Selasa, 02 Agustus 2022

Liburan ke Labuan Bajo. Harus Ke Sini, Indah Banget! [Part 1]

Setelah kondisi Covid-19 yang sudah mereda akhirnya saya dan geng promo hunter kembali berdiskusi untuk menentukan destinasi liburan selanjutnya. Kali ini jatuh pada Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Awalnya ingin ke Derawan atau Raja Ampat tapi karena kondisi kantong, pesawat, dan akomodasi yang masih sulit selama pandemi, jadi kami memilih Labuan Bajo yang lebih dekat. Rasanya rindu melakukan perjalanan setelah dua tahun lebih #dirumah aja.😁Kami memilih melakukan trip 3 hari 2 malam untuk mengeksplor keindahan Labuan Bajo. Berbeda dari liburan ala laut dan pantai biasanya, kali ini kami berkeliling pulau-pulau di Labuan Bajo menggunakan kapal, Live on Board (LOB), alias menginap di kapal. 😊


Labuan Bajo merupakan surga tersembunyi yang ada di Indonesia bagian timur. Banyak wisatawan domestik dan asing yang ingin berkunjung ke tempat indah ini. Desa ini terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota yang dikelilingi oleh indahnya lautan, kini menjadi populer dikalangan pelancong. 

Tidak seperti Bali atau Lombok, untuk trip ke Labuan Bajo ini sebaiknya menggunakan jasa tour and travel ya. Kenapa? Jika ingin santai dan terorganisasi dengan baik, sebaiknya menggunakan tour karena masih sulitnya akses transportasi. Bisa ikut open trip atau jika memiliki teman lebih dari 10 orang, bisa private trip. Tapi jika ingin mencoba berpetualang, silakan melakukan perjalanan tanpa guide. Kali ini saya kembali menggunakan jasa travelnya Kang Indra (Indonesian Traveler), yang beberapa tahun lalu kami bersama saat trip ke Thailand. 

Awalnya kami akan berangkat sekitar bulan Maret 2022 tapi karena kondisi cuaca dan arus yang kurang bagus di sana, akhirnya kami memilih mengganti jadwal menjadi Juni 2022. Kami sengaja mengambil hari kerja dan harpitnas supaya lebih nyaman dan tidak terlalu ramai. 😉

Kemana saja selama di Labuan Bajo 3 hari 2 malam? Lalu apa saja yang harus disiapkan selama perjalanan ke sana? Yuk, disimak!



PERJALANAN JAKARTA KE LABUAN BAJO


Pada hari rabu kami berangkat menggunakan maskapai Batik Air dari Jakarta menuju Labuan Bajo sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di sana pukul 12.10 WITA. Waktu yang ditempuh 3 jam 40 menit dengan perbedaan waktu satu jam antara Jakarta dan Labuan Bajo. Kami tidak dapat pesawat yang langsung, jadi harus transit dulu di Denpasar selama 40 menit. Tidak ganti pesawat dan menurunkan bagasi, hanya pindah tempat duduk saja. Kali ini dapat di kursi nomor tengah. Saat penerbangan CGK-DPS dapatnya di kursi belakang. Jadi terihat kalau banyak yang liburan. hehe sepertinya sudah mulai sumpek nih ya guys

Alhamdulillah, selama perjalanan aman dan selamat. Lumayan juga duduk cukup lama di pesawat. Walau butuh waktu lama di perjalanan, maskapai Batik Air menyediakan flight entertainment, berisi film-film, video, musik, dan beberapa permainan. Walau film-filmnya kurang update tapi lumayan menghilangkan kebosanan kalau tidak bisa tidur. Tapi, harus bawa earphone atau headset sendiri ya karena tidak disediakan oleh maskapai. 

Oh ya, karena kami semua sudah vaksin booster maka persyaratan tes PCR atau rapid antigen tidak diperlukan. Jika belum booster atau vaksin ke-3, harus melakukan tes covid-19 terlebih dahulu ya! biar libur aman dan nyaman.




BERLAYAR BERSAMA KAPAL PHINISI LATANSA


Dari bandara Komodo kami dijemput dan langsung menuju ke pelabuhan tempat kapal Latansa berlabuh. Sebelum sampai di dermaga, kami disugguhkan oleh pemandangan khas pulau Nusa Tenggara Timur. Kami menyempatkan untuk foto-foto terlebih dahulu. Begitu turun dari mobil penjemputan, terasa sekali matahari menyengat. Tapi tidak apa-apa masih terbayar sama keindahan pertama Labuan Bajo. MasyaAllah indahnya, karena masih bisa melihat pemandangan laut, pulau-pulau, dan kapal-kapal yang sedang berlayar. 

