Bahkan tak ada niat untuk mengundang hadir sosoknya kembali
Bolehkah menanyakan hal-hal yang berulang?
Mengapa dengan tega menghubungi di tengah hiruk-pikuk pikiran kusut dan penuh ini
Rasanya bahkan ingin sekali mematahkan ego dan hatiku sendiri
saat melihat tulisan panjang yang bahkan tak ingin kubaca
Bolehkah menanyakan hal-hal yang berulang?
Mengapa dengan tega menghubungi di tengah hiruk-pikuk pikiran kusut dan penuh ini
Rasanya bahkan ingin sekali mematahkan ego dan hatiku sendiri
saat melihat tulisan panjang yang bahkan tak ingin kubaca
Mengapa hadir di saat aku terpuruk,
di saat aku tak punya penopang saat berdiri,
di saat aku tak dilihat siapapun?
Mengapa? Mengapa bukan hadirnya sosok baru?
Tahukah bahwa pertemuan itu
akan membawa kisah baru yang menjebak,
seperti berjalan di jembatan gantung yang salah
Berdalih menanyakan kabar dibalut rindu dan emosi sesaat
Menceritakan hal-hal dalam kisah yang tak berujung
Kekalutan hati bergejolak ingin rasa bertemu
Seketika sadar bahwa ini bukan sekadar "hanya"
tapi berujung pada dekapan hangat dalam balutan kerinduan yang menyakitkan
di saat aku tak punya penopang saat berdiri,
di saat aku tak dilihat siapapun?
Mengapa? Mengapa bukan hadirnya sosok baru?
Tahukah bahwa pertemuan itu
akan membawa kisah baru yang menjebak,
seperti berjalan di jembatan gantung yang salah
Berdalih menanyakan kabar dibalut rindu dan emosi sesaat
Menceritakan hal-hal dalam kisah yang tak berujung
Kekalutan hati bergejolak ingin rasa bertemu
Seketika sadar bahwa ini bukan sekadar "hanya"
tapi berujung pada dekapan hangat dalam balutan kerinduan yang menyakitkan
Menyebalkan.
Ingin rasa mendekap namun tersadar semua hanya semu dan menyesatkan
Ingin rasa mendekap namun tersadar semua hanya semu dan menyesatkan
Ada rasa sesak dalam dada
rasa impulsif menyerang dengan bodohnya
Tak ada penyesalan saat perjumpaan itu usai
bahkan sebelum sempat bermula.
Mohon, jangan kembali di titik nadir.
Hujan ribuan musim telah menyapu jejak itu,
kamu hanya asing yang secara tidak sengaja mengenali nama ini..
-dudepanai-
rasa impulsif menyerang dengan bodohnya
Tak ada penyesalan saat perjumpaan itu usai
bahkan sebelum sempat bermula.
Mohon, jangan kembali di titik nadir.
Hujan ribuan musim telah menyapu jejak itu,
kamu hanya asing yang secara tidak sengaja mengenali nama ini..
-dudepanai-
Photo by Chris Lawton on Unsplash



0 coment�rios:
Posting Komentar
thanks ya sudah mengunjungi blog saya ;)