Rabu, 02 November 2011

unsurmu menghanyutkanku

.....
selalu tersirat dalam benak ini, ingin segera berakhir
lalu bagaimana dengan semua yang pernah terukir dan terlukis?
tidak! tidak menjadi lukisan dan ukiran yang indah.
pernahkah tahu? apa yang sungguh dirasakan?
begitu terlalu dalam hanyut dalam semua permainan ini
seandainya saja tidak mengikuti arus aliran air itu terlalu jauh
takkan tersesat sejauh ini
takkan begitu merasakan sesak dalam dada untuk menghirup nafas
kini! harus bisa mengikuti aliran arus kembali ke tempat aku bermain-main dulu
dan dua kemungkinan itu ada
apakah aku akan kembali? atau aku malah akan lebih terhanyut jauh dan tak menemukan jalan. BUNTU!
lebih baik hilang ingatan  tak mengingat apa yang sudah terjadi 
atau menghilangkan wujud dalam semua ini
apakah sadar? bahwa tidak semua bisa bermain-main dalam permainanmu?
tahukah ?


sesekali aku bisa mencintaimu, 
sesekali aku bisa merindukanmu,
sesekali aku bisa membencimu, 
sesekali aku bisa membiarkanmu, 
sesekali aku bisa melupakanmu.
tahukah?
disini aku merindukanmu 
disini aku membutuhkanmu
tapi tidak untuk membuatmu berdiri tegak disampingku
tahukan setiap pagi aku menatap langit, karena goresan senyummu selalu terpancar indah disana
tahukan setiap siang aku menanti mentarimu untuk selalu menghangatkan dalam dinginnya pagi
tahukan setiap sore aku menanti mentarimu terbenam lalu aku potret keindahan setiap unsurmu
tahukan setiap malam aku menatap bintang dan bulan yang selalu bergandengan berharap itu aku.
dalam tatapanku pada bintang ku selip doa untukmu.
semoga 'kamu tetap baik-baik saja'
aku memang bukan yang sempurna tapi menyempurnakannnya lewat doa
Rindu yang paling menyakitkan adalah disaat kita hanya sama-sama saling mendoakan
andai saja andai saja andai saja
semua bisa berulang
satu inginku mengatakan bahwa 
'aku sedang tak baik-baik saja'.


-dedeph panai-


1 komentar:

thanks ya sudah mengunjungi blog saya ;)