Diujung kota ini ada ada dermaga di mana semua kapal-kapal trip ataupun nelayan berlabuh. Untuk menuju kapal ini, dari dermaga kami semua harus naik sebuah motor boat kecil. Motor boat ini nanti yang akan menjadi kendaraan kami bolak-balik dari kapal ke pulau-pulau yang lain.



Saat pertama kali melihat kapalnya, wah, kapalnya bagus, bersih, dan nyaman. Dikapal ini tersedia 4 kamar yang dilengkapi dengan AC di setiap kamar. Ada toilet di setiap kamar tapi disediakan juga 1 buah toilet umum. Tiga kamar di bawah dan satu kamar di atas. Satu kamar ada yang bisa diisi oleh 4 orang, sisanya dua orang. Ada dua ruang bersantai, ruang depan yang menghadap lautan, ruang belakang sekaligus tempat makan, serta sundeck di bagian atas.

Kami memesan satu kapal langsung karena kapasitas dari kapal tersebut bisa menampung hingga 14 orang. Awalnya akan berangkat sekitar 14 orang, tapi karena jadwal bos-bos saya yang lain bentrok akhirnya kami berangkat menggunakan kapal yang sama tapi dengan personil 10 orang. 

Kapal ini juga memiliki banyak kru. Ada sekitar 6 orang. Mereka punya jobdesk masing-masing. Termasuk pemandu lokal Labuan Bajo, Bang Marsel yang menemani kami selama trip. Karena travel kami berasal dari Bandung, jadi kami masih perlu menyewa guide lokal supaya lebih aman dan kalau ada yang mau ditanyakan seputar Labuan Bajo lebih afdol.



Saat tiba di kapal kami disugguhkan welcome drink yang seger banget! Maklum, cuaca saat itu panas terik. Kami bersantai sejenak sambil melepas lelah. Setelah duduk bersantai di dek kapal, kami siap untuk trip pertama ke Pulau Kelor. Karena tim sudah memutuskan untuk mengenakan baju putih di hari pertama, mari ganti baju! hehee Sambil menuju Pulau Kelor, kami makan siang di kapal dan rasa makanannya enak. Masih sesuai dengan lidah kami. Chefnya favorit deh! Lokasi tempat makan di kapal ini ada di belakang. Makannya jadi tambah selera karena ditemani suara deburan ombak dan pemandangan yang indah.🌊🌄


Kapal ini sangat nyaman bagi saya. Selain tempat tidur yang nyaman juga memiliki kamar mandi yang cukup bersih. Enaknya, kapal ini memiliki dua dek yang bisa dinikmati bersama di saat ingin bersantai sejenak menikmati deburan ombak dan angin laut. 😉 Kru kapalnya juga baik. Jadi tambah menyenangkan perjalanan selama di kapal.

Jika bosan duduk bersantai, bisa juga menikmati angin laut sambil bernyanyi lho. Iya, di kapal ini disediakan pengeras suara dan mikrofon untuk bernyanyi. Walaupun suara saya serak-serak banjir, tapi lumayanlah menyalurkan bakat terpendam, jago lipsinc hahaa 



DAY 1 -- TREKKING DAN SNORKELING DI PULAU KELOR


Perjalanan kami dari Labuan Bajo menuju Pulau Kelor ditempuh sekitar satu jam. Bila menggunakan speedboat akan lebih cepat, hanya 30 menit saja. Pulau Kelor ini berlokasi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pulau Kelor juga dikenal sebagai sebagai pulau Persinggahan. Sebab banyak wisatawan yang berlayar lalu singgah di Pulau ini setelah menulusuri Pulau Rinca, Pulau Padar  dan Pulau Komodo. Pulau Kelor berdekatan dengan pulau-pulau tersebut. Pulau Kelor adalah pulau yang masih jarang untuk disinggahi. Padahal pesona yang disuguhkan tidak kalah dengan pulau yang lainnya. Mungkin, karena jalan/trek menuju bukit di Pulau ini masih belum sebagus yang lain. 




Untuk sampai ke bukit ini setidaknya membutuhkan waktu 10-20 menit dan harus ditempuh penuh perjuangan karena medannya memiliki elevasi sekitar 45 derajat. Kita harus mendaki bukit cukup terjal dan bebatuan yang cukup banyak. Ada beberapa rerumputan yang membuat jalannya menjadi licin. Lalu, sisi kanan dan kiri bukit ini tidak tersedia pagar pembatas. Jadi kita harus ekstra hati hati. Untuk trekking menuju Pulau ini harus mengenakan sepatu yang tidak licin atau sendal gunung. Bagi yang tidak pernah mendaki sebaiknya tidak usah atau harus hati-hati mengingat medannya cukup susah. Saran saya, sebelum pergi ke Labuan Bajo minimal olahraga dulu ya, jalan atau lari. Supaya kaki dan badannya tidak kaget. hehee Karena selama di sana akan banyak mendaki bukit. Oh ya, bawa minum selama trekking, karena akan terasa dehidrasi ditambah juga cuaca cukup panas.

