami naik bus dari halte bus Bef Tai Hoe Hotel. Halte ini tidak terlihat seperti halte pada umumnya, letaknya di pinggir jalan, ada di antara toko-toko yang ada di sekitar situ, jadi harus benar-benar diperhatikan papan atau petunjuknya. Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya bus kami datang dan perjalanan ke hotel sekitar 10 menit. 

Kami memutuskan untuk tidur lebih cepat karena besok akan seharian bermain ke tempat yang memacu andrenalin. Di manakah itu? Lanjut di bagian 3 ya teman-teman. 😁

Bagi kalian yang sedang berada di Singapura atau akan main ke Singapura, berikut rekomendasi tempat makan halal di Singapura. Cek di youtube saya ya.


Untuk mencari makanan halal di Singapura memang cukup sulit ya, terutama buat yang Muslim. Jadi, kalian harus pintar-pintar memilih tempat makan dan harus membaca beberapa review yang diberikan muslim food bloggers atau juga para wisatawan muslim yang sudah main ke Singapura. Kalau mau lebih mudah, kalian bisa makan di daerah Kampong Glam. Di sana kalian akan menemukan berbagai macam makanan halal, mulai dari Indonesia, Melayu, India, dan juga Timur Tengah. Bagi kalian yang terbiasa makan dengan porsi sedikit, kalian bisa mencari menu makanan yang bisa dibagi atau sharing bersama teman-teman kalian. Ini juga akan menghemat biaya makan kalian selama main di Singapura.

Sekian dulu ya. Sampai ketemu lagi di bagian ke-3 ya.

Salam.
Terima Kasih πŸ’–

0 coment�rios:

Posting Komentar

thanks ya sudah mengunjungi blog saya ;)

Adv

SimpleWordPress