Lelah mendaki terbayarkan oleh pemandangan yang sangat indah. Dari puncak, kita bisa melihat keindahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Pemandangan dengan langit biru, pantai berpasir putih, ombak kecil yang berpadu dengan jernihnya air laut,  lautan biru bergradasi yang indah, dan pulau-pulau hijau yang mengitarinya. Pulau Kelor ini cocok bagi para pelancong yang ingin menenangkan diri sejenak. Duduk di atas bebatuan di puncak sambil melihat keindahan laut yang tenang. Sebagai informasi bahwa dari 10 orang hanya 5 orang saja yang berhasil naik ke atas bukit. 😁 

Jika merasa tidak sanggup untuk melakukan trek menuju bukit, jangan khawatir karena di pinggiran pantai kalian bisa menemukan warung-warung kecil. Sambil menunggu teman/kerabat yang sedang trekking, kalian bisa duduk bersantai di pinggir pantai sambil minum es kelapa muda dan melihat pemandangan yang memanjakan mata.



Pulau ini dikenal dengan pulau yang romantis konon karena susananya indah dan tenang. Cocok nih bagi yang ingin dilamar atau melamar kekasihnya.😍😎 Kalau sore menjelang malam sepertinya indah banget. Sekadar menikmati matahari terbenam dan duduk-duduk santai. Jangan lupa foto-foto di sini. Bagus banget!

Setelah lelah trekking ke bukit Pulau Kelor, kegiatan kami selanjutnya adalah snorkeling. Cuacanya juga sudah mulai teduh dan cocok untuk snorkeling. Pulau Kelor ini selain dikenal dengan lanskapnya yang indah, juga terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang masih alami. Air laut yang jernih, tenang, dan terumbu karang yang masih alami. Jika tidak ingin snorkeling juga bisa berenang di sini. Airnya tenang. Selain berenang dan snorkeling, Pulau Kelor ini juga cocok banget buat free diving

Jadi, sebelum kami snorkeling di pantai atau lautan di Labuan Bajo di sini dulu karena katanya pulau ini aman untuk pemula yang belum memiliki pengalaman snorkeling atau sudah lama tidak bersnorkeling. Snorkling di sini saya dapat melihat pemandangan bawah laut dengan ikan yang berwarna-warni dan terumbu karangnya yang juga indah.


Bagaimana dengan alat snorkeling? biasanya paket tour sudah menyediakan alat tersebut. Tapi saya memutuskan untuk membeli alat snorkeling. Di samping karena kondisi corona yang masih belum stabil, biar aman juga. Alat snorkeling yang saya beli tidak terlalu mahal, masih di bawah Rp100.000. Mengingat saya senang berkelana ke pantai, jadi tidak akan rugi kalau akhirnya beli. Oh iya, tiket masuk ke Pulai Kelor ini masih FREE alias GRATIS. Ayo segera ke sini kalau lagi ke Labuan Bajo!





DAY 1 -- MELIHAT SUNSET DI PULAU KALONG


Sesuai dengan namanya Pulau Kalong adalah pulau yang dikelilingi hutan bakau tempat ribuan kalong atau kelelawar bersarang. Dilansir dari https://portal.manggaraibaratkab.go.id/ lokasi Pulau Kalong terletak di antara gugusan pulau-pulau lainnya dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, tepatnya diantara Pulau Rinca dan Pulau Papagarang. Kita akan melihat ribuan kalong, sekawanan kelelawar terbang mencari makan. Pulau kalong dapat ditempuh sekitar 35 menit dengan speedboat dari kota Labuan Bajo. Waktu yang kapal saya tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Pulau Kelor menuju sekitar Pulau Padar.

Alhamdulillah, kami tiba pada waktunya. Kami sudah bersiap di dek kapal depan dan ada juga yang di atas. Sepanjang perjalanan menuju Pulau Kalong kami sudah dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa. Matahari terbenam yang memancarkan cahaya jingga dan melihat kalong-kalong berterbangan. Hari itu, tak hanya melihat kalong, kami juga melihat sekelompok burung elang yang beterbangan bebas ke sana ke mari. Saya tak berhenti mengucap syukur. Kapal kami berhenti di Pulau Kalong sekitar 20 menit bersama kapal-kapal lain yang melakukan jalur trip yang sama. Lembayung senja hari ini sangat memukau mata saya. MasyaAllah. Jangan lupa mengabadikan momen berharga ini. 😍


Awalnya kapal kami akan berdiam di sekitar Pulau Kalong, tapi kata kapten kapal, ombak dan arus kurang bagus di daerah ini, akhirnya kami memutuskan pindah ke sekitar Pulau Padar. Trip hari kedua kami memang akan ke Padar maka lebih baik tinggal di daerah sana. Seusai melihat senja hari itu, koki kapal kami sudah menyiapkan makan malam istimewa. Kami makan malam bersama dan bercengkerama singkat sambil menikmati perjalanan malam menuju tempat singgah kapal di daerah Pulau Padar sebelum akhirnya kembali ke alam mimpi. 






Ini perjalanan hari pertama saya nan singkat selama di Labuan Bajo. Perjalanan hari pertama ini sangat dinikmati karena tidak mabuk laut. yeay! (Padahal kalau nyebrang feri Sumatera-Jawa aja suka pusing). haha Lalu, didukung juga oleh sinyal telepon yang hilang timbul atau malahan tidak ada sinyal sama sekali. Jadi akan sulit untuk posting foto liburan di hari yang sama, tapi bagi saya liburannya jadi lebih tenang tanpa diganggu kerjaan. Benar-benar healing😎 Kalau saya tim #latepost!  kalau kamu apa?

Berikut beberapa tips dari saya tentang persiapan trip ke Labuan Bajo:
  1. Cari waktu terbaik pergi ke Labuan Bajo. Pilih waktu yang kondisi alamnya masih dalam kategori aman berlayar.
  2. Mempersiapkan budget juga, karena untuk sampai sini bukanlah destinasi yang ramah kantong.
  3. Pilih waktu lama selama berwisata. Apakah liburan selama 3 hari 2 malam atau 4 hari 3 malam, karena ini bergantung pada budget kalian.
  4. Jika menggunakan jasa tour, pilih travel yang aman dan bersahabat. Jika memilih untuk one day trip menggunakan speedboat pastikan akomodasi dan transportasi sudah ada, serta kondisi keuangan juga cukup, termasuk yang traveling yang tanpa paket tour.
  5. Pilih harga tiket transportasi dan akomodasi terbaik. Jika ada tiket pesawat promo dan waktunya pas sama kaluan. Langsung pesan. Lebih baik memesan tiket pesawat jauh-jauh hari ya.
  6. Mempersiapkan dokumen kesehatan yang diperlukan. Untuk penerbangan domestik yang baru melakukan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Bagi yang baru vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.
  7. Mempersiapkan tubuh dalam kondisi sehat karena akan banyak melakukan trekking.
  8. Memilih pakaian yang nyaman dan adem. Labuan Bajo cukup panas sehingga memerlukan pakaian yang tipis. Lebih baik menyiapkan 2-3 buah atasan dalam satu hari, karena cukup banyak mengeluarkan keringat. Kalaupun hanya 2 saja, jika dijemur bisa langsung kering sih. Usahakan menggunakan warna yang cerah.
  9. Membawa perlengkapan renang /snorkeling/diving.
  10. Membawa tas ransel atau tas pinggang untuk menyimpan barang-barang berharga selama melakukan perjalanan menyusuri pulau-pulau nanti.
  11. Menggunakan sepatu yang nyaman seperti sepatu gunung dan sepatu sneaker atau membawa sendal gunung.
  12. Membawa powerbank dan baterai kamera cadangan.
  13. Membawa pelindung kulit atau sunblock karena selama di sana kita akan sering terpapar sinar matahari.
  14. Membawa obat-obatan pribadi. Karena kali ini tripnya di laut beberapa hari jadi obat-obat ini sangat perlu ya, mengingat lokasi ke kota sangat jauh.
  15. Membawa kacamata hitam untuk mengurangi mata dari paparan sinar matahari.
  16. Membawa topi. Ini juga berlaku bagi yang berkerudung karena di sana sangat terik.
  17. Walau di kapal nanti disiapkan minuman, seperti kopi atau teh, jika memerlukan makanan seperti popmie atau minuman lain sebaiknya membeli dulu saat tiba di kota Labuan Bajo. Di sana tidak akan ditemukan warung ya. Secara lagi di laut gitu. 😀
  18. Selama di sana saya banyak tidak menggunakan masker. hehe Tapi tetap membawa masker lebih untuk berjaga-jaga ya jika masih dalam suasana corona.
Sampai bertemu di catatan perjalanan saya dan teman-teman di hari kedua ya! Dijamin lebih seru dan menyenangkan....💝😎

2 komentar:

  1. Whoaa jadi kangen Labuan Bajo! Bagus banget sunset di pulau kalongnya yaa. Dulu pas disana lagi mendung jadi ga terlalu keluar sunsetnya xixie

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngangenin ya labuan bajo tuh. Iya, syukurnya kami dapat momen sunsetnya. cuaca lagi bagus. Duh, indah banget ❤️

      Hapus

thanks ya sudah mengunjungi blog saya ;)

Adv

SimpleWordPress